Endoxa Asia – Center of Economic and Law Studies (CELIOS) merilis rapor kinerja menteri dalam dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Dalam penilaian tersebut, mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menempati posisi teratas, sementara Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia memperoleh skor terendah.
Laporan bertajuk Rapor Kinerja 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran itu memuat penilaian masyarakat terhadap kinerja sejumlah pejabat kabinet. Hasilnya memperlihatkan jarak yang cukup lebar antara nama-nama dengan skor tertinggi dan terendah.
Purbaya memperoleh skor 291, jauh di atas Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang mencatat 140 poin. Posisi ketiga ditempati Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan skor 127.
Di sisi lain, Bahlil mendapatkan skor minus 159. Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai berada di urutan berikutnya dengan minus 158, disusul Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dengan minus 103.
Purbaya Unggul Jauh dalam Penilaian Publik
Selisih skor antara Purbaya dan Amran mencapai 151 poin. Sementara itu, jarak antara Amran dan AHY tercatat 13 poin.
Menurut laporan CELIOS yang dikutip Bloomberg Technoz, skor menteri di luar tiga posisi teratas turun tajam ke angka dua digit. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa hanya sejumlah kecil pejabat yang memperoleh penilaian positif secara menonjol dari responden masyarakat.
Meski demikian, skor tersebut perlu dibaca sesuai dengan metode penilaiannya. CELIOS menjelaskan bahwa skor merupakan selisih antara penilaian terbaik dan terburuk terhadap kinerja seorang pejabat. Karena itu, hasil ini menggambarkan persepsi responden dalam survei, bukan ukuran tunggal yang secara langsung membuktikan efektivitas kebijakan setiap kementerian.
Purbaya sendiri tercatat sebagai mantan Menteri Keuangan dalam laporan tersebut. Dengan demikian, posisi teratasnya merujuk pada penilaian yang dilakukan dalam konteks survei CELIOS, bukan pernyataan bahwa ia masih menjabat pada saat laporan diberitakan.
Daftar Menteri dengan Skor Tertinggi Versi CELIOS
Berikut daftar 10 pejabat dengan skor tertinggi yang dicantumkan dalam laporan Bloomberg Technoz:
- Purbaya Yudhi Sadewa, mantan Menteri Keuangan: 291
- Amran Sulaiman, Menteri Pertanian: 140
- Agus Harimurti Yudhoyono, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan: 127
- Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Pertahanan: 12
- Maman Abdurrahman, Menteri UMKM: 11
- Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan: 8
- Maruarar Sirait, Menteri Perumahan dan Permukiman: 6
- Yusril Ihza Mahendra, Menko Hukum, HAM, dan Imigrasi: 6
- Abdul Mu’ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah: 5
- Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri: 4
Skor tersebut memperlihatkan perbedaan mencolok antara tiga posisi teratas dan pejabat lainnya. Setelah AHY, skor dalam daftar turun menjadi 12 poin untuk Sjafrie Sjamsoeddin.
Bahlil, Pigai, dan Raja Juli Mendapat Skor Terendah
Dalam daftar kinerja terburuk, Bahlil Lahadalia menempati posisi pertama dengan skor minus 159. Natalius Pigai menyusul dengan minus 158, sedangkan Raja Juli Antoni memperoleh minus 103.
CELIOS menyatakan bahwa skor negatif menunjukkan ketiga pejabat tersebut lebih sering menerima penilaian buruk dibandingkan penilaian baik. Laporan itu juga menyebut hasil tersebut sebagai bahan evaluasi terhadap kinerja kabinet.
Nama lain yang masuk dalam daftar terbawah adalah Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono dengan skor minus 47, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dengan minus 43, serta Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid dengan minus 24.
Berikut daftar lengkap 10 pejabat dengan skor terendah versi CELIOS:
- Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM: -159
- Natalius Pigai, Menteri HAM: -158
- Raja Juli Antoni, Menteri Kehutanan: -103
- Sudaryono, Kepala Badan Gizi Nasional: -47
- Zulkifli Hasan, Menko Bidang Pangan: -43
- Nusron Wahid, Menteri Agraria dan Tata Ruang: -24
- Pratikno, Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: -17
- Saifullah Yusuf, Menteri Sosial: -17
- Muhaimin Iskandar, Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat: -16
- Fadli Zon, Menteri Kebudayaan: -16
Nilai Kabinet Masih Rendah Menurut Ahli dan Masyarakat
Selain menilai pejabat secara individual, CELIOS mengevaluasi kinerja Kabinet Merah Putih secara keseluruhan. Dalam laporan tersebut, kalangan ahli memberikan nilai rata-rata 2,9 dari 10, sedangkan masyarakat umum memberikan nilai rata-rata 4,7 dari 10.
Sebanyak 69 persen responden ahli memberikan nilai antara 1 dan 3 terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran. Pada kelompok masyarakat umum, proporsi responden yang memberikan nilai dalam rentang tersebut mencapai 40 persen.
Survei penilaian kinerja kabinet melibatkan 129 responden ahli dan 1.142 responden masyarakat umum. Sementara itu, penilaian khusus terhadap kinerja para menteri yang dikutip dalam laporan dilakukan melalui survei terhadap 994 responden masyarakat umum pada 2026.
CELIOS menyebut survei kinerja kabinet dilakukan setelah perombakan Menteri Keuangan dan sebelum perombakan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Keterangan waktu ini penting untuk memahami konteks penilaian yang disajikan.
Hasil rapor tersebut memperlihatkan dua gambaran sekaligus: adanya sejumlah pejabat yang mendapat apresiasi jauh lebih tinggi daripada nama lainnya, serta penilaian yang relatif rendah terhadap kabinet secara keseluruhan. Namun, skor survei tetap perlu dipahami sebagai gambaran persepsi responden pada periode pengambilan data, bukan penilaian menyeluruh atas seluruh capaian dan dampak kebijakan pemerintah.
Pada akhirnya, rapor CELIOS menjadi salah satu potret opini publik terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran. Seberapa jauh persepsi tersebut sejalan dengan hasil kebijakan di lapangan tetap perlu dilihat melalui evaluasi program, data kinerja kementerian, dan dampaknya terhadap masyarakat.



Komentar