
Key Insights:
- Srikandi Jaga Desa menggelar Musyawarah Nasional (Munas) perdana di Jakarta sebagai langkah konsolidasi sebelum pelantikan pengurus nasional dan daerah.
- Organisasi sayap ABPEDNAS ini mendorong penguatan peran perempuan dalam pembangunan desa, perlindungan generasi muda, dan pemberdayaan ekonomi berbasis UMKM.
- Perempuan dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan sosial dan menciptakan pertumbuhan ekonomi di tingkat akar rumput.
Srikandi Jaga Desa merupakan organisasi sayap resmi Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) yang dibentuk untuk memperkuat partisipasi perempuan dalam pembangunan desa. Organisasi ini berfokus pada penguatan ketahanan sosial, perlindungan generasi muda, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
Ketua Umum DPP Srikandi Jaga Desa Ella Nurlaela Tubagoes mengatakan, perempuan memiliki peran besar di berbagai sektor, mulai dari keluarga, ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat. Karena itu, diperlukan wadah yang terorganisasi agar kontribusi perempuan dapat memberikan dampak yang lebih luas.
“Srikandi Jaga Desa akan menjadi mitra pemerintah desa, BPD, dan masyarakat dalam mengawal pembangunan yang transparan, mendorong pemberdayaan UMKM, ketahanan pangan, peningkatan kualitas SDM, perlindungan perempuan dan anak, serta penguatan ekonomi keluarga,” ujar Ella.
Pembentukan organisasi ini juga didorong oleh besarnya kontribusi perempuan terhadap perekonomian nasional. Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 menunjukkan sebanyak 64,5 persen pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia merupakan perempuan, atau setara sekitar 37 juta orang. Kontribusi sektor UMKM yang dikelola perempuan juga menyumbang sekitar 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
Baca juga: Ketika Uang Rp29,9 Miliar Masuk ke Bisnis yang Jarang Jadi Bahan Obrolan
Data tersebut memperlihatkan bahwa pemberdayaan perempuan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan keluarga, tetapi juga berhubungan langsung dengan ketahanan ekonomi desa. Kemandirian ekonomi masyarakat dinilai menjadi fondasi penting untuk memperkuat daya tahan desa dalam menghadapi berbagai tantangan sosial dan ekonomi.

Dewan Pembina ABPEDNAS sekaligus Bendahara Umum Srikandi Jaga Desa Maya Miranda Ambarsari menilai perempuan kini memegang peran yang semakin strategis dalam pembangunan.
“Perempuan bukan lagi sekadar pelengkap ornamen pembangunan, melainkan elemen strategis yang memegang kunci efisiensi dan inovasi ekonomi. Ketika potensi lokal dikelola dengan pendekatan yang inklusif dan modern oleh para perempuan tangguh ini, desa tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan baru yang mandiri,” kata Maya.
Selain penguatan ekonomi, organisasi ini juga menempatkan perempuan sebagai bagian penting dalam pengawasan pembangunan desa. Ketua Dewan Pengawas ABPEDNAS Prof. Dr. Reda Manthovani menegaskan keterlibatan aktif perempuan dalam mengawal kebijakan desa dapat membantu menekan potensi penyimpangan sekaligus meningkatkan perlindungan terhadap ruang hidup masyarakat.
Ketua Umum DPP ABPEDNAS Indra Utama menambahkan bahwa pembangunan desa tidak dapat dilakukan secara parsial tanpa melibatkan perempuan. Menurutnya, sinergi antara Badan Permusyawaratan Desa dan inisiatif perempuan akan membentuk ekosistem desa yang lebih tangguh dan adaptif menghadapi perubahan.
Pesan serupa juga disampaikan Dewan Pembina Srikandi Jaga Desa, Sherly Tjoanda Laos, menjelang pelantikan pengurus di Jakarta. Menurutnya, penguatan peran perempuan di desa harus dimulai dari ketahanan keluarga dan kemandirian ekonomi.
“Kemandirian ekonomi dan ketahanan mental generasi muda bermula dari kekuatan di dalam keluarga. Oleh karena itu, Srikandi Jaga Desa harus berani mengambil panggung kepemimpinan; menggerakkan roda ekonomi melalui UMKM, sekaligus menjadi tameng pelindung bagi anak-anak kita,” ujar Sherly dalam pesannya.
Sherly juga menilai perempuan yang memiliki kemandirian ekonomi akan memiliki posisi yang lebih kuat dalam menentukan arah pembangunan di lingkungannya.
“Perempuan yang berdaya secara ekonomi otomatis akan memiliki suara yang lebih lantang dalam menentukan masa depan desanya,” kata dia.



