Endoxa Asia – Xiaomi memperluas lini aksesori pengisian daya nirkabel melalui UltraThin Magnetic Power Bank 10000 25W. Perangkat ini membawa kapasitas baterai 10.000 mAh dan dukungan pengisian nirkabel berbasis Qi2 hingga 25W, menggabungkan sistem magnetik dengan daya yang lebih besar untuk kebutuhan pengisian saat bepergian.
Produk tersebut mulai dipasarkan di Singapura dengan harga SGD 109 atau setara sekitar Rp1,4 juta. Xiaomi menawarkan tiga pilihan warna, yaitu Glacier Silver, Graphite Black, dan Velvet Red. Meski sudah tersedia di pasar tersebut, perusahaan belum mengumumkan jadwal peluncuran untuk Indonesia maupun negara lainnya.
Kehadiran model ini menarik karena Xiaomi sebelumnya telah memperkenalkan power bank magnetik UltraThin dengan kapasitas 5.000 mAh. Versi terbaru membawa kapasitas dua kali lebih besar sekaligus meningkatkan batas daya pengisian nirkabelnya.
Kapasitas 10.000 mAh dan Pengisian Qi2 hingga 25W
Salah satu fitur utama UltraThin Magnetic Power Bank 10000 25W adalah dukungan Qi2 dengan keluaran daya nirkabel maksimal 25W. Angka tersebut menjadi peningkatan dibandingkan model UltraThin Magnetic Power Bank 5000 15W yang menawarkan pengisian nirkabel hingga 15W.
Teknologi magnetik memungkinkan power bank menempel pada bagian belakang ponsel yang kompatibel. Dengan demikian, pengguna dapat mengisi daya tanpa harus menghubungkan kabel ke perangkat selama proses pengisian nirkabel.
Dukungan Qi2 juga menjadi bagian penting dari produk ini karena menghadirkan standar pengisian nirkabel dengan sistem penyelarasan magnetik. Meski begitu, kecepatan pengisian aktual tetap bergantung pada kompatibilitas ponsel dan kemampuan perangkat menerima daya.
Angka 25W merupakan batas keluaran maksimal yang didukung power bank, bukan jaminan setiap smartphone akan menerima daya sebesar itu. Pengguna perlu memeriksa dukungan pengisian nirkabel pada perangkat masing-masing sebelum membeli.
Hadir dalam Tiga Pilihan Warna

Xiaomi menyediakan tiga warna untuk model terbaru ini, yakni Glacier Silver, Graphite Black, dan Velvet Red. Dua warna pertama sebelumnya juga digunakan pada lini power bank magnetik Xiaomi, sedangkan Velvet Red menambah pilihan warna yang lebih mencolok.
Pada bagian bodi, terdapat empat lampu LED yang berfungsi menunjukkan sisa kapasitas baterai. Selain itu, Xiaomi menambahkan satu lampu indikator kecil di sisi kiri untuk memberi tanda ketika perangkat sedang melakukan pengisian nirkabel.
Kehadiran indikator tersebut membantu pengguna mengetahui kondisi baterai dan aktivitas pengisian tanpa harus menghubungkan power bank ke smartphone.
Meski menggunakan nama UltraThin, informasi ketebalan dan bobot untuk varian 10.000 mAh ini belum dijelaskan secara terperinci dalam pengumuman yang tersedia. Karena itu, dimensi model 5.000 mAh sebelumnya tidak bisa langsung digunakan sebagai gambaran ukuran perangkat baru.
Harga dan Ketersediaan Xiaomi UltraThin Magnetic Power Bank
Xiaomi UltraThin Magnetic Power Bank 10000 25W dipasarkan di Singapura dengan harga SGD 109 untuk seluruh pilihan warna. Jika dikonversi secara kasar, harganya berada di kisaran Rp1,4 juta, meski nilai akhir dapat berubah mengikuti kurs.
Harga tersebut sekitar 45 persen lebih tinggi dibandingkan model UltraThin Magnetic Power sebelumnya yang dipasarkan secara global, menurut laporan Notebookcheck.
Hingga pengumuman produk ini, Xiaomi belum memberikan konfirmasi mengenai jadwal penjualan di luar Singapura. Artinya, konsumen di Indonesia masih perlu menunggu informasi resmi sebelum dapat memastikan harga lokal maupun ketersediaannya.
Dengan kapasitas 10.000 mAh dan pengisian nirkabel Qi2 hingga 25W, perangkat ini menambah pilihan power bank magnetik Xiaomi untuk pengguna yang mengutamakan pengisian tanpa kabel. Namun, keputusan pembelian juga perlu mempertimbangkan kompatibilitas ponsel, ukuran fisik, serta harga ketika produk nantinya hadir di pasar masing-masing.




Komentar