Endoxa Asia – Startup infrastruktur kecerdasan buatan (AI) Fal memperoleh pendanaan baru senilai US$1,3 miliar dalam putaran Series F yang dipimpin Bessemer Venture Partners. Pendanaan tersebut membawa valuasi perusahaan asal San Francisco itu menjadi US$16 miliar, dua kali lipat dibandingkan valuasi US$8 miliar pada April 2026.
Pengumuman pada 3 November 2026 itu sekaligus memperlihatkan besarnya minat investor terhadap bisnis AI inference, yaitu teknologi yang memungkinkan model AI menjalankan tugas dan menghasilkan keluaran setelah proses pelatihan selesai. Fal menyediakan infrastruktur untuk menjalankan model pembuat gambar, video, dan audio yang digunakan pengembang maupun perusahaan.
Perusahaan juga mengumumkan putaran Series E yang sebelumnya dipimpin Sequoia Capital. Jika kedua putaran tersebut digabungkan, Fal menyatakan telah mengumpulkan dana US$1,65 miliar. Pendanaan terbaru akan digunakan untuk menambah kapasitas komputasi dan memperluas tim agar perusahaan mampu melayani permintaan yang terus meningkat.
Valuasi Fal Naik Dua Kali Lipat dalam Enam Bulan
Pendanaan Series F senilai US$1,3 miliar dipimpin Bessemer Venture Partners. Nvidia, Sound Ventures, HOF Capital, dan T. Rowe Price turut berpartisipasi. Talia Goldberg, partner Bessemer, juga akan bergabung dengan dewan direksi Fal.
Sebelumnya, Fal mengumpulkan US$350 juta dalam putaran Series E yang dipimpin Sequoia Capital pada April 2026. Bloomberg melaporkan putaran tersebut menempatkan valuasi perusahaan di angka US$8 miliar. Dengan valuasi baru US$16 miliar, nilai perusahaan itu meningkat dua kali lipat dalam sekitar enam bulan.
Kenaikan tersebut melanjutkan pertumbuhan valuasi Fal dalam beberapa tahun terakhir. Pada Desember 2025, perusahaan dilaporkan menggalang US$140 juta dengan valuasi US$4,5 miliar. Dengan demikian, valuasinya meningkat lebih dari tiga kali lipat sejak akhir 2025.
Fal didirikan pada 2021 oleh Burkay Gur dan Gorkem Yurtseven. Gur sebelumnya memimpin pekerjaan machine learning di Coinbase dan pernah bekerja sebagai engineer di Oracle. Sementara itu, Yurtseven memiliki pengalaman sebagai developer di Amazon.
Apa Itu AI Inference dan Mengapa Permintaannya Meningkat?
Dalam pengembangan AI, proses pelatihan dan inference memiliki fungsi berbeda. Pelatihan merupakan tahap ketika model mempelajari pola dari kumpulan data. Setelah model selesai dilatih, inference digunakan untuk menjalankannya agar dapat merespons perintah atau menghasilkan keluaran.
Contohnya terlihat pada layanan pembuat gambar dan video. Ketika pengguna memasukkan instruksi untuk membuat visual tertentu, model yang sudah dilatih memproses permintaan tersebut dan menghasilkan gambar atau video. Proses menjalankan model untuk memenuhi permintaan itulah yang disebut inference.
Kebutuhan terhadap layanan ini meningkat seiring makin banyaknya perusahaan dan pengembang memasukkan fitur AI ke dalam produk mereka. Studio hiburan, agensi periklanan, merek e-commerce, pengembang gim, hingga tim pemasaran dapat menggunakan model generatif untuk memproduksi materi visual dan audio.
Fal menyediakan akses ke berbagai model melalui satu antarmuka pemrograman aplikasi atau application programming interface (API). Dengan pendekatan ini, pengembang tidak harus membangun dan mengoperasikan seluruh infrastruktur model sendiri. Mereka dapat mengintegrasikan layanan Fal ke dalam aplikasi atau alur kerja yang sudah digunakan.
Perusahaan juga tidak hanya bertindak sebagai penyedia akses. Fal menyatakan telah mengembangkan kemampuan untuk melakukan post-training, yakni penyempurnaan model yang sudah tersedia agar kinerjanya sesuai dengan kebutuhan tertentu. Dalam beberapa kerja sama, pengaturan komersialnya dapat mencakup biaya lisensi atau pembagian pendapatan dengan pengembang model.
Lonjakan Penggunaan Membuat Fal Kekurangan Kapasitas
Pertumbuhan permintaan ternyata juga menjadi tantangan operasional. CEO Fal Burkay Gur mengatakan kepada Bloomberg bahwa perusahaan sempat tidak mampu melayani seluruh pelanggan pada musim panas 2026 dan harus menerapkan pembatasan permintaan atau rate limit.
“Kami mencapai titik pada musim panas ketika kami tidak mampu melayani pelanggan dan harus membatasi permintaan mereka,” kata Gur, sebagaimana dikutip Bloomberg.
Kondisi tersebut menjelaskan alasan Fal mengumpulkan pendanaan dalam jumlah besar. Menjalankan model gambar dan video membutuhkan kapasitas komputasi, terutama unit pemrosesan grafis atau graphics processing unit (GPU), yang harus tersedia dalam jumlah memadai.
Dana baru akan membantu perusahaan memperoleh lebih banyak kapasitas komputasi sekaligus memperluas timnya. Fal dilaporkan memiliki sekitar 185 karyawan. Perusahaan juga menyebut pendanaan dari Series E dan Series F akan mendukung pengembangan ekosistem serta rencana kerja pada 2027.
Dalam pernyataan resminya, Fal menyebut kapasitas inference dan pengembangan tim sebagai dua kebutuhan utama untuk menjalankan model generatif dalam skala besar. Perusahaan juga menyoroti penggunaan model gambar, video, dan audio dalam proses produksi berbagai industri.
Persaingan Penyedia Infrastruktur Inference Makin Ketat
Fal bukan satu-satunya perusahaan yang memperoleh perhatian investor di sektor ini. Penyedia layanan inference lain, seperti Fireworks AI, Baseten, dan Modal, juga mengalami pertumbuhan bisnis dan menggalang pendanaan dalam jumlah besar.
Fireworks AI, misalnya, mengumpulkan US$1,5 miliar dengan valuasi US$17,5 miliar pada Juli 2026. Sementara itu, Modal dilaporkan menggalang US$750 juta dengan valuasi US$15,75 miliar pada Oktober 2026.
Besarnya investasi menunjukkan bahwa infrastruktur untuk menjalankan model AI mulai dipandang sebagai bagian penting dari ekosistem teknologi. Perusahaan yang menyediakan akses model, kapasitas komputasi, dan sistem pengoperasian dapat menjadi penghubung antara pengembang AI dan bisnis yang ingin menggunakan teknologi tersebut.
Namun, pertumbuhan pendapatan tidak otomatis menjamin keuntungan yang besar. TechCrunch mencatat bahwa margin kotor perusahaan penyedia inference masih menghadapi tekanan karena biaya membeli atau menyewa kapasitas komputasi tergolong tinggi.
Dengan kata lain, perusahaan harus menyeimbangkan jumlah pelanggan dan penggunaan layanan dengan biaya GPU, pusat data, serta operasional lainnya. Semakin tinggi permintaan, semakin besar pula kebutuhan investasi untuk memastikan layanan tetap tersedia.
Tantangan Berikutnya Adalah Menjaga Pertumbuhan Tetap Menguntungkan
Fal dilaporkan telah mencapai pendapatan tahunan yang disetahunkan atau annualized revenue lebih dari US$800 juta pada 2026. Angka tersebut dilaporkan Bloomberg berdasarkan sumber yang mengetahui kondisi perusahaan, bukan laporan keuangan audit yang dipublikasikan Fal.
Pendapatan tahunan yang disetahunkan merupakan perkiraan dengan mengasumsikan laju pendapatan saat ini berlangsung selama satu tahun penuh. Karena itu, angka tersebut tidak sama dengan pendapatan aktual yang telah dibukukan sepanjang tahun.
Meski begitu, angka tersebut memberikan gambaran mengenai skala bisnis yang sedang dibangun Fal. Perusahaan kini perlu memastikan bahwa pertumbuhan penggunaan layanan dapat diikuti oleh kapasitas komputasi yang memadai tanpa membuat biaya operasional menggerus margin.
Pendanaan US$1,3 miliar memberi Fal ruang untuk memperbesar infrastruktur dan memperluas jangkauan bisnis. Namun, persaingan dari penyedia inference lain serta biaya komputasi yang tinggi tetap menjadi tantangan.
Kenaikan valuasi Fal mencerminkan besarnya ekspektasi investor terhadap infrastruktur AI generatif. Ke depan, ukuran keberhasilan perusahaan tidak hanya ditentukan oleh banyaknya model yang dapat diakses atau besarnya permintaan pelanggan, tetapi juga kemampuannya menjalankan layanan tersebut secara efisien dan menghasilkan keuntungan berkelanjutan.




Komentar