News Internasional

Lula Terpilih Kembali sebagai Presiden Brasil, Pemimpin Dunia Beri Ucapan Selamat

Lula Terpilih Kembali sebagai Presiden Brasil, Pemimpin Dunia Beri Ucapan Selamat
Lula Terpilih Kembali sebagai Presiden Brasil, Pemimpin Dunia Beri Ucapan Selamat

Endoxa Asia – Sejumlah pemimpin dunia menyampaikan ucapan selamat kepada Luiz Inácio Lula da Silva setelah ia kembali terpilih sebagai Presiden Brasil dalam pemilihan putaran kedua pada Minggu, 25 Oktober 2026. Lula mengalahkan senator Flávio Bolsonaro dengan memperoleh 51,79% suara sah, dibandingkan 48,21% yang diraih pesaingnya.

Hasil resmi yang diumumkan Mahkamah Pemilihan Tinggi Brasil (TSE) memberikan Lula masa jabatan keempat yang tidak berurutan. Kemenangan ini mendapat respons dari berbagai negara, dengan sejumlah pemimpin menyoroti kerja sama perdagangan, hubungan bilateral, perlindungan lingkungan, serta peran Brasil dalam hubungan internasional.

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat di Sumatera dan Kalimantan, Ini Wilayahnya

Pemimpin Eropa Soroti Demokrasi dan Kerja Sama

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyampaikan ucapan selamat kepada Lula melalui media sosial. Ia menekankan pentingnya demokrasi dan multilateralisme serta menyatakan bahwa Uni Eropa akan melanjutkan kerja sama dengan Brasil dalam perdagangan terbuka, tatanan global berbasis aturan, dan agenda iklim.

Presiden Prancis Emmanuel Macron juga menyampaikan harapan agar kedua negara memperkuat kemitraan strategis. Menurut Macron, Prancis dan Brasil masih memiliki banyak peluang untuk membangun kerja sama di tengah tantangan global.

Sementara itu, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez menyebut kemenangan Lula sebagai kebangkitan progresif. Pernyataan tersebut mencerminkan pandangan politik Sánchez terhadap hasil pemilu Brasil, bukan kesimpulan bersama seluruh pemimpin Eropa.

India dan Afrika Selatan Tekankan Peran Global South

Perdana Menteri India Narendra Modi turut mengucapkan selamat kepada Lula. Ia menyatakan ingin memperdalam kemitraan strategis India dan Brasil serta memperluas kerja sama di berbagai sektor.

Modi juga menyoroti kepentingan bersama negara-negara Global South, istilah yang merujuk pada kelompok negara berkembang yang berupaya memperkuat posisi dan kepentingannya dalam tata kelola global.

Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa memandang kemenangan Lula sebagai peristiwa yang dampaknya melampaui Brasil. Ia menghubungkannya dengan posisi negara-negara Global South dan kekuatan politik progresif di dunia.

Operasi Patuh Jaya 2026 Dimulai, Kapolda Metro Minta Warga Laporkan Polisi Nakal

Kedua respons tersebut memperlihatkan bagaimana hasil pemilu Brasil juga dipandang dalam konteks kerja sama antarnegara berkembang, termasuk melalui forum seperti BRICS.

Kanada dan Ukraina Sampaikan Pesan Kerja Sama

Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengatakan hubungan Kanada dan Brasil telah berkembang melalui kemitraan kedua negara. Ia berharap momentum tersebut dapat digunakan untuk memperluas peluang perdagangan, melindungi lingkungan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy juga mengucapkan selamat kepada Lula. Dalam pernyataannya, Zelenskyy berterima kasih atas dukungan Brasil terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Ukraina serta menyatakan harapan untuk memperluas kerja sama.

Pesan dari kedua pemimpin tersebut memperlihatkan bahwa respons terhadap kemenangan Lula tidak hanya berisi ucapan selamat, tetapi juga harapan terkait kepentingan bilateral masing-masing negara.

Negara-Negara Amerika Latin Ikut Bereaksi

Di kawasan Amerika Latin, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menyambut hasil pemilu dengan menyatakan bahwa rakyat Brasil telah memenangkan demokrasi.

Presiden Uruguay Yamandú Orsi mengatakan telah berbicara dengan Lula dan menyampaikan ucapan selamat. Ia juga menyoroti proses pemilu sebagai bagian dari perayaan demokrasi.

Presiden Chile José Antonio Kast menyatakan harapan untuk memperkuat hubungan kedua negara, terutama dalam integrasi ekonomi dan pemberantasan kejahatan terorganisasi di kawasan. Presiden Paraguay Santiago Peña dan Presiden Bolivia Rodrigo Paz juga menekankan kerja sama regional, pembangunan, serta hubungan bilateral.

Oposisi Thailand Desak Debat Mosi Tidak Percaya, Soroti 18 Anggota Kabinet

Sementara itu, Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel menggambarkan kemenangan Lula sebagai kelanjutan dari jalur perdamaian, kedaulatan, dan keadilan sosial. Pernyataan-pernyataan tersebut menunjukkan beragam prioritas yang dibawa para pemimpin regional dalam menyambut hasil pemilu Brasil.

Hasil Pemilu Tetap Diiringi Kontroversi

Di tengah ucapan selamat internasional, hasil pemilu Brasil juga menghadapi penolakan dari Flávio Bolsonaro. Ia menyatakan akan meminta pembatalan hasil pemilihan dengan mempersoalkan keputusan memperpanjang waktu pemungutan suara selama dua jam di sejumlah tempat pemungutan suara.

Perpanjangan tersebut menjadi bagian dari perdebatan setelah pemungutan suara. Ketua TSE Kassio Nunes Marques menjelaskan bahwa keputusan memperpanjang waktu pemungutan suara memerlukan penyesuaian sistem dan prosedur penghitungan suara. Ia juga menyoroti tantangan teknis yang muncul karena keputusan itu disampaikan setelah waktu penutupan yang semula dijadwalkan.

Meski Bolsonaro mempersoalkan hasilnya, TSE telah mengumumkan kemenangan Lula dengan perolehan 64.256.232 suara sah atau 51,79%. Karena itu, penolakan kandidat tidak sama dengan pembatalan hasil resmi pemilu.

Masa Jabatan Baru dan Arah Hubungan Internasional Brasil

Kemenangan Lula menandai kelanjutan kepemimpinannya setelah sebelumnya menjabat sebagai presiden pada 2003–2010 dan kembali berkuasa pada 2023. Masa jabatan berikutnya akan menjadi periode keempatnya secara keseluruhan, tetapi bukan empat periode berturut-turut.

Ucapan selamat dari berbagai negara memperlihatkan sejumlah agenda yang kemungkinan menjadi perhatian dalam hubungan internasional Brasil, mulai dari perdagangan dan iklim hingga kerja sama regional serta peran Global South. Namun, pernyataan tersebut merupakan harapan dan posisi masing-masing pemimpin, bukan jaminan bahwa seluruh agenda akan segera terwujud.

Perkembangan politik dalam negeri, proses hukum terkait keberatan hasil pemilu, dan kebijakan pemerintahan berikutnya akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah Brasil. Untuk saat ini, hasil resmi telah menetapkan Lula sebagai pemenang, sementara respons internasional menunjukkan besarnya perhatian terhadap peran Brasil dalam hubungan global.

About The Author

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *