SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ekonomi Bisnis

Caltex dan Petron Mulai Bayar Kompensasi Kerusakan Kendaraan Akibat RON95 di Malaysia

Caltex dan Petron Mulai Bayar Kompensasi Kerusakan Kendaraan Akibat RON95 di Malaysia
Caltex dan Petron Mulai Bayar Kompensasi Kerusakan Kendaraan Akibat RON95 di Malaysia

Endoxa Asia – Dua perusahaan bahan bakar di Malaysia, Caltex dan Petron, mulai memberikan kompensasi kepada pemilik kendaraan yang melaporkan kerusakan mesin setelah mengisi bensin RON95. Pembayaran tersebut dilakukan melalui program pemulihan pelanggan atau goodwill payment, sementara pemerintah masih menyelidiki dugaan masalah kualitas bahan bakar.

Menteri Perdagangan Dalam Negeri dan Kos Sara Hidup Malaysia, Armizan Mohd Ali, menyampaikan perkembangan tersebut dalam sidang Dewan Rakyat pada Kamis, 5 November 2026.

The New York Times Negosiasi Akuisisi Letterboxd Senilai US$330 Juta

Menurut Armizan, kompensasi diberikan kepada konsumen yang laporan kerusakannya telah diverifikasi dan memenuhi persyaratan perusahaan. Pemilik kendaraan harus menyerahkan pengaduan lengkap beserta dokumen pendukung yang sah.

Meski demikian, pembayaran tersebut tidak berarti Caltex maupun Petron telah mengakui kesalahan atau tanggung jawab hukum atas kerusakan kendaraan. Penyebab masalah kualitas RON95 juga belum dapat dipastikan karena pemeriksaan sampel bahan bakar masih berlangsung.

Caltex dan Petron Siapkan Program Kompensasi

Armizan menjelaskan bahwa kedua perusahaan telah menyusun mekanisme pemulihan pelanggan untuk menangani pengaduan kerusakan kendaraan.

Program tersebut menggunakan skema pembayaran secara goodwill, yakni pemberian kompensasi berdasarkan pertimbangan dan kriteria tertentu tanpa pengakuan atas kesalahan atau kewajiban hukum.

“Caltex dan Petron telah merangka program pemulihan pelanggan melalui program bantuan, yang melibatkan pembayaran secara ihsan berpandukan kriteria yang telah ditetapkan, tanpa sebarang pengakuan terhadap kesalahan atau liabiliti pada peringkat ini,” kata Armizan di Dewan Rakyat, sebagaimana dilaporkan Bernama.

Konsumen yang ingin mengajukan klaim perlu menyertakan dokumen pendukung yang valid. Pemerintah belum merinci besaran kompensasi, batas maksimal pembayaran, maupun seluruh persyaratan teknis yang ditetapkan masing-masing perusahaan.

Media Mulia Tinjau Ulang Nasib 100 Karyawan Utusan Malaysia, PHK Masih Dibahas

Karena itu, tidak semua laporan kerusakan otomatis memenuhi syarat untuk menerima pembayaran. Klaim tetap harus melalui proses pemeriksaan dan verifikasi.

Armizan juga menegaskan bahwa konsumen yang merasa jumlah kompensasi tidak memadai masih memiliki jalur lain untuk memperjuangkan haknya.

Mereka dapat menyampaikan pengaduan resmi kepada Kementerian Perdagangan Dalam Negeri dan Kos Sara Hidup (KPDN), mengajukan gugatan perdata, atau membawa perkara ke Tribunal Tuntutan Pengguna Malaysia (TTPM).

Dugaan Kontaminasi RON95 Masih Diselidiki

Masalah ini bermula dari laporan konsumen mengenai dugaan pencemaran bensin RON95 yang disebut menyebabkan kerusakan mesin kendaraan.

Thailand Minta ASEAN Lebih Sigap Hadapi Polycrisis, dari Krisis Pangan hingga Persaingan Global

Pengaduan mulai diterima pemerintah Malaysia sejak 3 Oktober 2026. Sejumlah laporan terkonsentrasi di Kedah dan Penang, termasuk keluhan dari pengendara yang menduga bahan bakar mengandung air atau zat asing lainnya.

Pemerintah kemudian mengambil sampel bensin dari stasiun pengisian bahan bakar dan depot perusahaan minyak untuk diperiksa oleh Jabatan Kimia Malaysia.

Hingga 31 Oktober 2026, sebanyak 262 sampel RON95 telah dikumpulkan dari delapan negara bagian dan tiga depot perusahaan minyak. Sebanyak 259 sampel berasal dari stasiun pengisian bahan bakar, sedangkan tiga lainnya diambil dari depot.

Pemeriksaan tersebut mencakup delapan merek stasiun pengisian bahan bakar. Pemerintah juga berkoordinasi dengan perusahaan minyak terkait untuk menelusuri kemungkinan sumber masalah dalam rantai pasokan.

43 Sampel Belum Menunjukkan Kandungan Air di Atas Batas Deteksi

Salah satu hasil awal pemeriksaan laboratorium disampaikan Armizan pada 5 November 2026.

Dari 43 sampel yang telah dianalisis, seluruhnya menunjukkan kandungan air di bawah 0,05%. Angka tersebut merupakan batas minimum deteksi yang dapat dilaporkan oleh laboratorium.

Polri dan Imigrasi Luncurkan I-GHAS 24/7 untuk Deteksi Buronan Internasional

Temuan ini belum cukup untuk menyimpulkan bahwa tidak ada kontaminasi dalam seluruh pasokan RON95 yang dikeluhkan konsumen.

Pemerintah masih memeriksa sampel lainnya, termasuk kemungkinan keberadaan zat asing selain air dan perubahan formula bahan bakar pada periode tertentu.

Armizan mengatakan laporan lengkap baru akan diterbitkan setelah seluruh proses analisis selesai.

Ia juga menyebut hasil sementara mengarah pada dugaan bahwa masalah tidak terjadi di seluruh rantai pasokan. Gangguan kemungkinan berkaitan dengan pasokan pada periode tertentu dan lokasi tertentu.

Namun, penyebab pastinya belum ditetapkan.

Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Masih Ditutup

Pemerintah Malaysia tidak menganggap pengaduan ini sebagai kejadian yang sepenuhnya terisolasi, meskipun laporan terkonsentrasi pada wilayah dan periode tertentu.

Kedah dan Penang menjadi dua wilayah yang mendapat perhatian karena jumlah pengaduannya. Beberapa stasiun pengisian bahan bakar bahkan masih harus ditutup selama penyelidikan berlangsung.

Selain kerugian pemilik kendaraan, pemerintah juga sedang melihat dampak ekonomi terhadap pengelola stasiun yang terdampak.

Prabowo Ingin Bangun Museum Agung Nasional di Monas untuk Generasi Muda

Armizan mengatakan penyelidikan tidak hanya akan berfokus pada stasiun pengisian bahan bakar, tetapi juga seluruh tahapan rantai pasokan. Langkah ini diperlukan untuk mengetahui apakah persoalan berasal dari penyimpanan, distribusi, maupun proses penyaluran bahan bakar.

Caltex dan Petron juga telah mengirimkan sampel dari stasiun yang disebut dalam pengaduan ke laboratorium masing-masing, termasuk fasilitas di luar Malaysia.

Dengan demikian, hasil pemeriksaan pemerintah dan pengujian internal perusahaan masih menjadi bagian dari proses penelusuran penyebab masalah.

Malaysia Bandingkan Standar Pengawasan dengan Negara Lain

Untuk mencegah persoalan serupa terulang, KPDN juga mulai mempelajari sistem pengawasan kualitas bahan bakar di sejumlah negara.

Malaysia melakukan pembandingan atau benchmarking terhadap praktik yang diterapkan di Singapura, Inggris, dan Australia.

Langkah ini ditujukan untuk memperkuat standar kualitas bahan bakar dan pengawasan pada seluruh rantai pasokan, mulai dari depot hingga stasiun pengisian.

Pemerintah ingin memastikan bahwa pengaduan konsumen dapat ditangani secara lebih terstruktur, sekaligus memperjelas tanggung jawab setiap pihak apabila ditemukan pelanggaran.

Kasus RON95 ini memperlihatkan bahwa persoalan kualitas bahan bakar dapat berdampak langsung pada konsumen, perusahaan minyak, dan pengelola stasiun pengisian.

Untuk saat ini, pembayaran kompensasi oleh Caltex dan Petron menjadi langkah awal pemulihan bagi pemilik kendaraan yang klaimnya telah diverifikasi. Namun, kepastian mengenai penyebab kerusakan dan pihak yang bertanggung jawab masih menunggu hasil penyelidikan menyeluruh pemerintah Malaysia.

About The Author

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *