News Internasional

Neri Colmenares Desak Penangkapan Damai Bato Dela Rosa Jelang Sidang ICC Duterte

Neri Colmenares Desak Penangkapan Damai Bato Dela Rosa Jelang Sidang ICC Duterte
Neri Colmenares Desak Penangkapan Damai Bato Dela Rosa Jelang Sidang ICC Duterte

Endoxa Asia – Desakan agar penangkapan Senator Filipina Ronald “Bato” dela Rosa dilakukan secara damai kembali mengemuka menjelang persidangan mantan Presiden Rodrigo Duterte di Mahkamah Pidana Internasional atau International Criminal Court (ICC). Pada 26 Oktober 2026, Neri Colmenares menyerukan pendekatan tanpa kekerasan dalam upaya menangkap Dela Rosa, yang sedang dicari terkait dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan dalam kampanye perang melawan narkoba di Filipina.

Seruan tersebut muncul ketika pemerintah Filipina meningkatkan upaya pencarian Dela Rosa. Otoritas sebelumnya mengumumkan hadiah sebesar 50 juta peso Filipina bagi informasi yang mengarah pada penangkapannya dan memberikan tenggat satu minggu agar senator tersebut menyerahkan diri.

Hadiah 50 Juta Peso dan Pencarian Dela Rosa

Menteri Dalam Negeri Filipina Jonvic Remulla mengumumkan hadiah 50 juta peso pada 23 Oktober 2026 bersama Kepala Kepolisian Nasional Filipina, Jenderal Jose Melencio Nartatez Jr. Pemerintah menyatakan hadiah tersebut ditujukan untuk memperoleh informasi yang dapat membantu menemukan dan menangkap Dela Rosa.

Remulla juga menyebut senator itu sebagai sosok yang dianggap bersenjata dan berbahaya. Kepolisian kemudian menyiapkan tim khusus untuk melakukan pencarian, mulai dari pengumpulan informasi intelijen hingga operasi penangkapan. Pemerintah menyatakan ingin Dela Rosa menyerahkan diri secara damai, tetapi operasi penegakan hukum tetap akan dilanjutkan.

Dela Rosa telah menghilang dari ruang publik sejak Mei 2026, ketika surat perintah penangkapannya dari ICC diumumkan secara terbuka. Ia sebelumnya terlihat berlindung di gedung Senat selama beberapa hari sebelum meninggalkan lokasi tersebut.

Besarnya hadiah dan peningkatan operasi pencarian memunculkan kekhawatiran mengenai keselamatan pihak-pihak yang terlibat. Sejumlah senator Filipina juga menyerukan agar penangkapan dilakukan tanpa pertumpahan darah.

Mengapa Penangkapan Damai Menjadi Sorotan?

Neri Colmenares Desak Penangkapan Damai Bato Dela Rosa Jelang Sidang ICC Duterte

Seruan untuk menghindari kekerasan turut disampaikan sejumlah anggota Senat. Presiden Senat Sherwin Gatchalian menekankan pentingnya keselamatan Dela Rosa maupun petugas yang menjalankan operasi. Senator Panfilo Lacson juga berharap penangkapan dapat berlangsung tanpa kekerasan atau tragedi.

Namun, Gatchalian menolak gagasan untuk bernegosiasi dengan kelompok bersenjata yang diduga melindungi Dela Rosa. Ia menilai pemerintah tidak seharusnya membuat kesepakatan dengan kelompok bersenjata yang tidak memiliki kewenangan membawa senjata.

Perdebatan tersebut memperlihatkan tantangan yang dihadapi aparat: menjalankan surat perintah penangkapan sembari mengurangi risiko bentrokan. Pemerintah Filipina menyatakan menginginkan penyelesaian yang damai, sedangkan sejumlah pihak mempertanyakan pendekatan dan dasar hukum dari hadiah yang diumumkan.

Pengacara Dela Rosa, Israelito Torreon, sebelumnya mengkritik hadiah tersebut dan mempertanyakan dasar hukumnya karena penangkapan itu didasarkan pada surat perintah ICC, bukan surat perintah dari pengadilan Filipina. Pemerintah tetap mempertahankan langkah tersebut sebagai bagian dari operasi penegakan hukum.

Surat Perintah ICC Berkaitan dengan Perang Melawan Narkoba

ICC membuka perkara terhadap Dela Rosa atas dugaan keterlibatannya dalam kejahatan terhadap kemanusiaan berupa pembunuhan yang berkaitan dengan kampanye perang melawan narkoba di Filipina. Dela Rosa sebelumnya menjabat sebagai kepala Kepolisian Nasional Filipina pada masa pemerintahan Rodrigo Duterte dan dikenal sebagai salah satu tokoh yang menjalankan kebijakan tersebut.

Menurut ICC, surat perintah penangkapan terhadap Dela Rosa awalnya diterbitkan secara rahasia pada 6 November 2025, kemudian dibuka kepada publik pada 11 Mei 2026. Pengadilan menyatakan terdapat alasan yang cukup untuk meyakini bahwa Dela Rosa diduga bertanggung jawab atas kejahatan terhadap kemanusiaan berupa pembunuhan dalam periode yang berkaitan dengan operasi antinarkoba.

Dugaan tersebut belum merupakan putusan bersalah. Dela Rosa tetap berhak atas proses hukum dan pembelaan terhadap tuduhan yang diajukan.

Perkara Dela Rosa terkait dengan penyelidikan ICC yang lebih luas terhadap dugaan kejahatan dalam kampanye perang melawan narkoba pada masa pemerintahan Duterte. Namun, Dela Rosa dan Duterte merupakan dua tersangka berbeda, dengan perkara yang dapat diproses secara terpisah oleh pengadilan.

Persidangan Duterte Dijadwalkan Mulai 30 November

Seruan Colmenares muncul menjelang dimulainya persidangan Duterte di ICC, yang dijadwalkan pada 30 November 2026. Mantan presiden Filipina tersebut ditangkap pada Maret 2025 dan kemudian dibawa ke Den Haag, Belanda, untuk menjalani proses hukum.

Pada April 2026, hakim ICC mengonfirmasi seluruh dakwaan terhadap Duterte dan meneruskan perkaranya ke tahap persidangan. Pengadilan kemudian menyatakan pada Oktober 2026 bahwa Duterte dinilai layak mengikuti persidangan, dengan sejumlah pengaturan untuk memfasilitasi partisipasinya.

Persidangan tersebut menjadi tahapan penting dalam proses hukum atas dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan yang berkaitan dengan perang melawan narkoba. Sementara itu, penangkapan Dela Rosa akan menjadi persoalan tersendiri bagi otoritas Filipina karena ia masih berada di luar jangkauan aparat.

Seruan untuk penangkapan damai menunjukkan bahwa pelaksanaan surat perintah ICC bukan hanya menyangkut keberhasilan menemukan orang yang dicari. Prosesnya juga menuntut perhatian terhadap keselamatan, kepastian hukum, dan hak pihak yang dituduh. Dengan persidangan Duterte yang semakin dekat, langkah pemerintah terhadap Dela Rosa akan terus menjadi perhatian dalam perkembangan perkara ICC terkait Filipina.

About The Author

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *