Ekonomi Bisnis

Pendapatan AMD Tembus US$13,4 Miliar, Bisnis AI Jadi Mesin Pertumbuhan

Pendapatan AMD Tembus US$13,4 Miliar, Bisnis AI Jadi Mesin Pertumbuhan
Pendapatan AMD Tembus US$13,4 Miliar, Bisnis AI Jadi Mesin Pertumbuhan

Endoxa Asia – Perusahaan semikonduktor Advanced Micro Devices (AMD) mencatat kinerja keuangan kuartalan terbaik sepanjang sejarahnya. Pada kuartal III 2026, pendapatan perusahaan mencapai US$13,4 miliar atau tumbuh 45 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut terutama ditopang bisnis pusat data atau data center yang semakin diuntungkan oleh meningkatnya kebutuhan infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Segmen ini menghasilkan pendapatan US$8,5 miliar, hampir dua kali lipat dibandingkan kuartal III 2025.

Akun No Kings Ditangguhkan Instagram, Meta Disorot Jelang Pemilu AS

Namun, lonjakan bisnis AI tidak diikuti seluruh lini usaha AMD. Pendapatan dari segmen gaming justru turun 40 persen menjadi US$773 juta. Kenaikan harga komponen, termasuk RAM, juga menjadi tantangan bagi pasar komputer dan perangkat konsumen.

Hasil keuangan yang diumumkan pada 3 November 2026 ini memperlihatkan bagaimana permintaan komputasi AI semakin memengaruhi arah bisnis AMD, sekaligus mengubah keseimbangan antara pasar pusat data dan produk konsumen.

Pendapatan AMD Naik 45 Persen dalam Setahun

Dalam laporan keuangan kuartal III 2026, AMD membukukan pendapatan US$13,377 miliar. Angka tersebut meningkat dari US$9,246 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja perusahaan juga membaik dari sisi keuntungan. Berdasarkan standar akuntansi GAAP, laba bersih AMD mencapai US$2,428 miliar, naik 95 persen secara tahunan. Laba per saham terdilusi tercatat US$1,46, dibandingkan US$0,75 pada kuartal III 2025.

Sementara itu, margin kotor perusahaan meningkat menjadi 54 persen dari 52 persen pada tahun sebelumnya. Jika menggunakan perhitungan non-GAAP, margin kotor AMD mencapai 56 persen dan laba bersihnya sebesar US$3,471 miliar.

CEO AMD Lisa Su menyebut kuartal tersebut sebagai periode dengan pendapatan dan profitabilitas tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.

New York Times Gugat Brave, Persoalkan Paywall dan Distribusi Konten ke AI

“Kami mencatat kuartal rekor dengan pendapatan yang melampaui batas atas proyeksi kami,” kata Su dalam pengumuman hasil keuangan perusahaan.

Ia juga menyoroti pertumbuhan penjualan produk Instinct dan EPYC yang terus menguat seiring meningkatnya kebutuhan komputasi pusat data.

Pusat Data Menyumbang 63 Persen Pendapatan AMD

Segmen Data Center menjadi kontributor terbesar bagi kinerja AMD pada kuartal III 2026. Pendapatannya mencapai US$8,5 miliar, meningkat 97 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Jumlah tersebut setara dengan sekitar 63 persen dari total pendapatan AMD pada kuartal tersebut. Artinya, hampir dua pertiga pemasukan perusahaan kini berasal dari bisnis pusat data.

Pertumbuhan ini didorong oleh permintaan terhadap prosesor server AMD EPYC dan GPU akselerator AI AMD Instinct MI450 Series. Kedua lini produk tersebut digunakan untuk mendukung kebutuhan komputasi dalam pusat data, termasuk pemrosesan beban kerja AI.

Lonjakan kebutuhan infrastruktur AI membuat perusahaan teknologi dan penyedia layanan komputasi awan membutuhkan lebih banyak prosesor serta akselerator untuk menjalankan model dan aplikasi berskala besar.

AMD berusaha mengambil peluang tersebut melalui pengembangan produk untuk pusat data dan kemitraan dengan pelanggan industri. Persaingan di pasar ini juga menjadi semakin penting karena perusahaan tidak hanya menawarkan chip, tetapi turut membangun ekosistem komputasi yang dibutuhkan pelanggan.

Reddit Uji Coba Iklan di Hasil Pencarian saat Trafik dari Google Menurun

Dalam laporan The Verge, CFO AMD Jean Hu memperkirakan bisnis pusat data dapat menyumbang lebih dari 80 persen total pendapatan perusahaan setelah 2027. Proyeksi tersebut menunjukkan betapa besarnya peran bisnis AI dalam strategi pertumbuhan jangka panjang AMD.

Bisnis Gaming Justru Turun 40 Persen

Di tengah pertumbuhan pusat data, bisnis gaming AMD menghadapi kondisi berbeda. Pendapatan segmen ini turun 40 persen secara tahunan menjadi US$773 juta pada kuartal III 2026.

AMD mengaitkan penurunan tersebut dengan berkurangnya pendapatan dari bisnis semikonduktor konsol (semi-custom) dan grafis. Penurunan ini menjadi kontras dengan pertumbuhan pesat penjualan prosesor server dan akselerator AI.

Sementara itu, bisnis Client yang mencakup prosesor untuk komputer pribadi justru masih tumbuh 7 persen menjadi US$2,9 miliar. Pertumbuhan tersebut didorong oleh penjualan prosesor mobile AMD Ryzen.

Jika digabungkan, segmen Client dan Gaming menghasilkan US$3,7 miliar, turun 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan demikian, pelemahan pada bisnis gaming lebih besar daripada pertumbuhan yang dicatat lini komputer pribadi.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa pertumbuhan AMD tidak berlangsung merata. Permintaan terhadap chip untuk pusat data meningkat tajam, sementara bisnis yang berkaitan dengan perangkat konsumen menghadapi tekanan berbeda.

Ledakan AI Ikut Menekan Harga Komponen PC

Salah satu persoalan yang disoroti Lisa Su adalah kenaikan harga komponen yang memengaruhi harga akhir perangkat konsumen.

Permintaan besar dari perusahaan pusat data AI membuat pasokan sejumlah komponen, termasuk memori RAM, semakin ketat. Produsen memori juga menghadapi pilihan untuk mengalokasikan kapasitas produksi ke produk yang lebih menguntungkan bagi kebutuhan pusat data.

Akibatnya, harga komponen dapat meningkat dan mendorong produsen komputer menyesuaikan harga perangkat mereka. Konsumen yang menghadapi harga lebih tinggi berpotensi menunda pembelian atau memilih produk dengan spesifikasi lebih rendah.

Su mengatakan pasar konsumen cenderung lebih sensitif terhadap kenaikan harga sistem dibandingkan pelanggan pusat data. AMD pun mulai melihat perlambatan penjualan produk konsumen.

Dalam konferensi laporan keuangan, Su menyampaikan bahwa perusahaan sedang mempersiapkan kemungkinan tahun yang lebih lemah bagi pasar konsumen pada 2027.

“Kami merencanakan bisnis dengan mempertimbangkan kondisi saat ini untuk menghadapi tahun yang menurun pada 2027,” ujarnya.

Pernyataan tersebut merupakan pandangan manajemen AMD mengenai prospek pasar, bukan kepastian bahwa seluruh penjualan PC dan perangkat gaming akan mengalami penurunan.

AMD Perkirakan Pendapatan Kembali Cetak Rekor

Meski menghadapi tantangan di pasar konsumen, AMD memperkirakan pertumbuhan bisnis akan berlanjut pada kuartal berikutnya.

Perusahaan memproyeksikan pendapatan kuartal IV 2026 mencapai sekitar US$17 miliar, dengan toleransi sekitar 3 persen. Jika tercapai, angka tersebut akan menjadi rekor baru dan mencerminkan pertumbuhan sekitar 66 persen dibandingkan kuartal IV tahun sebelumnya.

Manajemen memperkirakan permintaan terhadap produk pusat data akan menjadi salah satu pendorong utama peningkatan tersebut. AMD juga sedang meningkatkan produksi platform Helios dan prosesor generasi berikutnya, Venice.

Untuk 2027, Lisa Su memperkirakan pendapatan perusahaan dapat tumbuh lebih dari 80 persen, dengan pusat data menjadi kontributor pertumbuhan terbesar.

Proyeksi tersebut memperlihatkan arah strategi AMD yang semakin bertumpu pada kebutuhan komputasi AI. Namun, perusahaan tetap perlu menghadapi persaingan di pasar akselerator, ketersediaan pasokan komponen, dan perubahan permintaan konsumen.

Kinerja kuartal III 2026 menunjukkan bahwa ledakan AI telah menjadi mesin pertumbuhan utama AMD. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan momentum pusat data tanpa kehilangan daya saing di pasar PC dan gaming yang selama ini menjadi bagian penting bisnis perusahaan.

About The Author

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *