Key Insights
- Descendants of the Sun versi Indonesia akan hadir di bioskop pada 2027 dengan Reza Rahadian dan Dian Sastrowardoyo sebagai pemeran utama.
- Hanung Bramantyo akan mengadaptasi kisah populer Korea Selatan tersebut ke dalam konteks militer, medis, budaya, dan geografis Indonesia.
- Produksinya melibatkan perusahaan dari Indonesia, Korea Selatan, dan Malaysia, dengan distribusi yang disiapkan untuk pasar internasional.
Kisah Descendants of the Sun versi Indonesia akan segera berpindah dari layar drama Korea ke bioskop Tanah Air. Dapur Film mengumumkan adaptasi layar lebar yang disutradarai Hanung Bramantyo dan dibintangi Reza Rahadian serta Dian Sastrowardoyo, dengan jadwal tayang pada 2027.
Dalam versi Indonesia ini, Reza akan mengadaptasi karakter Kapten Yoo Shi Jin sebagai seorang perwira militer, sementara Dian memerankan sosok dokter bedah yang berdedikasi pada tugas kemanusiaan. Keduanya menjadi pusat cerita yang tetap membawa elemen romansa dan kemanusiaan dari karya aslinya.
Adaptasi tersebut tidak sekadar memindahkan cerita ke Indonesia. Latar, kondisi geografis, dinamika penugasan militer, serta situasi medis akan disesuaikan dengan konteks lokal.
Hanung Bramantyo mengatakan pendekatan tersebut menjadi salah satu tantangan utama dalam menggarap proyek ini. Menurutnya, tim produksi ingin memasukkan dinamika kehidupan prajurit TNI dan tenaga medis Indonesia tanpa kehilangan inti cerita.
“Kami tidak hanya mengadaptasi jalan cerita, tetapi juga mengintegrasikan jiwa serta dinamika kehidupan prajurit TNI dan tenaga medis Indonesia.”
Reuni Reza Rahadian dan Dian Sastrowardoyo juga menjadi salah satu daya tarik proyek ini. Meski keduanya telah lama berkarier di industri film Indonesia dan saling mengenal, proyek ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk tampil sebagai pasangan dalam kisah romantis.
Dian mengaku antusias dengan kesempatan tersebut. Sementara bagi Reza, proyek ini sekaligus mempertemukannya kembali dengan Hanung Bramantyo, sutradara yang telah beberapa kali bekerja bersamanya sejak Perempuan Berkalung Sorban pada 2009.
“Mas Hanung bagi saya sudah seperti Kakak,” ujar Reza mengenai hubungan profesionalnya dengan sang sutradara.
Selain Reza dan Dian, film ini juga akan menampilkan Eva Celia. Ia mengaku sempat merasa gugup ketika pertama kali mendapatkan tawaran untuk bergabung karena proyek tersebut menghadirkan tantangan tersendiri.
Descendants of the Sun Versi Indonesia dan Tantangan Adaptasi Lokal
Mengadaptasi drama yang sudah dikenal luas ke dalam konteks Indonesia membawa tantangan yang berbeda dari sekadar membuat ulang sebuah cerita. Dunia militer dan medis yang menjadi bagian penting dalam Descendants of the Sun perlu ditempatkan dalam realitas sosial serta institusi yang berbeda.
Karena itu, produksi akan melibatkan berbagai lokasi strategis dan kolaborasi dengan unsur instansi terkait. Pengambilan gambar utama atau principal photography dijadwalkan dimulai pada akhir 2026.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa versi Indonesia akan berusaha membangun dunia cerita yang memiliki identitas lokal, khususnya melalui penggambaran tugas militer dan operasi medis yang dibuat relevan dengan lingkungan Indonesia.
Di saat yang sama, proyek ini tidak berdiri sebagai produksi lokal semata. Film tersebut melibatkan kolaborasi perusahaan dari tiga negara, yakni Indonesia, Korea Selatan, dan Malaysia.
Dari Indonesia, sejumlah perusahaan yang terlibat adalah Dapur Film, RFA, NEWKO Global Entertainment, Dwi Warna Sentosa (Tobali Film), dan Piring Langit. Dari Korea Selatan terdapat Next Entertainment World (NEW) serta Barunson C&C, sementara Malaysia diwakili D BAY FILM FACTORY SDN. BHD.
Jangkauan proyek ini juga disiapkan melampaui pasar Indonesia. Barunson E&A akan menangani penjualan internasional, sedangkan Contents Panda, anak perusahaan NEW, akan mengurus distribusi film di Korea Selatan.
Dengan demikian, Descendants of the Sun versi Indonesia bukan hanya mencoba membawa kembali kisah romansa yang pernah populer ke medium film, tetapi juga menjadi proyek kolaborasi lintas negara dengan konteks cerita yang disesuaikan untuk penonton Indonesia.
Film ini dijadwalkan memulai produksi pada akhir 2026 sebelum menyapa penonton bioskop Indonesia pada 2027. Bagi Reza Rahadian dan Dian Sastrowardoyo, proyek tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk membangun chemistry sebagai pasangan layar lebar dalam cerita yang mempertemukan romansa, profesi, dan situasi penuh tantangan.



Komentar