Endoxa Asia – Pemerintah Thailand menetapkan kebijakan pengurangan pajak cukai untuk dua jenis bahan bakar, yakni bensin campuran etanol E20 dan biodiesel B20, selama tiga bulan. Kebijakan yang mulai berlaku pada 28 Oktober 2026 ini membuat harga eceran kedua bahan bakar tersebut turun menjadi 33,50 baht per liter di sejumlah jaringan SPBU, termasuk PTT dan Bangchak.
Langkah tersebut diambil untuk meringankan biaya energi masyarakat dan pelaku usaha transportasi di tengah tingginya harga minyak dunia. Pemerintah juga berharap peningkatan penggunaan bahan bakar berbasis hasil pertanian dapat membantu menopang permintaan komoditas lokal.
Namun, kebijakan ini tidak berlaku untuk seluruh jenis bahan bakar. Harga bensin dan diesel dengan jenis campuran lain tetap mengikuti ketentuan yang berlaku sebelumnya.
Harga E20 dan B20 Turun, Berlaku hingga Januari 2027
Kabinet Thailand menyetujui pengurangan pajak cukai pada 27 Oktober 2026. Berdasarkan pengumuman Departemen Cukai Thailand, tarif pajak E20 turun dari 6 baht menjadi 0,358 baht per liter. Sementara itu, pajak B20 dipangkas dari 5,953 baht menjadi 0,431 baht per liter.
Masa berlaku kebijakan ditetapkan selama tiga bulan, mulai 28 Oktober 2026 hingga 27 Januari 2027. Pemerintah akan mengevaluasi situasi setelah periode awal tersebut untuk menentukan apakah kebijakan perlu diperpanjang atau disesuaikan.
Penyesuaian pajak tersebut disertai perubahan mekanisme subsidi melalui Dana Minyak Bahan Bakar Thailand. Komite pengelola dana menyetujui penyesuaian kompensasi sehingga harga eceran E20 dan B20 sama-sama menjadi 33,50 baht per liter.
Di Bangkok, harga B20 turun 3,69 baht per liter dari 37,19 baht, sedangkan E20 turun 2,19 baht dari 35,69 baht. Harga tersebut berlaku di PTT dan Bangchak mulai 28 Oktober, belum termasuk pajak pemeliharaan lokal. Harga di jaringan SPBU lain dapat berbeda.
Mengapa Pemerintah Thailand Mengambil Langkah Ini?
Pemerintah Thailand menyebut tekanan harga minyak mentah global dan situasi geopolitik yang berkepanjangan sebagai latar belakang kebijakan tersebut. Pengurangan pajak diharapkan membantu menekan biaya energi yang memengaruhi rumah tangga, sektor transportasi, dan kegiatan bisnis.
Kebijakan ini juga berkaitan dengan beban Dana Minyak Bahan Bakar. Selama ini, pemerintah menggunakan mekanisme dana tersebut untuk membantu menjaga stabilitas harga domestik. Namun, besarnya kewajiban kompensasi mendorong pemerintah memanfaatkan pengurangan pajak cukai sebagai instrumen tambahan.
Departemen Cukai Thailand menyatakan bahwa pemangkasan hanya dilakukan pada jenis bahan bakar tertentu yang memperoleh dukungan dana relatif besar. Pendekatan terbatas ini dimaksudkan untuk membantu masyarakat sembari mengurangi tekanan pada dana kompensasi energi dan menjaga disiplin fiskal.
Bahan Bakar Alternatif Jadi Instrumen Dukungan bagi Petani
Selain membantu pengguna kendaraan, kebijakan ini dirancang untuk mendorong permintaan bahan baku pertanian yang digunakan dalam produksi biofuel.
B20 merupakan biodiesel dengan kandungan biodiesel sekitar 20 persen, sedangkan E20 adalah bensin yang mengandung etanol 20 persen. Produksi biodiesel berkaitan dengan minyak sawit, sementara etanol dapat dibuat dari bahan pertanian seperti tebu dan singkong.
Dengan harga yang lebih kompetitif, pemerintah berharap lebih banyak pengendara dan operator transportasi mempertimbangkan penggunaan kedua jenis bahan bakar tersebut. Peningkatan permintaan berpotensi mendukung pasar komoditas pertanian yang menjadi bahan bakunya.
Meski demikian, besarnya manfaat bagi petani akan bergantung pada perkembangan permintaan, produksi biofuel, dan kondisi pasar komoditas. Penurunan harga bahan bakar tidak dengan sendirinya menjamin kenaikan pendapatan petani.
Pemerintah juga menyatakan bahwa kebijakan ini tetap mempertahankan komponen harga karbon sebesar 200 baht per ton karbon dioksida ekuivalen. Dengan demikian, penyesuaian pajak diarahkan untuk meringankan biaya energi sekaligus mempertahankan mekanisme harga karbon yang telah ditetapkan.
Tidak Semua Bahan Bakar Ikut Turun
Pengendara perlu memperhatikan jenis bahan bakar yang digunakan. Per 28 Oktober 2026, penurunan harga yang diumumkan secara khusus mencakup E20 dan B20. Harga bensin dan diesel jenis lain tidak otomatis ikut turun akibat kebijakan ini.
Di Bangkok, misalnya, harga bensin gasohol 95 di PTT dan Bangchak tercatat 42,04 baht per liter, sedangkan diesel B7 berada di 43,54 baht per liter. Angka tersebut menunjukkan perbedaan harga yang cukup besar dibandingkan E20 dan B20, tetapi pilihan bahan bakar tetap harus disesuaikan dengan spesifikasi kendaraan.
Pengguna kendaraan disarankan memeriksa buku manual atau berkonsultasi dengan pusat servis untuk memastikan mobil atau sepeda motor mereka kompatibel dengan E20 maupun B20. Menggunakan bahan bakar yang tidak sesuai rekomendasi produsen dapat menimbulkan masalah pada sistem bahan bakar atau kinerja mesin.
Dalam tiga bulan ke depan, efektivitas kebijakan ini akan bergantung pada pergerakan harga minyak global, kondisi keuangan Dana Minyak Bahan Bakar, dan respons konsumen terhadap harga baru. Pemerintah Thailand akan menghadapi pilihan untuk mempertahankan, menyesuaikan, atau mengakhiri insentif setelah periode awal berakhir pada Januari 2027.




Komentar