
Key Takeaways
- ICE BSD menjadi tuan rumah GSDC 2026 dengan delegasi dari lebih dari 100 negara.
- Keberlanjutan diintegrasikan melalui efisiensi energi dan pengelolaan sampah sirkular.
- Sebuah pusat konvensi modern yang menggabungkan skala global dan konektivitas strategis.
Tahun ini, pusat konvensi di BSD City tersebut dipercaya menjadi tuan rumah Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026, sebuah forum internasional yang mempertemukan para pemimpin, akademisi, pelaku industri, dan pembuat kebijakan dalam percakapan mengenai masa depan yang lebih berkelanjutan.
Lebih dari sekadar venue berskala besar, ICE BSD menghadirkan pendekatan yang semakin relevan dengan lanskap event modern: mengintegrasikan operasional kelas dunia dengan tanggung jawab lingkungan. Pencahayaan alami, penggunaan lampu LED hemat energi, sistem daur ulang air, hingga fasilitas pengisian kendaraan listrik menjadi bagian dari pengalaman ruang yang dirancang lebih efisien dan sadar lingkungan.
Baca juga: Gelombang Panas Eropa 2026 Picu Ribuan Kematian dan Rekor Suhu

Komitmen tersebut diperkuat melalui kolaborasi dengan Rekosistem dalam menghadirkan sistem pengelolaan sampah terpadu selama GSDC 2026. Tempat sampah terpilah, pendampingan edukator, serta Reverse Vending Machine mendorong partisipasi aktif para peserta dalam proses daur ulang. Selama forum berlangsung, sebanyak 1,62 ton sampah berhasil dikelola dengan tingkat pemulihan mencapai 41 persen dan menghasilkan pengurangan emisi karbon hingga 667,9 kilogram CO2.
“Penunjukan ICE BSD sebagai tuan rumah GSDC 2026 merupakan kehormatan besar sekaligus pengakuan terhadap kapasitas dan standar operasional yang telah kami bangun selama bertahun-tahun,” ujar Siti Karmila, General Manager ICE BSD.
Forum ini menghadirkan lebih dari 5.000 peserta, 500 pembicara, dan 200 peserta pameran dari lebih dari 100 negara. Dengan area indoor dan outdoor seluas lebih dari 85.000 meter persegi serta lokasi yang terintegrasi dengan hotel, kawasan komersial, dan jaringan transportasi utama, ICE BSD menawarkan kemudahan akses yang jarang dimiliki destinasi konvensi lain di kawasan.
Pada akhirnya, penunjukan ini bukan hanya tentang skala sebuah acara internasional. Ia juga menjadi penanda bahwa sebuah pusat konvensi modern kini dituntut untuk mampu menciptakan ruang dialog global yang berjalan seiring dengan kesadaran terhadap lingkungan dan dampak jangka panjangnya.



