Endoxa Asia – Peluang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia untuk menjangkau konsumen luar negeri semakin terbuka melalui perdagangan digital. Shopee Indonesia memperluas Program Ekspor Shopee FLEXI ke Singapura, Filipina, Thailand, dan Brunei Darussalam, melengkapi Malaysia yang telah menjadi tujuan ekspor sejak Juli 2025.
Perluasan tersebut diumumkan melalui peluncuran program Jalan Global Kreasi Lokal pada 27 Oktober 2026. Shopee menggandeng Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Anteraja, dan JNE untuk memperkuat dukungan bagi penjual lokal yang ingin mengembangkan bisnis ke pasar internasional.
Selain membuka akses ke negara tujuan baru, inisiatif ini mencakup pembaruan fitur pengelolaan toko, pelatihan ekspor, serta kesempatan bagi penjual terpilih untuk mempelajari pasar Malaysia secara langsung.
Ekspor Digital Bukan Sekadar Membuka Pasar Baru

Program Ekspor Shopee telah berjalan sejak 2019 untuk membantu produk lokal menjangkau pembeli di luar negeri. Menurut data yang disampaikan Shopee dan Kemendag, program tersebut telah membantu lebih dari 90 juta produk lokal menembus pasar ekspor hingga 2025.
Shopee kemudian memperkenalkan Program Ekspor FLEXI pada 2025 dengan memberikan keleluasaan lebih besar kepada penjual dalam mengelola toko di negara tujuan. Penjual dapat menyesuaikan harga dan strategi promosi sesuai dengan kebutuhan pasar yang dibidik.
Sejak diluncurkan, Shopee menyebut FLEXI telah membantu penjualan ekspor lebih dari 5 juta produk lokal. Batik, aksesori olahraga, dan kerajinan tangan termasuk kategori produk yang diminati pembeli di pasar tujuan.
Perluasan ke empat negara baru menambah pilihan pasar bagi penjual. Namun, peluang tersebut tetap bergantung pada kemampuan pelaku usaha memahami karakteristik konsumen, menentukan harga yang sesuai, menjaga kualitas produk, serta memenuhi persyaratan di negara tujuan.
Fitur Baru untuk Mengelola Toko di Berbagai Negara
Menjangkau lebih banyak negara juga berarti mengelola informasi produk dan performa toko di sejumlah pasar sekaligus. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Shopee memperbarui fitur Program Ekspor FLEXI melalui Dashboard Terintegrasi dan Product Sync di Seller Centre.
Dashboard Terintegrasi dirancang untuk membantu penjual menganalisis performa toko di setiap negara tujuan ekspor. Sementara itu, Product Sync memungkinkan pembaruan informasi produk, mulai dari deskripsi, foto, hingga harga, secara otomatis di berbagai negara yang terhubung dengan program.
Fitur tersebut berpotensi menyederhanakan pengelolaan katalog ketika penjual memperluas jangkauan bisnisnya. Meski demikian, penjual tetap perlu menyesuaikan strategi harga, promosi, dan penawaran produk dengan kondisi pasar masing-masing.
Lebih dari 1.500 Penjual Mengikuti Pelatihan Ekspor
Penguatan ekosistem ekspor juga dilakukan melalui peningkatan kapasitas penjual. Dalam rangkaian Jalan Global Kreasi Lokal, Shopee bersama Anteraja dan JNE menyelenggarakan tiga kelas pelatihan intensif sepanjang Oktober 2026.
Menurut Shopee, lebih dari 1.500 penjual mengikuti pelatihan tersebut. Materinya mencakup strategi pemasaran, karakteristik pasar negara tujuan, serta pemanfaatan fitur Program Ekspor FLEXI untuk mengembangkan bisnis.
Dari rangkaian kegiatan itu, 10 penjual terpilih dijadwalkan mengikuti program Seller Immersion bertajuk “Jelajah Jalur Distribusi, Kunjungan Dagang ke Malaysia” pada 2–5 November 2026.
Melalui kegiatan tersebut, peserta akan mempelajari tren konsumen, penentuan harga, dan strategi promosi di Malaysia. Pendekatan ini memberi kesempatan kepada pelaku usaha untuk memperoleh gambaran pasar secara langsung, di luar pembelajaran melalui kelas pelatihan.
Cindhera Rian Pangestika, pemilik merek CruCil Factory sekaligus salah satu peserta terpilih, menyampaikan bahwa fleksibilitas dalam menentukan harga menjadi salah satu fitur yang membantu bisnisnya di pasar Malaysia.
Peran Logistik dalam Ekspansi UMKM
Akses ke konsumen luar negeri tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan platform penjualan. Pengiriman yang andal, pengelolaan distribusi, dan kesiapan operasional juga menjadi bagian penting dalam proses ekspor.
Karena itu, Shopee menggandeng Anteraja dan JNE untuk mendukung kebutuhan logistik penjual dalam program ini. Kedua perusahaan tersebut menyatakan komitmennya untuk mendukung layanan pengiriman yang andal dan efisien bagi produk lokal yang dipasarkan ke luar negeri.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag RI, Fajarini Puntodewi, juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan mitra logistik dalam memperluas akses ekspor.
Bagi UMKM, dukungan tersebut dapat membantu membuka jalur untuk menguji penerimaan produk di pasar regional. Namun, akses ke pasar internasional tidak otomatis menjamin kenaikan penjualan. Pelaku usaha tetap perlu mempertimbangkan persaingan, biaya operasional, kebutuhan konsumen, serta ketentuan yang berlaku di negara tujuan.
Membuka Akses Global Perlu Diikuti Kesiapan Bisnis
Perluasan Program Ekspor Shopee FLEXI menunjukkan bagaimana platform digital berupaya menghubungkan penjual lokal dengan konsumen lintas negara melalui dukungan teknologi, pelatihan, dan logistik.
Dengan Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, dan Brunei Darussalam sebagai destinasi program, penjual memiliki lebih banyak pilihan untuk menguji strategi bisnis di pasar Asia Tenggara.
Tahap berikutnya adalah memastikan pelaku usaha mampu mengubah akses tersebut menjadi aktivitas ekspor yang berkelanjutan. Pemahaman pasar, kualitas produk, strategi harga, dan distribusi tetap menjadi faktor penting agar produk lokal tidak hanya hadir di pasar luar negeri, tetapi juga mampu bersaing di dalamnya.




Komentar