Endoxa Asia – Aksi demonstrasi mahasiswa berlanjut di Jakarta pada Kamis, 29 Oktober 2026. Kali ini, mahasiswa Universitas Trisakti menjadwalkan aksi di depan Istana Negara untuk menyampaikan tiga tuntutan yang disebut sebagai Tiga Tuntutan Rakyat atau Tritura.
Aksi yang diinisiasi Kepresidenan Mahasiswa Universitas Trisakti tersebut membawa sejumlah persoalan nasional, mulai dari pemulihan ekonomi dan lingkungan hingga pembenahan pejabat publik serta penegakan supremasi sipil.
Berdasarkan seruan aksi yang disampaikan penyelenggara, mahasiswa dijadwalkan berkumpul di kampus Universitas Trisakti, Grogol, Jakarta Barat, mulai pukul 10.00 WIB sebelum bergerak menuju Istana Negara. Hingga informasi yang tersedia, rincian mengenai jumlah peserta dan perkembangan pelaksanaan aksi belum dapat dipastikan.
Ini Tiga Tuntutan Mahasiswa Trisakti
Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa tiga tuntutan utama yang menjadi dasar penyampaian aspirasi kepada pemerintah.
1. Memulihkan ekonomi, ekologi, politik, pendidikan, dan kesehatan nasional
Tuntutan pertama mencakup lima sektor yang dinilai berkaitan dengan kondisi dan kesejahteraan masyarakat, yakni ekonomi, ekologi, politik, pendidikan, serta kesehatan.
Melalui tuntutan ini, mahasiswa mendorong pemulihan di berbagai bidang nasional. Namun, seruan yang diberitakan belum merinci indikator atau langkah kebijakan spesifik yang diminta untuk setiap sektor.
2. Memberantas inkompetensi pejabat negara dan menghapus rangkap jabatan pejabat publik
Tuntutan kedua menyoroti kompetensi pejabat negara dan praktik rangkap jabatan di lingkungan publik.
Mahasiswa meminta pembenahan dalam penyelenggaraan pemerintahan agar jabatan publik dijalankan dengan tanggung jawab. Tuntutan ini juga menempatkan kualitas pejabat dan tata kelola sebagai persoalan yang perlu mendapat perhatian.
3. Menegakkan supremasi sipil
Tuntutan ketiga adalah penegakan supremasi sipil. Isu ini menjadi bagian dari aspirasi mahasiswa mengenai tata kelola negara dan posisi masyarakat sipil dalam kehidupan demokrasi.
Ketiga poin tersebut disampaikan melalui seruan aksi Kepresidenan Mahasiswa Universitas Trisakti yang mengajak mahasiswa berpartisipasi dalam penyampaian aspirasi dan mengawal jalannya pemerintahan.
Mahasiswa Kritik Pengelolaan Kekuasaan dan Respons terhadap Aspirasi Publik
Dalam pernyataan yang dikutip sejumlah media, Kepresidenan Mahasiswa Universitas Trisakti mengkritik pengelolaan kekuasaan, penggunaan jabatan untuk mempertahankan kepentingan, serta respons terhadap kritik masyarakat.
Penyelenggara aksi juga menyoroti hubungan antara kebijakan pemerintah dan beban yang ditanggung masyarakat. Mereka menilai pemerintah perlu mempertanggungjawabkan keputusan yang diambil serta lebih terbuka terhadap kritik.
Pernyataan tersebut merupakan pandangan dan kritik dari pihak mahasiswa, bukan kesimpulan independen mengenai seluruh kebijakan pemerintah. Tuntutan yang dibawa dalam demonstrasi menjadi sarana bagi mereka untuk menyampaikan penilaian tersebut secara terbuka.
Kepresidenan Mahasiswa Universitas Trisakti menyebut partisipasi mahasiswa sebagai bagian dari tanggung jawab moral untuk mengawal jalannya pemerintahan dan memastikan kebijakan berpihak pada kepentingan rakyat.
Aksi Mahasiswa Berlanjut di Sejumlah Titik Jakarta
Demonstrasi mahasiswa Trisakti berlangsung dalam rangkaian aksi penyampaian pendapat yang dijadwalkan di sejumlah lokasi Jakarta pada 29 Oktober 2026.
Menurut laporan Bisnis.com yang mengutip Polda Metro Jaya, terdapat informasi mengenai 61 titik penyampaian pendapat dan 17 kegiatan masyarakat lainnya pada hari tersebut. Aksi mahasiswa Trisakti di sekitar Istana Negara termasuk dalam agenda yang dilaporkan.
Polda Metro Jaya menyatakan bahwa pengamanan dan pengawalan dilakukan bersama unsur terkait. Namun, jumlah titik aksi tersebut tidak berarti seluruh kegiatan memiliki tuntutan atau penyelenggara yang sama.
Bagi masyarakat yang hendak beraktivitas di sekitar Istana Negara dan kawasan pusat Jakarta, informasi lalu lintas serta perkembangan pengamanan dari pihak berwenang tetap perlu dipantau. Jadwal aksi saja belum cukup untuk memastikan ruas jalan mana yang terdampak atau berapa lama gangguan lalu lintas akan berlangsung.
Menunggu Respons atas Tiga Tuntutan
Aksi mahasiswa Trisakti menempatkan pemulihan sektor nasional, pembenahan pejabat publik, dan supremasi sipil sebagai tiga agenda utama yang mereka ingin sampaikan kepada pemerintah.
Perkembangan berikutnya akan bergantung pada jalannya aksi dan respons pihak terkait terhadap tuntutan tersebut. Belum adanya informasi terverifikasi mengenai hasil pertemuan atau tanggapan resmi pemerintah berarti tuntutan mahasiswa belum dapat disebut telah dipenuhi atau ditolak.
Dengan membawa Tritura ke depan Istana Negara, mahasiswa Universitas Trisakti berupaya menyampaikan kritik terhadap pengelolaan negara melalui demonstrasi. Perhatian selanjutnya tertuju pada perkembangan aksi di lapangan dan apakah aspirasi yang disampaikan akan ditindaklanjuti oleh pemerintah.




Komentar