Endoxa Asia – Mobil listrik BYD Atto 1 mengalami kerusakan pada bagian roda belakang setelah terlibat insiden di Jalan Ring Road Raya, dekat Exit Tol Kapuk, Kamal, Cengkareng, Jakarta Barat, Senin (2/11/2026). Kendaraan tersebut dilaporkan sempat menabrak pembatas jalan sebelum as rodanya patah dan terlepas.
Peristiwa ini menarik perhatian setelah dokumentasi kendaraan yang mengalami kerusakan beredar di media sosial. Bagian roda belakang terlihat tidak lagi berada pada posisi normal sehingga mobil harus dievakuasi menggunakan kendaraan derek.
PT BYD Motor Indonesia telah memberikan tanggapan. Perusahaan menyebut tim aftersales sedang berkoordinasi dengan pihak pemilik kendaraan untuk mendapatkan informasi lebih lengkap melalui pemeriksaan menyeluruh.
Hingga Rabu (4/11/2026), belum ada hasil pemeriksaan teknis yang dipublikasikan untuk memastikan penyebab kerusakan tersebut.
Kronologi BYD Atto 1 Patah As Roda di Cengkareng
Insiden terjadi sekitar pukul 04.00 WIB ketika BYD Atto 1 melintas di Jalan Ring Road Raya, dekat Exit Tol Kapuk. Berdasarkan keterangan pengemudi kepada petugas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat, kendaraan sebelumnya menabrak pembatas jalan saat melaju dari arah Cengkareng menuju Tegal Alur.
Meski mengalami benturan, mobil disebut masih dapat berjalan sekitar satu hingga dua kilometer. Setelah itu, pengemudi mendengar suara benturan berulang sebelum bagian roda belakang mengalami kerusakan.
Pengemudi menjelaskan bahwa komponen roda tersebut tiba-tiba terlepas setelah kendaraan sempat melanjutkan perjalanan.
“Saya masih jalan, kira-kira 1 atau 2 kilometer ya. Nah dari situ tiba-tiba, brak-brak, gitu aja langsung coplok,” ujar pengemudi, seperti dikutip detikOto.
Ia menduga kerusakan tersebut berkaitan dengan benturan yang dialami kendaraan sebelumnya. Namun, dugaan itu belum dapat dipastikan sebagai penyebab teknis tanpa pemeriksaan kendaraan.
Bagian yang terlihat mengalami kerusakan berada pada roda belakang. Kendaraan kemudian dipinggirkan agar tidak mengganggu arus lalu lintas di sekitar lokasi.
BYD Indonesia Lakukan Pemeriksaan Kendaraan
Menanggapi insiden tersebut, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, menyampaikan bahwa informasi awal yang diterima perusahaan menunjukkan adanya benturan keras dengan pembatas jalan atau trotoar.
“Terkait insiden kecelakaan yang melibatkan BYD Atto 1 di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, pada 2 November 2026, berdasarkan informasi saat ini yang kami terima, insiden diakibatkan benturan keras kepada pembatas jalan/trotoar,” kata Luther kepada detikOto, Rabu (4/11/2026).
Ia menambahkan bahwa tim aftersales BYD telah berkoordinasi dengan pihak perusahaan pemilik kendaraan untuk memperoleh informasi yang lebih akurat melalui pemeriksaan lengkap.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa BYD masih mengumpulkan informasi mengenai kondisi kendaraan setelah benturan. Perusahaan belum mengumumkan hasil pemeriksaan yang dapat menjelaskan secara rinci penyebab as roda mengalami kerusakan.
Karena itu, belum tepat untuk menyimpulkan bahwa kejadian tersebut disebabkan cacat produksi, kelemahan konstruksi, atau kegagalan komponen bawaan BYD Atto 1.
Petugas Dishub Evakuasi Kendaraan
Setelah kendaraan mengalami kerusakan, petugas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat melakukan penanganan di lokasi. Pengawas Tim Tindak Sudinhub Jakarta Barat, Endang Mulyono, menjelaskan bahwa mobil tersebut harus dipindahkan agar tidak menghambat lalu lintas.
Petugas terlebih dahulu meminggirkan kendaraan ke lokasi yang lebih aman. Selanjutnya, satu unit mobil derek didatangkan untuk membawa BYD Atto 1 ke bengkel terdekat.
Selama proses evakuasi berlangsung, petugas juga melakukan pengaturan arus kendaraan dan sterilisasi area. Penanganan ini diperlukan untuk mengurangi risiko kemacetan maupun gangguan keselamatan pengguna jalan lainnya.
Insiden tersebut juga menjadi pengingat bahwa kerusakan kendaraan setelah benturan tidak selalu langsung terlihat atau membuat mobil berhenti seketika. Dalam kasus ini, pengemudi menyebut kendaraan masih dapat bergerak sebelum kerusakan roda belakang menjadi lebih jelas.
Insiden Kembali Memunculkan Perhatian terhadap Komponen Kaki-Kaki BYD
Peristiwa di Cengkareng mengingatkan publik pada laporan kerusakan as roda yang sebelumnya melibatkan BYD M6 di Samarinda pada 2026. Kemunculan laporan berbeda yang sama-sama berkaitan dengan komponen roda membuat perhatian terhadap aspek keselamatan kendaraan BYD kembali meningkat.
Namun, dua insiden pada model berbeda tidak otomatis membuktikan adanya masalah sistemik pada seluruh kendaraan BYD. Kondisi masing-masing kendaraan, riwayat penggunaan, tingkat benturan, serta hasil pemeriksaan teknis perlu diketahui sebelum menarik kesimpulan.
Dalam kasus Atto 1 di Cengkareng, informasi awal dari pengemudi dan BYD sama-sama menyebut adanya benturan dengan pembatas jalan sebelum kerusakan roda terjadi. Meski demikian, hubungan antara benturan dan kerusakan komponen tetap perlu dikonfirmasi melalui pemeriksaan.
Hasil pemeriksaan juga penting untuk menjelaskan apakah kerusakan hanya terjadi pada komponen tertentu atau melibatkan bagian lain dari sistem kaki-kaki kendaraan.
Hasil Pemeriksaan Jadi Kunci Menjawab Kekhawatiran Konsumen
Kasus ini memperlihatkan pentingnya transparansi produsen dalam menangani insiden yang berkaitan dengan keselamatan kendaraan. Konsumen membutuhkan informasi yang jelas mengenai penyebab kerusakan, langkah perbaikan, serta kemungkinan risiko apabila ditemukan masalah pada komponen tertentu.
Bagi pemilik kendaraan, pemeriksaan setelah mengalami benturan keras juga tidak sebaiknya hanya berfokus pada bagian bodi yang terlihat rusak. Komponen roda, suspensi, sistem kemudi, dan bagian lain yang terdampak perlu diperiksa oleh teknisi sesuai prosedur keselamatan.
Untuk BYD Atto 1 yang mengalami insiden di Cengkareng, perhatian berikutnya tertuju pada hasil pemeriksaan tim aftersales. Informasi tersebut akan menjadi dasar untuk mengetahui apakah kerusakan berkaitan langsung dengan benturan atau terdapat faktor teknis lain yang perlu ditindaklanjuti.
Sampai hasil pemeriksaan diumumkan, insiden ini sebaiknya dipahami sebagai kasus kerusakan kendaraan setelah benturan, bukan bukti bahwa BYD Atto 1 memiliki cacat produksi atau masalah keselamatan yang berlaku untuk seluruh unit.




Komentar