SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lifestyle Entertainment

Sony Hidupkan Lagi Headphone Walkman 1979, Kini Hadir dengan USB-C

Sony Hidupkan Lagi Headphone Walkman 1979, Kini Hadir dengan USB-C
Sony Hidupkan Lagi Headphone Walkman 1979, Kini Hadir dengan USB-C

Endoxa Asia – Sony membawa kembali salah satu desain ikonis dari era awal pemutar musik portabel melalui headphone MDR-3R. Terinspirasi dari headphone yang menemani Walkman generasi pertama pada 1979, perangkat ini mempertahankan tampilan retro dengan bantalan telinga berwarna oranye dan biru, tetapi menghadirkan konektivitas USB-C untuk perangkat modern.

Produk tersebut diumumkan pada 5 November 2026 sebagai interpretasi baru dari keluarga headphone MDR-3. Sony juga memperkenalkan edisi khusus hasil kolaborasi dengan serial Netflix Stranger Things, yang menggabungkan estetika audio era 1980-an dengan elemen visual dari serial tersebut.

Pierpaolo Piccioli Tinggalkan Balenciaga Setelah 16 Bulan, Kering Siapkan Arah Kreatif Baru

Alih-alih mengikuti tren headphone nirkabel, Sony memilih mempertahankan koneksi kabel. Pendekatan ini membuat MDR-3R tidak membutuhkan baterai maupun proses pairing Bluetooth. Pengguna cukup menghubungkannya ke perangkat yang kompatibel melalui port USB-C.

Desain 1979 Kembali dengan Sentuhan Modern

Headphone MDR-3R mengambil inspirasi dari MDR-3L2, model yang diperkenalkan bersama Sony Walkman TPS-L2 pada 1979. Perangkat tersebut menjadi bagian penting dari perkembangan budaya mendengarkan musik secara personal karena memungkinkan orang menikmati kaset sambil bepergian.

Desain aslinya dikenal melalui bentuk headband ramping berwarna abu-abu, penyangga logam yang dapat disesuaikan, serta bantalan telinga berbentuk bundar. Sony mempertahankan karakter visual tersebut pada MDR-3R, termasuk pilihan bantalan telinga berwarna oranye dan biru yang menjadi ciri khas generasi awal Walkman.

Perusahaan juga membawa nuansa nostalgia hingga ke kemasan dan buku petunjuk penggunaan. Keduanya dirancang mengikuti pendekatan visual produk orisinal, sehingga pengalaman membuka kemasan ikut menjadi bagian dari daya tarik retro.

Meski tampil seperti perangkat dari beberapa dekade lalu, MDR-3R dirancang untuk kebutuhan penggunaan masa kini. Bobotnya sekitar 38 gram tanpa kabel dan menggunakan desain open-ear yang tidak sepenuhnya menutup telinga.

Thailand Ajak Warganya Kenakan Busana Tradisional Sepanjang Desember

USB-C, Mikrofon, dan Kontrol Kabel

Perubahan paling penting terdapat pada konektivitas. MDR-3R menggunakan konektor USB-C, bukan jack audio 3,5 mm seperti yang umum ditemukan pada headphone kabel generasi lama.

Dengan konektor tersebut, headphone dapat digunakan pada smartphone, tablet, dan laptop yang mendukung USB Audio Class 1.0. Pengguna tidak perlu mengisi daya atau melakukan pairing sebelum mendengarkan musik.

Sony juga menambahkan mikrofon internal dan kontrol pada kabel. Fitur ini memungkinkan pengguna menerima panggilan serta mengoperasikan fungsi audio tanpa harus menyentuh perangkat yang terhubung.

Namun, ada satu hal yang cukup menarik. Meski terinspirasi dari headphone Walkman, Sony justru tidak merekomendasikan penggunaan MDR-3R dengan perangkat Walkman modern yang memiliki port USB-C. Perusahaan menjelaskan bahwa kompatibilitas dan fungsi kontrol dapat berbeda bergantung pada perangkat serta sistem operasi.

Itaewon Class Diadaptasi di Thailand dengan Perubahan Tokoh Kunci

Artinya, MDR-3R lebih diarahkan untuk perangkat digital modern yang mendukung audio melalui USB-C, bukan sebagai aksesori universal bagi seluruh generasi Walkman.

Driver 23 mm untuk Mempertahankan Karakter Suara

Selain desain, Sony juga berupaya mempertahankan karakter audio dari headphone aslinya. MDR-3R menggunakan driver berdiameter 23 mm yang dirancang ulang berdasarkan spesifikasi dan dokumen desain model terdahulu.

Sony menyebut pendekatan tersebut bertujuan menghasilkan suara yang mendekati karakter MDR-3 asli, dengan penyesuaian untuk preferensi mendengarkan musik saat ini. Perusahaan menggambarkan hasilnya sebagai suara yang natural dan seimbang, dengan vokal yang tetap terasa jelas.

Namun, MDR-3R tidak dibekali fitur seperti active noise cancellation (ANC) atau konektivitas Bluetooth. Desain open-ear juga berarti headphone ini tidak menawarkan isolasi suara seperti model over-ear yang menutup seluruh telinga.

Karena itu, daya tarik utamanya bukan pada kelengkapan fitur premium, melainkan perpaduan desain historis, bobot ringan, koneksi kabel, dan pengalaman penggunaan yang sederhana.

Kebutaan Dini dan Latihan Musik Terkait Kemampuan Membedakan Nada

Edisi Khusus Stranger Things Hadir dengan Tampilan Berbeda

<AsyncImage query=”Sony MDR-3R Stranger Things Edition red black headphones official product” aspectRatio=”16:9″ width=”100%” />

Selain model standar, Sony menghadirkan MDR-3R Stranger Things Edition melalui kolaborasi dengan Netflix. Edisi ini mengambil inspirasi dari gaya headphone Max Mayfield serta dunia Upside Down dalam serial Stranger Things.

Perbedaan visualnya terlihat pada kombinasi bantalan telinga merah dan hitam, menggantikan pilihan oranye dan biru pada versi reguler. Headphone edisi khusus ini juga dilengkapi logo Stranger Things yang diukir pada bagian headband serta kemasan eksklusif.

Kolaborasi tersebut menghubungkan dua elemen budaya populer yang sama-sama lekat dengan era 1980-an: Walkman sebagai simbol musik portabel dan Stranger Things sebagai serial yang banyak mengangkat estetika periode tersebut.

Bagi penggemar serial maupun kolektor perangkat audio retro, edisi ini menawarkan nilai visual yang berbeda dari model standar.

Harga dan Jadwal Peluncuran

Sony mengumumkan MDR-3R dengan harga ritel yang disarankan €59 di Eropa dan £49 di Inggris. Sementara itu, MDR-3R Stranger Things Edition dibanderol €69 atau £59.

Di Amerika Serikat, harga model standar tercatat US$59,99, sedangkan edisi Stranger Things dijual US$79,99. Ketersediaan dan harga dapat berbeda menurut wilayah pemasaran.

Untuk pasar Jepang, Sony menetapkan jadwal peluncuran pada 20 November 2026. Perkiraan harga pasarnya sekitar 8.000 yen untuk model standar dan 10.000 yen untuk edisi khusus.

Pre-order Digital GTA VI Ditaksir Tembus US$751 Juta

Hingga pengumuman awal tersebut, belum ada informasi resmi mengenai jadwal pemasaran MDR-3R di Indonesia.

Tren Audio Kabel Kembali Mendapat Perhatian

Kehadiran MDR-3R memperlihatkan bahwa perangkat audio kabel masih memiliki ruang di tengah dominasi headphone dan earbud nirkabel. Bagi sebagian pengguna, koneksi kabel menawarkan pengalaman yang lebih sederhana karena tidak membutuhkan pengisian baterai maupun proses pairing.

Di sisi lain, desain retro juga memberi nilai tambahan. Headphone tidak lagi hanya dipandang sebagai perangkat untuk mendengarkan musik, tetapi juga aksesori yang merepresentasikan selera dan identitas personal.

Sony menggabungkan kedua aspek tersebut melalui MDR-3R: bentuk yang mengingatkan pada sejarah Walkman, tetapi dengan konektor yang sesuai dengan perangkat masa kini.

Meski tidak menawarkan fitur sebanyak headphone premium modern, produk ini memiliki pendekatan yang berbeda. Daya tariknya justru terletak pada upaya membawa kembali pengalaman audio klasik tanpa sepenuhnya mengorbankan kemudahan penggunaan di era USB-C.

About The Author

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *