Endoxa Asia – Krisis perbankan di Paraguay berubah menjadi gejolak politik setelah Ueno Bank, salah satu bank digital terbesar di negara tersebut, kolaps dan membuat jutaan nasabah kehilangan akses ke tabungan mereka. Presiden Santiago Peña menawarkan pengunduran diri pada 5 November 2026, tetapi parlemen menolak tawaran tersebut dan memilih melanjutkan proses pemakzulan.
Dewan Perwakilan Rakyat Paraguay menyetujui pemakzulan Peña dengan suara bulat, 78 berbanding nol. Keputusan itu kemudian diteruskan ke Senat yang dijadwalkan menggelar proses persidangan pada 6 November. Peña juga menghadapi penyelidikan pidana terkait pengawasan terhadap Ueno Bank dan penempatan dana publik di lembaga keuangan tersebut.
Krisis ini tidak hanya menyangkut nasib pemerintahan Peña. Jutaan nasabah terdampak pembekuan rekening, sementara ribuan pekerja menghadapi ketidakpastian gaji dan pekerjaan. Kasus tersebut turut memunculkan pertanyaan tentang hubungan antara pemerintah, regulator, dan perusahaan keuangan yang berkembang pesat di Paraguay.
Pengunduran Diri Ditolak, Parlemen Tetap Lanjutkan Pemakzulan
Pada Kamis, 5 November, Peña mengumumkan melalui video yang diunggah ke platform X bahwa dirinya bersedia mundur demi menjaga stabilitas negara dan institusi demokrasi. Keputusan tersebut muncul setelah dukungan dari Partai Colorado, partai politik yang telah lama berkuasa di Paraguay, mulai berbalik arah.
Namun, pengumuman itu tidak otomatis mengakhiri krisis politik. Beberapa menit setelah Peña menyampaikan rencana pengunduran dirinya, majelis rendah parlemen menyetujui pemakzulan dengan hasil 78-0.
Kedua kamar parlemen kemudian menolak tawaran pengunduran diri Peña. Senat memilih melanjutkan proses pemakzulan, yang dapat berujung pada pencopotan presiden dari jabatannya.
Sebagian senator oposisi menilai proses tersebut harus diselesaikan agar Peña tidak memperoleh perlindungan hukum yang berpotensi melekat pada status mantan presiden yang menjadi senator seumur hidup. Mereka berpendapat bahwa pengunduran diri dapat mempertahankan kelayakannya untuk memperoleh posisi tersebut dan mempersulit proses hukum terhadapnya.
Peña menyatakan akan bekerja sama dengan penyelidikan. Dalam pernyataannya, ia mengatakan, “Apa pun hasil dari proses ini, saya akan bertindak dengan tanggung jawab dan menghormati Konstitusi.”
Jika Peña akhirnya dicopot, Wakil Presiden Pedro Alliana akan menggantikannya untuk melanjutkan masa jabatan hingga Agustus 2028.

Bagaimana Ueno Bank Bisa Kolaps?
Ueno Bank berkembang pesat sejak memperoleh lisensi perbankan pada 2023. Lembaga keuangan digital ini sebelumnya berasal dari perusahaan pembiayaan yang kemudian berganti merek. Dalam waktu kurang dari lima tahun, namanya menjadi sangat dikenal di Paraguay.
Bank tersebut mengklaim memiliki nasabah lebih dari 60 persen populasi orang dewasa di negara itu. Ueno juga memperluas kehadiran fisiknya melalui lebih dari 70 lokasi, menawarkan promosi belanja, serta menjadi sponsor tim sepak bola nasional Paraguay.
Namun, pertumbuhan cepat itu diikuti persoalan kualitas pinjaman dan kecukupan modal. Pemeriksaan regulator menemukan sejumlah pinjaman berisiko kepada perusahaan yang memiliki hubungan dengan pemilik bank. Sebagian pinjaman dilaporkan melampaui batas yang diperbolehkan dan tidak memiliki jaminan memadai.
Pada pemeriksaan berikutnya, regulator juga menemukan dokumentasi pinjaman yang tidak lengkap serta sejumlah pengeluaran yang keliru dihitung sebagai aset. Setelah pembukuan dikoreksi, modal Ueno Bank turun hingga kurang dari setengah batas minimum yang diwajibkan secara hukum.
Bank sentral Paraguay kemudian mengambil alih Ueno pada 3 November 2026. Langkah tersebut memulai proses pemindahan rekening dan aset yang masih dapat dipulihkan ke lembaga keuangan lain sebelum sisa aset bank dilikuidasi.
Aplikasi, kartu, dan layanan transfer Ueno kemudian tidak dapat digunakan. Nasabah mendatangi kantor cabang untuk mencari kepastian mengenai uang mereka, sementara kepanikan juga memicu lonjakan pembukaan rekening di bank lain hingga mengganggu layanan aplikasi sejumlah lembaga keuangan.
Hubungan Ueno Bank dengan Pemerintahan Peña Disorot
Kasus ini berkembang menjadi persoalan politik karena Ueno memiliki hubungan dengan lingkungan bisnis yang pernah terkait dengan Peña.
Sebelum menjadi presiden, Peña pernah memiliki kepemilikan saham di perusahaan yang berhubungan dengan Ueno. Ia menyatakan telah melepas kepemilikannya pada Maret 2025. Meski demikian, hubungan tersebut menjadi salah satu sumber pertanyaan mengenai potensi konflik kepentingan.
Sorotan lain tertuju pada Carlos Carvallo. Sebelum memimpin bank sentral Paraguay, Carvallo pernah menjabat sebagai presiden Financiera Ueno, perusahaan pendahulu Ueno Bank. Ia kemudian mengundurkan diri setelah regulator mengambil alih bank tersebut.
Hubungan antara bank, regulator, dan pemerintah menjadi perhatian karena Ueno mengelola dana publik dalam jumlah besar. Berdasarkan laporan bank hingga Oktober 2026, Ueno memiliki sekitar US$800 juta dalam bentuk simpanan publik, atau sekitar seperempat dari total simpanannya. Dana tersebut mencakup uang dari lembaga pensiun dan kesehatan negara serta operator pembangkit listrik tenaga air besar di Paraguay.
Jaksa Agung Paraguay memerintahkan tiga penyelidikan pidana terkait krisis tersebut. Pemeriksaan mencakup pengawasan pemerintah terhadap Ueno, penanganan kegagalan bank, serta penempatan dana publik di lembaga keuangan itu.
Penyelidikan juga mencakup dugaan keterlibatan Peña dan sejumlah pejabat pemerintah saat ini maupun sebelumnya. Hingga laporan terbaru, penyelidikan masih berjalan dan belum menjadi putusan pengadilan yang membuktikan kesalahan presiden.
Jutaan Nasabah Menunggu Pengembalian Dana
Dampak langsung kolapsnya Ueno Bank dirasakan oleh nasabah yang tidak dapat mengakses tabungan, pembayaran, maupun layanan perbankan sehari-hari. Situasi ini juga menyulitkan pekerja yang menerima gaji melalui bank tersebut.
Pemerintah Paraguay menyiapkan mekanisme pengembalian simpanan melalui dana penjaminan negara. Berdasarkan ketentuan yang disahkan parlemen, pembayaran dimulai pada 5 November untuk rekening kecil dengan saldo hingga sekitar US$1.600.
Dana penjaminan tersebut memberikan perlindungan hingga sekitar US$36.000 per nasabah. Bank sentral memperkirakan batas tersebut dapat mencakup seluruh saldo sekitar 97 persen nasabah Ueno.
Meski demikian, proses pengembalian dana tidak serta-merta menyelesaikan seluruh dampak krisis. Sebagian nasabah masih harus menunggu pemindahan rekening dan verifikasi saldo, sementara pekerja menghadapi persoalan upah yang tertahan.
Kementerian Tenaga Kerja Paraguay memperkirakan sekitar 7.000 pekerjaan langsung dan tidak langsung di bank serta perusahaan terkait terdampak oleh penutupan tersebut.
Kondisi ini memicu demonstrasi di ibu kota Asunción. Nasabah, pekerja, pensiunan, dan kelompok masyarakat lainnya menuntut pengembalian uang serta pertanggungjawaban pemerintah. Polisi bahkan menggunakan semprotan merica dan peluru karet untuk membubarkan sebagian massa.
Krisis Kepercayaan yang Melampaui Satu Bank
Kolapsnya Ueno Bank menjadi ujian bagi Paraguay, negara yang dalam beberapa tahun terakhir berupaya memperkuat reputasi ekonominya di mata investor internasional. Pertumbuhan ekonomi dan pengelolaan makroekonomi yang relatif stabil sebelumnya membantu negara tersebut memperoleh peringkat kredit layak investasi.
Namun, kasus Ueno memperlihatkan bahwa stabilitas ekonomi tidak selalu berarti pengawasan lembaga keuangan berjalan tanpa masalah. Ketika sebuah bank memiliki hubungan dengan tokoh politik dan mengelola dana publik dalam jumlah besar, kegagalannya dapat berkembang menjadi persoalan kepercayaan terhadap institusi negara.
Bagi Paraguay, persoalan berikutnya bukan hanya memastikan nasabah mendapatkan kembali simpanan mereka. Pemerintah juga harus menjawab pertanyaan mengenai bagaimana pinjaman berisiko dapat berkembang, bagaimana dana publik ditempatkan, dan apakah pengawasan regulator telah berjalan secara independen.
Nasib politik Peña kini bergantung pada proses di Senat, sementara penyelidikan pidana berjalan secara terpisah. Di tengah tekanan tersebut, penyelesaian krisis Ueno Bank akan menjadi ujian bagi kemampuan pemerintah Paraguay melindungi masyarakat sekaligus memulihkan kepercayaan terhadap sistem keuangannya.




Komentar