SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ekonomi Bisnis

Trip.com dan Live Nation Perluas Paket Wisata Konser di Asia

wisata konser

Endoxa Asia – Perjalanan menonton konser kini tidak selalu berhenti pada pembelian tiket dan pemesanan hotel. Trip.com Group dan Live Nation Entertainment tengah menjajaki cara untuk menggabungkan lebih banyak kebutuhan perjalanan ke dalam paket konser, mulai dari transportasi lokal hingga makan di restoran. Langkah ini menandai upaya mengubah wisata konser menjadi pengalaman yang mencakup lebih dari sekadar pertunjukan.

Kolaborasi kedua perusahaan menyatukan jaringan Live Nation di industri hiburan dengan kemampuan Trip.com dalam menjual produk perjalanan. Trip.com menangani penyusunan dan penjualan paket, sementara Live Nation berfokus pada penyelenggaraan konser dan kerja sama dengan artis. Kemitraan yang dimulai pada 2025 itu mengincar kebutuhan penggemar yang bepergian khusus untuk menghadiri sebuah acara.

Korea Selatan Perluas Misi Militer Dekat Selat Hormuz, Tegaskan Tak Ikut Perang Iran

Edison Chen, wakil presiden pemasaran destinasi global dan hubungan masyarakat Trip.com Group, mengatakan pola perjalanan penggemar mulai berubah. “Saat ini, wisatawan tidak lagi merencanakan pertunjukan sebagai bagian dari perjalanan, melainkan sebaliknya. Konser dan acara menjadi pendorong utama ketika wisatawan memilih destinasi,” ujarnya.

Paket konser mulai melampaui tiket dan hotel

Pada tahap awal, tiket dan akomodasi menjadi unsur utama paket karena keduanya termasuk kebutuhan mendasar ketika penggemar merencanakan perjalanan. Namun, Trip.com kini mempertimbangkan apa lagi yang dibutuhkan wisatawan selama berada di kota tujuan. Perusahaan itu sedang menjajaki kerja sama dengan lokasi acara, penyelenggara, dan pihak lain untuk menyediakan layanan tambahan.

Transportasi setelah konser menjadi salah satu persoalan yang disebut Chen. Ketika penonton keluar dari venue secara bersamaan, perjalanan kembali ke hotel dapat menjadi tantangan. Trip.com dan para mitranya sedang mengeksplorasi layanan seperti bus antar-jemput yang dapat membawa penonton dari lokasi pertunjukan ke hotel.

Perusahaan itu juga mempertimbangkan paket yang menggabungkan tiket, penginapan, dan pilihan bersantap melalui kerja sama dengan restoran setempat. Jika terwujud, pendekatan ini dapat membuat pengalaman wisata konser tersusun dalam beberapa bagian perjalanan, bukan hanya aktivitas di dalam venue. Namun, materi yang tersedia belum menyebutkan lokasi, mitra restoran, jadwal peluncuran, maupun rincian harga untuk layanan tambahan tersebut.

Pilihan penginapan pun menjadi perhatian. Trip.com menyatakan sedang bekerja sama dengan hotel untuk menawarkan opsi mulai dari properti bintang lima hingga akomodasi bintang tiga dan empat. Upaya ini menunjukkan bahwa paket tidak diarahkan hanya kepada penggemar yang mencari pengalaman premium. Perusahaan juga ingin menyediakan pilihan dengan rentang harga yang lebih beragam.

Selain kategori hotel, jarak penginapan dari tempat konser dan pilihan transportasi yang tersedia menjadi informasi yang ingin diperjelas kepada pelanggan. Aspek ini penting dalam perencanaan perjalanan karena lokasi yang tampak dekat di peta belum tentu mudah dijangkau setelah acara selesai. Akan tetapi, belum ada rincian mengenai bentuk informasi atau fitur yang akan digunakan untuk membantu pengguna membandingkan opsi tersebut.

DPR Dukung Target Cadangan Minyak 60 Hari, Indonesia Siapkan Storage di Sumatra

Permintaan menunjukkan konser menjadi alasan bepergian

Peluang bisnis di balik wisata konser tercermin dalam laporan yang disusun Trip.com Group dan Live Nation. Riset tersebut melibatkan 1.768 responden di China daratan, Singapura, Hong Kong, Makau, Thailand, dan Korea Selatan. Hasil survei menunjukkan 65% responden penggemar konser pernah bepergian ke negara atau wilayah lain untuk menonton pertunjukan. Tujuh dari sepuluh responden juga menyebut musik langsung sebagai salah satu alasan paling menarik untuk bepergian.

Bagi 62% responden, memperoleh tiket konser merupakan faktor terbesar dalam perencanaan perjalanan wisata musik. Sementara itu, 84% menyatakan tertarik pada paket yang menggabungkan konser dengan produk perjalanan. Angka-angka ini memperlihatkan minat terhadap layanan terpadu, tetapi tidak dengan sendirinya menunjukkan bahwa seluruh responden akan membeli paket semacam itu.

Trip.com Group juga melaporkan bahwa volume pemesanan paket yang menggabungkan tiket tumbuh 64% secara tahunan pada paruh pertama 2026. Edison Chen menyebut volume pemesanan perusahaan meningkat hampir 60% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan permintaan masih kuat untuk bulan-bulan berikutnya. Kedua angka ini menggambarkan pertumbuhan pemesanan yang dilaporkan perusahaan, tetapi tidak disertai rincian dasar perhitungan atau jumlah transaksi absolut.

Pemisahan konteks angka tersebut penting. Hasil survei menggambarkan jawaban responden di enam pasar, sedangkan pertumbuhan pemesanan merupakan data yang dilaporkan Trip.com. Keduanya memberi indikasi bahwa konser berperan dalam keputusan perjalanan, tetapi tidak menjelaskan seberapa besar kontribusinya terhadap keseluruhan industri pariwisata di kawasan.

Caltex dan Petron Mulai Bayar Kompensasi Kerusakan Kendaraan Akibat RON95 di Malaysia

Platform perjalanan mengambil peran di luar tiket

Trip.com menyatakan tidak ingin memosisikan dirinya sebagai platform penjualan tiket semata. Chen menggambarkan layanan yang dikembangkan sebagai solusi perjalanan terpadu untuk membantu mengatasi sejumlah kesulitan yang dialami penonton ketika bepergian demi sebuah acara. Fokus itu juga terlihat dari penempatan fitur “Trip Events” di halaman utama aplikasi, yang menampilkan acara hiburan langsung.

Untuk acara yang tiketnya dijual melalui kemitraan dengan Trip.com, pengguna dapat mengakses paket yang memadukan tiket dengan hotel atau atraksi. Platform tersebut juga menampilkan informasi acara lain meskipun belum menjadi mitra penjualan tiketnya. Dengan demikian, fungsi halaman itu tidak hanya mencakup transaksi paket, tetapi juga membantu pengguna menemukan pertunjukan.

Strategi ini dapat memperluas hubungan antara perusahaan perjalanan dan penyelenggara hiburan: acara menjadi titik awal pencarian perjalanan, sementara layanan perjalanan membantu memenuhi kebutuhan di sekitarnya. Bagi penggemar, manfaat potensialnya adalah perencanaan yang lebih praktis. Bagi perusahaan, penambahan akomodasi, transportasi, atraksi, dan bersantap membuka lebih banyak unsur perjalanan untuk ditawarkan dalam satu rangkaian.

Namun, sejauh ini sejumlah bagian masih berada dalam tahap penjajakan. Informasi yang tersedia belum memastikan kapan layanan transportasi atau paket restoran akan tersedia, seberapa luas cakupan destinasinya, maupun bagaimana harga paket dibandingkan pemesanan terpisah. Karena itu, ukuran keberhasilan strategi ini kelak tidak hanya bergantung pada minat terhadap konser, tetapi juga pada kemampuan menawarkan pilihan yang jelas, sesuai anggaran, dan praktis digunakan sebelum maupun setelah acara.

Sumber & Referensi


PGN Catat Penurunan Emisi 29.574 Ton, Kembangkan Biomethane dan Teknologi CCS

About The Author

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *