Endoxa Asia – Kemenangan Abdul El-Sayed dalam pemilihan Senat Amerika Serikat dari Michigan membawa dua isu besar ke perhatian publik: sejarah keterwakilan Muslim di Kongres dan perdebatan mengenai dukungan militer Washington kepada Israel. Setelah dinyatakan menang atas kandidat Partai Republik Mike Rogers, El-Sayed menyampaikan dukungan terhadap rencana Presiden Donald Trump untuk menghentikan bantuan militer AS kepada Israel.
Dalam wawancara dengan NPR pada 4 November 2026, El-Sayed menyebut kebijakan Trump tersebut sebagai langkah yang tepat. Namun, dukungannya tidak berhenti pada penghentian bantuan militer. Ia juga ingin pemerintah AS menghentikan penjualan persenjataan yang menurutnya digunakan untuk melakukan pelanggaran terhadap warga Palestina.
Kemenangan ini sekaligus menjadikan El-Sayed orang Muslim pertama yang terpilih menjadi anggota Senat AS. Ia akan mulai menjalankan tugasnya pada Januari 2027, setelah mengalahkan Rogers dalam pemilihan yang menjadi salah satu persaingan paling diperhatikan pada pemilu sela 2026.
El-Sayed Sepakat dengan Trump soal Bantuan Militer Israel
Dalam wawancara bersama program Morning Edition NPR, El-Sayed menanggapi pengumuman Trump mengenai rencana penghentian bantuan militer AS kepada Israel.
“I think the president is actually right on this policy,” kata El-Sayed kepada NPR.
Ia kemudian menyampaikan bahwa pemerintah AS seharusnya juga menghentikan penjualan senjata yang digunakan untuk tindakan yang ia sebut sebagai genosida dan apartheid terhadap Israel.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa posisi El-Sayed bahkan lebih luas daripada pengumuman Trump. Ia tidak hanya mempersoalkan bantuan militer langsung, tetapi juga hubungan perdagangan persenjataan antara kedua negara.
Meski demikian, kesamaan pandangan tersebut terbatas pada kebijakan bantuan militer Israel. El-Sayed dan Trump memiliki latar belakang politik serta agenda yang berbeda. El-Sayed berasal dari sayap progresif Partai Demokrat, sedangkan Trump merupakan presiden dari Partai Republik.
Trump Berencana Mengakhiri Bantuan Militer pada Akhir 2026
Trump sebelumnya mengumumkan rencana menghentikan sekitar US$4 miliar bantuan militer tahunan AS kepada Israel pada akhir 2026. Ia mengklaim telah mencapai kesepakatan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengenai rencana tersebut.
Namun, pengumuman itu memunculkan pertanyaan mengenai pelaksanaannya. Kesepakatan bantuan militer AS-Israel yang berlaku saat ini mengatur dukungan sekitar US$3,8 miliar per tahun hingga akhir 2028.
Perbedaan jadwal tersebut membuat rencana Trump belum bisa dipahami sebagai perubahan yang sudah terlaksana. Pemerintah AS masih perlu menjelaskan bagaimana penghentian bantuan akan dilakukan, termasuk bagaimana kebijakan tersebut akan berhubungan dengan komitmen yang sudah berjalan.
Trump juga menyatakan bahwa Israel masih dapat membeli persenjataan buatan AS. Hal ini berbeda dengan tuntutan El-Sayed yang ingin menghentikan penjualan senjata apabila persenjataan tersebut digunakan untuk tindakan yang melanggar hak warga Palestina.
Dengan demikian, keduanya memiliki titik temu dalam rencana mengakhiri bantuan militer, tetapi belum tentu sepakat mengenai pembatasan hubungan persenjataan AS dan Israel secara keseluruhan.
El-Sayed Ingin Dana AS Diprioritaskan untuk Kebutuhan Dalam Negeri
Kritik El-Sayed terhadap bantuan militer ke luar negeri berkaitan dengan agenda ekonominya. Selama kampanye, ia mengusung isu penurunan biaya hidup, layanan kesehatan, serta pembatasan pengaruh uang korporasi dalam politik.
Ia berpendapat bahwa dana publik AS seharusnya lebih banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di dalam negeri. Dalam wawancara dengan NPR, ia juga mempertanyakan dukungan militer Washington kepada negara lain, termasuk Mesir, Arab Saudi, Yordania, dan Pakistan.
Pandangan tersebut memperlihatkan bahwa kritiknya tidak hanya berfokus pada Israel. El-Sayed ingin pemerintah meninjau kembali prioritas belanja militer luar negeri secara lebih luas.
Namun, penghentian bantuan militer kepada Israel tidak otomatis membuat dana tersebut dialihkan ke layanan kesehatan, pendidikan, atau program sosial di AS. Seperti dijelaskan PolitiFact dalam pemeriksaan fakta mengenai isu ini, keputusan untuk mengurangi bantuan luar negeri tidak secara langsung menentukan penggunaan anggaran berikutnya.
Pengalihan dana tetap membutuhkan keputusan anggaran dan proses politik tersendiri. Pemerintah dapat memilih menggunakannya untuk mengurangi defisit, membiayai program domestik, atau menetapkan prioritas lainnya.
Isu Israel Menjadi Titik Perdebatan dalam Kampanye Michigan
Sikap El-Sayed terhadap Israel menjadi salah satu isu paling kontroversial sepanjang kampanye Senat di Michigan. Ia berulang kali mengkritik bantuan militer AS dan tindakan Israel di Gaza. Posisi tersebut membuatnya mendapat dukungan dari sebagian pemilih progresif, tetapi juga memunculkan penolakan dari kelompok lain.
Perselisihan bahkan terjadi di internal Partai Demokrat. Haley Stevens, anggota DPR AS yang sebelumnya menjadi lawan El-Sayed dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat, akhirnya mendukung Rogers menjelang pemungutan suara.
Stevens mengkritik pernyataan El-Sayed mengenai Israel dan meminta kandidat tersebut mengecam sebuah iklan kampanye yang menghubungkan bantuan militer AS kepada Israel dengan kenaikan harga kebutuhan sehari-hari. El-Sayed menyatakan iklan itu bukan dibuat oleh timnya dan mengatakan tidak sepakat dengan isinya.
Kontroversi tersebut memperlihatkan perpecahan di kalangan Demokrat mengenai pendekatan terhadap Israel. Sebagian kelompok menilai bantuan militer perlu dibatasi karena dampaknya terhadap warga Palestina, sementara kelompok lain menganggap dukungan kepada Israel tetap menjadi bagian penting dari kebijakan luar negeri AS.
Persoalan ini juga memiliki dimensi lokal. Michigan memiliki komunitas Muslim dan Arab-Amerika yang menjadi perhatian dalam pemilu, sekaligus komunitas Yahudi yang memiliki pandangan beragam mengenai konflik Israel-Palestina.
Kemenangan Bersejarah di Tengah Serangan Politik
El-Sayed, 42 tahun, merupakan mantan pejabat kesehatan masyarakat di Wayne County dan Kota Detroit. Ia sebelumnya pernah mencalonkan diri sebagai gubernur Michigan pada 2018, tetapi tidak berhasil memenangkan pemilihan pendahuluan Partai Demokrat.
Dalam pemilihan Senat 2026, ia menghadapi Rogers, mantan anggota DPR AS sekaligus mantan agen FBI yang mendapat dukungan Trump dan sejumlah tokoh Partai Republik.
Kampanye El-Sayed diwarnai serangan politik yang menyinggung agama dan latar belakangnya. Trump dan sejumlah politisi Republik mengaitkannya dengan Muslim Brotherhood, sementara El-Sayed membantah pernah menjadi anggota organisasi tersebut.
CBS News juga melaporkan bahwa Trump menggunakan retorika yang menghubungkan El-Sayed dengan ancaman ekstremisme dalam seruan kepada pemilih Michigan agar tidak memilihnya. Serangan tersebut menuai kritik karena dianggap memanfaatkan identitas Muslim kandidat untuk membangun kecurigaan politik.
Meski menghadapi kontroversi, El-Sayed berhasil mengalahkan Rogers dan mempertahankan kursi Senat Michigan untuk Partai Demokrat. Kemenangan itu sekaligus menjadi pencapaian bersejarah bagi keterwakilan Muslim di lembaga legislatif federal AS.
Posisi El-Sayed Bisa Memengaruhi Perdebatan Demokrat
Kemenangan El-Sayed tidak hanya berdampak pada representasi politik Muslim di Senat. Posisi progresifnya juga dapat memperkuat perdebatan internal Partai Demokrat mengenai bantuan militer ke Israel, pengeluaran pertahanan, dan prioritas anggaran pemerintah.
Michigan memiliki posisi penting dalam politik nasional AS. Negara bagian ini menjadi salah satu medan persaingan utama dalam pemilu dan dijadwalkan kembali menjadi perhatian dalam proses politik menuju pemilihan presiden 2028.
El-Sayed sendiri menyatakan masih ada pekerjaan yang harus dilakukan untuk membangun dukungan dan menjembatani perbedaan di masyarakat. Ia mengatakan kepada NPR bahwa selalu ada ruang untuk membangun percakapan dan hubungan dengan kelompok pemilih yang belum sepakat dengannya.
Ke depan, perhatian terhadap El-Sayed tidak hanya akan tertuju pada sikapnya mengenai Israel. Agenda layanan kesehatan, biaya hidup, dan pengaruh korporasi dalam politik juga akan menjadi ukuran bagaimana ia menjalankan mandat sebagai senator.
Dukungan terhadap rencana Trump menghentikan bantuan militer Israel menjadi salah satu pernyataan awal yang menegaskan posisinya. Namun, realisasi kebijakan tersebut tetap bergantung pada proses pemerintahan dan keputusan anggaran di Washington.




Komentar