Endoxa Asia – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan membawa Hesti Purwadinata ke tengah upaya pemadaman. Aktris sekaligus komedian itu turun ke lapangan dan bergabung dengan relawan di kawasan lahan gambut yang dipenuhi asap. Kehadirannya menjadi sorotan, tetapi pengalamannya di lokasi juga menggambarkan tantangan yang dihadapi tim: api yang sudah disiram dapat muncul kembali di titik lain.
Momen tersebut terekam dalam video yang diunggah relawan Ardi melalui akun Instagram @ardiemergency. Dalam rekaman itu, Hesti terlihat ikut membantu proses pemadaman bersama para relawan. Ia menyebut api di lokasi sebagai “api tambeng”, istilah yang digunakan untuk menggambarkan api yang sulit dikendalikan dan kembali menyala setelah disiram.
View this post on Instagram
Api yang kembali muncul menyulitkan pemantauan karhutla
Hesti menggambarkan situasi yang membuat pemadaman tidak cukup dilakukan dengan menyiram satu titik lalu meninggalkannya.
“Api tambeng. Udah disiram muncul lagi, muncul lagi, muncul lagi, tambeng banget!” ujarnya dalam video.
Ia juga menjelaskan bahwa titik yang sebelumnya terlihat padam bisa kembali menyala, sementara api dapat muncul di lokasi lain.
“Ini udah mati di sini, tiba-tiba muncul lagi di situ. Tapi entar kita diemin aja, muncul lagi,” kata Hesti.
Pengalaman yang disampaikan Hesti memperlihatkan bahwa pekerjaan relawan tidak berhenti ketika nyala api di satu tempat mereda. Mereka perlu memperhatikan kembali titik yang telah ditangani agar api yang muncul lagi tidak luput dari perhatian. Dalam situasi seperti yang terlihat di video, perubahan kondisi di lapangan menuntut pemantauan berulang.
Namun, rekaman tersebut tidak menjelaskan berapa banyak titik api yang ditangani, seberapa luas area terdampak, ataupun berapa lama pemadaman berlangsung. Informasi yang tersedia juga tidak memuat perkembangan terkini kebakaran secara keseluruhan. Karena itu, pengalaman Hesti memberi gambaran langsung tentang satu bagian dari upaya pemadaman, bukan ukuran lengkap skala karhutla di Kalimantan.
Hesti menanyakan kondisi relawan
Di sela kegiatan, Hesti menaruh perhatian pada beban yang dirasakan orang-orang yang lebih dulu berada di lapangan. Ia menanyakan berapa lama para relawan telah menangani kebakaran dan mengakui beratnya pekerjaan tersebut.
“Eh, capek, capek banget kalian. Ini udah berapa hari, bisa berhari-hari ya?” tanyanya.
Pertanyaan itu menunjukkan bahwa upaya pemadaman membutuhkan waktu dan tenaga, setidaknya di lokasi yang ia kunjungi. Akan tetapi, tidak ada keterangan dalam materi yang tersedia mengenai jumlah relawan, pembagian tugas, atau durasi penanganan di setiap titik. Pertanyaan Hesti tentang pekerjaan yang dapat berlangsung berhari-hari menjadi gambaran percakapan di lapangan, bukan angka pasti mengenai lamanya operasi.
Informasi lain menyebut Hesti tiba di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, pada Selasa, 3 November, bersama sejumlah relawan dari Sekolah Relawan. Rincian itu memberi konteks mengenai lokasi kegiatannya, tetapi tidak cukup untuk menyimpulkan seluruh wilayah yang didatangi atau bentuk keterlibatannya di luar kegiatan yang terlihat dalam rekaman.
Perhatian publik dan batas informasi yang tersedia
Aksi Hesti mendapat pujian dan simpati warganet. Sejumlah selebritas lain, termasuk Sherina Munaf, Zaskia Adya Mecca, dan Ria Ricis, juga disebut ikut menunjukkan kepedulian terhadap karhutla dengan turun ke lapangan. Meski demikian, informasi yang tersedia tidak merinci lokasi maupun bentuk kegiatan masing-masing secara terpisah.
Kehadiran figur publik dapat membuat perhatian masyarakat tertuju pada keadaan relawan dan sulitnya pemadaman. Dalam kasus Hesti, hal yang paling jelas dari rekaman bukan klaim bahwa kebakaran telah tertangani, melainkan pengalamannya melihat api yang kembali muncul serta kondisi relawan yang lelah. Perbedaan itu penting: aksi seorang relawan dapat membantu pekerjaan di lokasi dan mengundang perhatian, tetapi tidak dengan sendirinya menjelaskan hasil penanganan secara menyeluruh.
Materi yang tersedia juga tidak menyebut adanya data resmi mengenai penyebab kebakaran, luas lahan terdampak, maupun status penanganan setelah video direkam. Tanpa informasi tersebut, perkembangan karhutla secara keseluruhan tidak dapat dipastikan dari aksi yang dibagikan. Yang dapat dikatakan berdasarkan rekaman adalah Hesti bergabung dengan relawan, ikut membantu pemadaman, dan menyaksikan api yang dapat muncul kembali meski sebelumnya sudah disiram.
Kegiatan itu memperlihatkan sisi langsung dari penanganan karhutla yang jarang tampak dalam kabar singkat: pekerjaan tidak selalu selesai ketika api di satu titik terlihat padam. Bagi Hesti, pengalaman tersebut juga menjadi kesempatan untuk menyaksikan sendiri beratnya kerja relawan. Seberapa besar dampak kehadirannya terhadap hasil pemadaman tidak dijelaskan, tetapi keterlibatannya menambah perhatian publik pada tantangan yang mereka hadapi di lapangan.




Komentar