Endoxa Asia – Perdebatan mengenai sosialisme kembali menjadi perhatian dalam politik Amerika Serikat menjelang pemilu paruh waktu atau midterm elections 2026. Melalui sebuah kolom opini yang diterbitkan pada 3 November 2026, media konservatif The Federalist menyoroti meningkatnya penerimaan masyarakat terhadap sosialisme dan memperingatkan bahwa pilihan politik pemilih dapat membawa konsekuensi besar bagi masa depan negara tersebut.
Dalam tulisan berjudul “Stupid Voters Are the Biggest Threat to America”, koresponden senior pemilu The Federalist, M.D. Kittle, berpendapat bahwa ancaman terhadap demokrasi Amerika bukan hanya berasal dari kandidat atau partai politik, melainkan juga dari pemilih yang dianggap tidak memahami konsekuensi kebijakan yang mereka dukung.
Kittle secara khusus mengkritik warga yang percaya bahwa sosialisme dapat membuat kehidupan lebih terjangkau melalui pengendalian harga dan campur tangan pemerintah terhadap industri swasta. Ia juga menyoroti kemungkinan sebagian pemilih konservatif tidak memberikan suara karena kecewa terhadap kepemimpinan Partai Republik.
Tulisan tersebut mencerminkan kekhawatiran kalangan konservatif terhadap popularitas gagasan sosialisme di Amerika. Namun, data survei yang dikutip di dalamnya perlu dibaca secara lebih cermat karena penilaian positif terhadap sebuah konsep ekonomi tidak otomatis berarti seseorang mendukung seluruh kebijakan sosialis.
Gallup Catat 43 Persen Warga AS Punya Pandangan Positif terhadap Sosialisme

The Federalist Soroti Pemilih AS yang Kian Menerima Gagasan Sosialisme
Salah satu dasar argumen Kittle adalah survei Gallup yang diterbitkan pada 23 September 2026. Survei tersebut menemukan bahwa 43 persen warga Amerika memiliki pandangan positif terhadap sosialisme.
Angka itu menjadi yang tertinggi sejak Gallup mulai mengukur persepsi masyarakat terhadap sejumlah konsep ekonomi pada 2010. Pada survei 2025, tingkat pandangan positif terhadap sosialisme tercatat sebesar 39 persen.
Meski meningkat, sosialisme masih belum menjadi konsep ekonomi yang paling disukai masyarakat Amerika. Survei yang sama menunjukkan 55 persen responden memiliki pandangan positif terhadap kapitalisme. Sementara itu, 77 persen memberikan penilaian positif terhadap free enterprise atau kebebasan berusaha, dan 95 persen memiliki pandangan positif terhadap usaha kecil.
Data tersebut memperlihatkan bahwa penerimaan terhadap sosialisme meningkat, tetapi tidak serta-merta menunjukkan masyarakat Amerika telah beralih meninggalkan sistem ekonomi pasar.
Gallup melakukan survei terhadap orang dewasa berusia 18 tahun ke atas pada 3 hingga 24 Agustus 2026. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara telepon dengan responden dari seluruh 50 negara bagian dan District of Columbia.
Perbedaan pandangan juga terlihat berdasarkan afiliasi politik. Sebanyak 65 persen responden Demokrat memiliki pandangan positif terhadap sosialisme, dibandingkan 45 persen dari kelompok independen dan 14 persen dari kelompok Republik.
Menariknya, peningkatan terbaru justru terutama berasal dari kelompok independen. Tingkat pandangan positif kelompok ini naik dari 37 persen pada 2025 menjadi 45 persen pada 2026. Sementara itu, angka pada kelompok Demokrat relatif tidak berubah dibandingkan tahun sebelumnya.
Generasi Muda Lebih Positif terhadap Sosialisme
Perbedaan juga terlihat berdasarkan usia. Gallup menemukan bahwa 57 persen warga Amerika berusia 18 hingga 34 tahun memiliki pandangan positif terhadap sosialisme. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan penilaian positif mereka terhadap kapitalisme yang berada di angka 43 persen.
Sebaliknya, kelompok berusia 55 tahun ke atas lebih menyukai kapitalisme. Sebanyak 65 persen responden dalam kelompok ini memberikan penilaian positif terhadap kapitalisme, sedangkan sosialisme memperoleh 34 persen.
Pada kelompok usia 35 hingga 54 tahun, penilaian terhadap kedua konsep relatif berdekatan. Sebanyak 50 persen memiliki pandangan positif terhadap kapitalisme dan 45 persen terhadap sosialisme.
Perbedaan ini menjadi salah satu konteks penting dalam perdebatan politik Amerika. Kandidat dan partai politik perlu memahami bahwa pemilih muda dapat memiliki pandangan ekonomi yang berbeda dari generasi lebih tua.
Meski demikian, hasil survei tersebut hanya menggambarkan persepsi responden terhadap istilah sosialisme dan kapitalisme. Gallup tidak menyimpulkan bahwa seluruh responden muda yang memberikan penilaian positif terhadap sosialisme akan memilih kandidat sosialis atau mendukung setiap kebijakan yang dikaitkan dengan ideologi tersebut.
M.D. Kittle Kaitkan Popularitas Sosialisme dengan Kekhawatiran terhadap Venezuela
Dalam kolomnya, Kittle menggunakan pengalaman Venezuela dan Kuba sebagai peringatan terhadap kemungkinan penerapan kebijakan sosialis di Amerika Serikat.
Ia menilai perubahan ekonomi Venezuela di bawah pemerintahan Hugo Chavez dan penerusnya, Nicolas Maduro, menunjukkan risiko besar ketika pemerintah mengambil kendali lebih besar terhadap perekonomian. Menurut Kittle, pengalaman tersebut seharusnya menjadi pelajaran bagi pemilih Amerika yang mempertimbangkan kandidat dengan agenda sosialis.
Ia juga mengutip Charles Steele, direktur Center for Commerce and Freedom di Hillsdale College. Steele memperingatkan bahwa apabila mayoritas masyarakat Amerika menganggap sosialisme sebagai jalan yang tepat, pemulihan sistem politik dan ekonomi negara tersebut dapat membutuhkan waktu panjang.
Namun, perbandingan antara Amerika Serikat dan Venezuela dalam tulisan Kittle merupakan bagian dari argumentasi politik penulis. Perjalanan ekonomi Venezuela melibatkan berbagai faktor, sehingga pengalaman negara tersebut tidak cukup dijelaskan hanya dengan satu istilah ideologi tanpa melihat kondisi ekonomi, kebijakan pemerintahan, serta dinamika politik yang menyertainya.
Kritik Tidak Hanya Ditujukan kepada Pemilih Demokrat
Meskipun sebagian besar kolom membahas meningkatnya dukungan terhadap sosialisme di kalangan progresif, Kittle juga mengkritik pemilih konservatif.
Ia menilai sebagian pendukung Partai Republik berpotensi tidak datang ke tempat pemungutan suara karena kecewa terhadap Presiden Donald Trump dan kinerja anggota parlemen dari partainya sendiri.
Kittle menyinggung ketidakpuasan terhadap kebijakan luar negeri Trump, terutama perang dengan Iran yang menurutnya berdampak pada harga bahan bakar dan biaya berbagai kebutuhan. Ia juga mengkritik kepemimpinan mayoritas Republik di Senat yang dianggap kurang menghasilkan kebijakan penting.
Menurut Kittle, keputusan untuk tidak memilih sebagai bentuk protes terhadap partai sendiri justru dapat memberikan keuntungan kepada lawan politik.
Argumen tersebut memperlihatkan kekhawatiran penulis terhadap perpecahan di kalangan konservatif menjelang pemilu paruh waktu. Dengan demikian, kritik dalam kolom itu tidak hanya diarahkan kepada pemilih progresif yang mendukung sosialisme, tetapi juga kepada pendukung Republik yang berpotensi menarik diri dari proses pemilu.
Perdebatan Sosialisme Menjadi Isu Penting dalam Politik AS
Popularitas sosialisme menjadi salah satu isu yang diperdebatkan dalam politik Amerika menjelang pemilu paruh waktu 2026. Perubahan persepsi masyarakat terhadap sistem ekonomi dapat memengaruhi cara kandidat menyusun pesan politik, terutama ketika isu biaya hidup, harga kebutuhan, dan peran pemerintah menjadi perhatian pemilih.
Namun, angka 43 persen dalam survei Gallup tidak dapat langsung diterjemahkan sebagai dukungan terhadap kandidat sosialis atau keinginan mengganti sistem ekonomi Amerika. Survei tersebut mengukur pandangan positif atau negatif terhadap istilah sosialisme, bukan pilihan kebijakan secara terperinci.
Kolom M.D. Kittle di The Federalist memperlihatkan bagaimana sebagian kalangan konservatif membaca perubahan tersebut sebagai ancaman politik. Di sisi lain, data Gallup menunjukkan gambaran yang lebih beragam: sosialisme memperoleh penerimaan lebih luas, tetapi kapitalisme dan kebebasan berusaha masih mendapat penilaian positif dari mayoritas responden.
Perdebatan ini pada akhirnya menunjukkan bahwa persoalan ekonomi tetap menjadi bagian penting dari pertarungan politik Amerika. Bukan hanya soal label ideologi, tetapi juga mengenai kebijakan konkret yang ditawarkan kandidat untuk menjawab persoalan kehidupan masyarakat.




Komentar