SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lifestyle Entertainment

I’m donut? Buka Gerai Pertama di Indonesia, Hadirkan Donat Rasa Martabak Manis

I'm donut? Buka Gerai Pertama di Indonesia, Hadirkan Donat Rasa Martabak Manis
I'm donut? Buka Gerai Pertama di Indonesia, Hadirkan Donat Rasa Martabak Manis

Endoxa Asia – Merek donat asal Tokyo, Jepang, I’m donut?, resmi memasuki pasar Indonesia dengan membuka gerai pertamanya di Plaza Indonesia, Jakarta. Brand yang dikenal lewat donat bertekstur ringan, lembut, dan kenyal ini membawa sekitar 30 varian dengan harga mulai Rp18.000 per buah.

Gerai tersebut berada di Level Basement, Unit #61, Plaza Indonesia. Kehadirannya di Indonesia dibawa oleh Erajaya Food & Nourishment, bagian dari Erajaya Group, yang memperluas portofolio bisnisnya ke sektor makanan dan minuman.

Itaewon Class Diadaptasi di Thailand dengan Perubahan Tokoh Kunci

Didirikan oleh Chef Ryota Hirako pada Maret 2022 di kawasan Nakameguro, Tokyo, I’m donut? sebelumnya telah berekspansi ke sejumlah pasar internasional, termasuk Amerika Serikat, Taiwan, Korea Selatan, dan Malaysia. Indonesia menjadi salah satu pasar berikutnya yang dijajaki merek tersebut.

Mengenal Konsep Nama-Donut dari Jepang

Daya tarik utama I’m donut? terletak pada konsep nama-donut. Istilah ini terinspirasi dari kata nama dalam bahasa Jepang yang berarti segar atau mentah, tetapi dalam konteks produknya merujuk pada karakter donat yang ringan dan lembut.

Adonannya menggunakan formulasi brioche khusus dengan bahan pilihan. Setiap donat dibuat secara manual untuk menghasilkan tekstur yang menjadi ciri khas merek tersebut.

Chef Ryota Hirako menjelaskan bahwa pengembangan produknya berangkat dari upaya mempertahankan kelembutan dan karakter tekstur donat. Salah satu bahan yang digunakan dalam formulasi adonan adalah kabocha atau labu.

Konsep ini menjadi pembeda dari donat konvensional yang umumnya memiliki tekstur lebih padat. Selain varian manis, I’m donut? juga menawarkan pilihan gurih sehingga produknya dapat dinikmati dalam berbagai kesempatan.

Ada Martabak Manis hingga Miso Chicken Green Curry

Untuk pasar Indonesia, I’m donut? menghadirkan sejumlah kreasi yang dikembangkan dengan inspirasi cita rasa lokal. Beberapa di antaranya adalah Miso Chicken Green Curry, Tuna, Potato & Egg, dan Martabak Manis.

Kebutaan Dini dan Latihan Musik Terkait Kemampuan Membedakan Nada

Pilihan tersebut memperlihatkan upaya merek Jepang ini menggabungkan karakter nama-donut dengan rasa yang lebih familier bagi konsumen Indonesia.

Selain kreasi gurih dan Martabak Manis, tersedia dua kelompok menu dengan bahan dan rasa yang populer di berbagai pasar Asia.

Ube Series terdiri dari:

  • I’m donut Ube
  • Ube Glazed
  • Ube Cream Cheese

Sementara itu, Pandan Series mencakup:

Pre-order Digital GTA VI Ditaksir Tembus US$751 Juta

  • I’m donut Pandan
  • Pandan White Chocolate
  • Pandan Kaya Jam Sandwich

Menurut Chef Ryota, pengembangan rasa lokal menjadi kesempatan untuk memahami preferensi konsumen Indonesia tanpa meninggalkan karakter utama produk. Menu yang ditawarkan di Indonesia mencakup sekitar 30 varian dan dibuat setiap hari.

Harga donat dimulai dari Rp18.000 per buah. Gerai ini juga menyediakan minuman berbahan dasar matcha dan hojicha sebagai pendamping.

Persiapan Masuk Indonesia Memakan Waktu Sekitar Setahun

Kehadiran I’m donut? di Indonesia tidak berlangsung secara instan. CEO Erajaya Food & Nourishment, Jeremy Sim, mengatakan proses penjajakan hingga persiapan pembukaan gerai pertama memerlukan waktu sekitar satu tahun.

Dalam wawancara dengan Fortune Indonesia, Jeremy menjelaskan bahwa pemilihan merek mempertimbangkan karakter produk, kualitas, inovasi, serta potensi penerimaan konsumen lokal.

“Produk itu paling utama ya. Konsep brand design toko itu hanya sementara, yang paling penting produknya harus enak,” ujar Jeremy.

Persiapan juga mencakup pelatihan sumber daya manusia. Sejumlah karyawan dikirim ke Jepang selama lebih dari satu bulan untuk mempelajari proses produksi dan standar operasional. Setelah kembali, mereka melanjutkan pelatihan bagi tim lokal.

Bocoran Kamera OPPO Find X10 Ultra dan vivo X500 Ultra

Langkah tersebut penting untuk menjaga konsistensi produk ketika merek beroperasi di pasar baru. Sebab, pengalaman menikmati donat dengan tekstur khas menjadi bagian utama dari identitas I’m donut?.

Erajaya Bidik Ekspansi Gerai Berikutnya

Plaza Indonesia menjadi titik awal pengembangan I’m donut? di Indonesia. Setelah pembukaan gerai pertama di Jakarta, Erajaya Food & Nourishment juga melihat peluang untuk memperluas jaringan ke lokasi lain.

Jeremy menyebut Bali sebagai salah satu pasar yang dibidik untuk ekspansi berikutnya. Karakter pasar yang lebih internasional dinilai dapat membuka peluang menjangkau konsumen lokal sekaligus wisatawan mancanegara.

Fortune Indonesia melaporkan bahwa perusahaan merencanakan pengembangan hingga delapan gerai di Jakarta dan Bali. Sementara itu, laporan NNA Asia menyebut target jangka panjang perusahaan adalah membuka setidaknya 10 gerai dalam dua tahun. Kedua angka tersebut merupakan rencana ekspansi yang disampaikan dalam konteks pemberitaan berbeda, bukan jumlah gerai yang sudah beroperasi.

Bagi I’m donut?, masuk ke Indonesia bukan sekadar membawa produk Jepang ke pasar baru. Pengembangan rasa seperti pandan dan martabak manis memperlihatkan bagaimana merek tersebut mencoba menyesuaikan diri dengan kebiasaan kuliner setempat.

Sementara bagi Erajaya, langkah ini menjadi bagian dari strategi memperluas bisnis makanan dan minuman melalui merek internasional. Penerimaan konsumen terhadap tekstur nama-donut dan kreasi rasa lokal akan menjadi salah satu faktor penting bagi perkembangan gerai berikutnya.

UNCHILD Comeback Setelah 7 Bulan, Usung Konsep Pahlawan Nyentrik di TiNG TiNG

About The Author

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *