SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tekno Digital

X Perbarui Aplikasi Web, Klaim Akses Profil hingga 13 Kali Lebih Cepat

X Perbarui Aplikasi Web, Klaim Akses Profil hingga 13 Kali Lebih Cepat
X Perbarui Aplikasi Web, Klaim Akses Profil hingga 13 Kali Lebih Cepat

Endoxa Asia – Platform media sosial X mulai menggulirkan versi baru aplikasi web yang diklaim mampu memuat halaman lebih cepat, terutama ketika diakses melalui koneksi internet lambat. Pembaruan ini membawa perubahan besar pada infrastruktur situs, termasuk menyatukan tiga sistem server yang sebelumnya menangani pengunjung, mesin pencari, dan pratinjau tautan.

Dalam pengumuman pada 4 November 2026, principal engineer X, Yagiz Nizipli, menjelaskan bahwa versi baru tersebut sudah digunakan untuk pengunjung yang belum masuk ke akun serta halaman yang diakses mesin pencari. Sementara itu, pengguna yang sudah masuk ke akun akan menerima pembaruan secara bertahap, satu negara demi satu negara.

Bocoran Insta360 Ace Pro 3 Tampilkan Layar Depan untuk Vlog

Dalam pengujian yang dipublikasikan X, waktu hingga unggahan pertama muncul di halaman profil turun dari lebih dari 22 detik menjadi sekitar 2,7 detik pada koneksi lambat. Perusahaan menyebut peningkatan ini sebagai hasil dari pembangunan ulang aplikasi web, bukan sekadar penyegaran tampilan.

X Bangun Ulang Sistem Aplikasi Web

Sebelum pembaruan, X menjalankan tiga sistem server dengan fungsi berbeda. Sistem pertama menangani aplikasi web yang digunakan pengunjung, sistem kedua menyajikan halaman untuk mesin pencari, sedangkan sistem ketiga mengelola halaman yang dibutuhkan layanan pratinjau tautan.

Menurut Nizipli, pemisahan tersebut membuat satu halaman X dapat diproses dengan cara berbeda bergantung pada siapa yang mengaksesnya. Kondisi ini juga menambah pekerjaan pemeliharaan karena perubahan pada informasi halaman, struktur data, atau pengaturan tautan perlu diselaraskan di beberapa sistem.

X kemudian membangun aplikasi baru yang menggabungkan fungsi tersebut ke dalam satu sistem. Dengan pendekatan ini, server dapat menyajikan konten sesuai kebutuhan pengunjung, mesin pencari, maupun layanan yang menampilkan pratinjau tautan.

Perusahaan menyebut aplikasi baru tersebut menggunakan sejumlah teknologi, termasuk React, Fastify, Vite, Relay, dan GraphQL. Salah satu perubahan utamanya adalah penggunaan server-side rendering dengan mekanisme streaming HTML. Artinya, bagian halaman dapat dikirimkan ke browser secara bertahap ketika data tersedia, sehingga pengguna tidak harus menunggu seluruh proses pemuatan selesai sebelum melihat konten.

Waktu Memuat Halaman Diklaim Turun Signifikan

Perbedaan performa paling terlihat dalam pengujian menggunakan profil jaringan Slow 4G. X membandingkan aplikasi lama dengan versi baru melalui pengujian laboratorium yang dilakukan pada 3 November 2026.

AI Bantu Peneliti Membaca Pola Komunikasi Lumba-lumba

Dalam pengujian tersebut, X menggunakan koneksi dengan latensi tambahan 150 milidetik, kecepatan unduh 1,6 Mbps, dan kecepatan unggah 750 Kbps. Pengujian juga dilakukan dengan cache kosong dan service worker dinonaktifkan.

Pada halaman profil, aplikasi baru menampilkan unggahan pertama dalam 3 detik, sedangkan versi lama membutuhkan sekitar 24,7 detik. Untuk halaman unggahan, waktunya turun menjadi 1,7 detik dari 21,7 detik.

X menyatakan halaman profil dan unggahan pada pengguna yang sudah masuk akun dapat muncul sekitar 8 hingga 13 kali lebih cepat pada koneksi lambat. Namun, hasil ini merupakan pengukuran internal dengan kondisi jaringan dan perangkat yang dikendalikan. Kecepatan aktual dapat berbeda bergantung pada perangkat, kualitas jaringan, lokasi, dan kondisi penggunaan.

Di luar waktu munculnya unggahan pertama, X juga melaporkan sejumlah peningkatan teknis. Perusahaan mengurangi jumlah berkas yang perlu dimuat ketika aplikasi dimulai, mengoptimalkan pengiriman gambar, serta mengubah cara browser menerima dan memproses data halaman.

ChatHPT Muhammadiyah Buka Akses 1.153 Dokumen Tarjih lewat AI

Dalam salah satu pengujian laboratorium, waktu first contentful paint pada halaman profil pengunjung yang belum masuk akun turun dari 3.064 milidetik menjadi 1.984 milidetik. Pada halaman unggahan, waktunya turun dari 7.216 milidetik menjadi 1.804 milidetik.

Rollout Dilakukan Bertahap di Berbagai Negara

Meski aplikasi baru sudah digunakan untuk pengunjung yang belum masuk akun, pengguna yang telah masuk masih berada dalam proses migrasi. X menerapkan peluncuran bertahap berdasarkan negara agar perusahaan dapat membandingkan performa sistem baru dengan aplikasi sebelumnya.

Nizipli menjelaskan bahwa perusahaan dapat mengalihkan pengguna ke sistem lama apabila menemukan masalah selama proses migrasi. Pendekatan ini memungkinkan X menguji aplikasi baru pada lalu lintas pengguna sesungguhnya tanpa langsung mengganti seluruh sistem secara serentak.

Sebelum diterapkan lebih luas, versi baru juga diuji melalui lite.x.com oleh karyawan dan penguji. X menggunakan tahap tersebut untuk memeriksa kesesuaian fitur dan perilaku aplikasi sebelum pengguna reguler dipindahkan.

Peneliti keamanan Jane Manchun Wong, yang telah memperoleh akses ke versi baru, turut memberikan penilaian positif. Ia menyebut aplikasi tersebut terasa responsif, memuat halaman dengan cepat, dan memiliki tampilan yang lebih rapi. Menurutnya, sebagian besar fitur dari pengalaman web sebelumnya juga berhasil dipertahankan.

Pengembangan Aplikasi Baru Melibatkan AI Coding Agents

Ada aspek lain dari pembangunan ulang aplikasi web X yang disoroti perusahaan, yakni penggunaan AI coding agents dalam proses pengembangan.

Bocoran Kamera OPPO Find X10 Ultra dan vivo X500 Ultra

Nizipli menyebut versi pertama aplikasi baru dibangun dalam waktu kurang dari enam bulan oleh tim yang terdiri dari kurang dari lima engineer. Agen AI membantu sejumlah pekerjaan implementasi, seperti memindahkan fungsi dari sistem lama, mengonversi halaman, menulis pengujian, dan memperbaiki masalah yang ditemukan selama proses pemeriksaan.

Meski demikian, keputusan arsitektur, penentuan fitur, dan peninjauan perubahan tetap dilakukan oleh para engineer. X juga menerapkan aturan pemeriksaan kode, pengujian otomatis, serta proses validasi sebelum perubahan dapat digabungkan ke dalam proyek.

Penggunaan agen AI dalam proyek ini memperlihatkan bagaimana perusahaan teknologi mulai memanfaatkannya bukan hanya untuk fitur yang dilihat pengguna, tetapi juga untuk mempercepat pekerjaan rekayasa perangkat lunak di balik produk.

Perubahan Infrastruktur Jadi Fokus Utama

Pembaruan aplikasi web X memperlihatkan bahwa peningkatan pengalaman pengguna tidak selalu datang dari penambahan fitur baru. Dalam kasus ini, perusahaan justru memusatkan perhatian pada cara halaman diproses dan dikirimkan ke browser.

Penyatuan sistem server, pengiriman konten secara bertahap, serta pengurangan jumlah berkas yang harus dimuat menjadi bagian dari strategi tersebut. X juga mempertahankan proses migrasi bertahap agar perubahan infrastruktur tidak langsung berdampak pada seluruh pengguna.

Meski klaim peningkatan kecepatannya cukup besar, hasil penggunaan sehari-hari masih perlu dilihat seiring pembaruan menjangkau lebih banyak negara dan perangkat. Bagi pengguna, ukuran keberhasilannya bukan hanya angka pengujian internal, melainkan apakah halaman X benar-benar terasa lebih responsif ketika membuka profil, membaca unggahan, dan berpindah antarbagian aplikasi.

I’m donut? Buka Gerai Pertama di Indonesia, Hadirkan Donat Rasa Martabak Manis

About The Author

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *