
Key Insights :
• SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 hadir dengan identitas baru sebagai bagian dari jaringan global SIAL.
• Pameran akan mempertemukan pelaku industri pangan dari lebih dari 15 negara dan menampilkan lebih dari 1.000 merek.
• Penguatan jaringan internasional membuka peluang baru bagi perdagangan, ekspor, investasi, dan kolaborasi bisnis pangan Indonesia.
Perubahan ini bukan sekadar pergantian nama. Integrasi dengan SIAL Network diarahkan untuk memperluas koneksi pelaku industri pangan Indonesia dengan buyer, distributor, investor, dan mitra bisnis dari berbagai negara. Dengan jaringan tersebut, Indonesia diposisikan sebagai salah satu titik temu perdagangan pangan internasional di kawasan Asia.
SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 akan berlangsung pada 4–6 November 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta. Pameran ini akan menghadirkan peserta dari lebih dari 15 negara yang berasal dari kawasan Tiongkok, Asia-Pasifik, Eropa, hingga Timur Tengah dan Afrika. Lebih dari 1.000 merek dijadwalkan ambil bagian dalam ajang tersebut.
Managing Director SIAL Network – ASEAN & India, Henri Tan, mengatakan penguatan identitas tersebut mencerminkan meningkatnya posisi Indonesia dalam ekosistem pangan global.
“SIAL Food & Drinks Indonesia bukan sekadar identitas baru, tetapi merupakan penguatan posisi Indonesia dalam jaringan global SIAL,” ujar Henri.
Menurutnya, integrasi dengan jaringan internasional diharapkan dapat mempertemukan pelaku industri Indonesia dengan peluang pasar global, sekaligus membawa inovasi, investasi, dan buyer internasional lebih dekat ke pasar domestik.
Skala jaringan SIAL sendiri memberikan konteks terhadap ambisi tersebut. Portofolio SIAL mencakup 12 pameran internasional yang setiap tahunnya melibatkan lebih dari 17.000 peserta pameran dan sekitar 700.000 pengunjung bisnis profesional dari 195 negara dan wilayah. Jaringannya mencakup sejumlah pameran seperti SIAL Paris, SIAL China, SIAL Canada, SIAL India, Food & Drinks Malaysia by SIAL, hingga SIAL Vietnam.
Bagi pelaku industri pangan Indonesia, koneksi tersebut menjadi semakin relevan ketika perdagangan makanan dan minuman tidak lagi hanya bergantung pada pasar domestik. Akses terhadap buyer internasional, perkembangan tren konsumsi, inovasi produk, dan jejaring distribusi menjadi bagian penting dalam memperluas pasar serta meningkatkan daya saing produk lokal.
Di Indonesia, pameran ini akan menggunakan pendekatan B2B dengan mempertemukan produsen, distributor, importir, eksportir, retailer, pelaku food service, investor, dan pemerintah. Program business matching juga disiapkan untuk mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra secara lebih terarah.
Selain agenda bisnis, SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 akan menghadirkan sejumlah program seperti SIAL Culinary Masters Asia (SCMA), SIAL Innovation, Business Matching Program, dan Barista Competition. Program tersebut dirancang untuk mempertemukan aspek perdagangan dengan inovasi dan perkembangan industri pangan.
Penyelenggaraan SIAL Food & Drinks Indonesia dilakukan oleh Seven Event bersama Comexposium. Kehadiran jaringan global SIAL membuat pameran ini tidak hanya menjadi tempat memperkenalkan produk pangan, tetapi juga bagian dari ekosistem perdagangan yang menghubungkan pasar Indonesia dengan rantai industri makanan dan minuman internasional.
Dengan membawa lebih banyak koneksi global ke Jakarta, SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 berpotensi menjadi salah satu ruang penting bagi industri pangan nasional untuk membaca arah pasar, menemukan mitra baru, sekaligus memperluas jangkauan produk Indonesia ke pasar internasional.



