Endoxa Asia – Masa depan Trent Alexander-Arnold di Real Madrid menjadi sorotan setelah bek kanan asal Inggris tersebut mulai kehilangan menit bermain. Persaingan dengan Denzel Dumfries, ditambah keputusan pelatih José Mourinho memainkan Federico Valverde di posisi bek kanan, membuat situasi Trent di Santiago Bernabéu kembali dipertanyakan.
Namun, Mourinho menegaskan bahwa dirinya tidak memperkirakan Trent maupun Dumfries akan meminta meninggalkan klub. Pelatih asal Portugal itu juga menyebut keputusan memainkan Valverde merupakan kebutuhan taktik tim pada pertandingan tertentu, bukan karena ingin mengesampingkan kedua pemain.
Pernyataan tersebut disampaikan Mourinho menjelang pertandingan La Liga melawan Racing Santander pada 1 November 2026. Ia mengatakan sudah berbicara dengan Trent dan Dumfries untuk menjelaskan alasan di balik perubahan komposisi pemain.
Mourinho Akui Situasi Trent Tidak Mudah
Mourinho mengakui bahwa keputusan memainkan pemain ketiga di posisi yang sudah memiliki dua bek kanan khusus bukan situasi yang ideal. Ia bahkan mengaku merasa tidak nyaman ketika harus membuat pemain kehilangan kesempatan tampil.
Menurut Mourinho, dirinya ingin menjaga hubungan baik dengan seluruh anggota skuad. Namun, kepentingan tim tetap menjadi pertimbangan utama dalam menentukan susunan pemain.
Ia menjelaskan bahwa keputusan menempatkan Valverde sebagai bek kanan yang lebih ofensif diambil karena Real Madrid membutuhkan perubahan komposisi lini tengah.
Mourinho juga memastikan bahwa Trent dan Dumfries menerima penjelasan tersebut dengan baik. Ia menilai keputusan itu ditujukan untuk kepentingan tim, bukan sebagai bentuk ketidakpercayaan terhadap kemampuan individu pemain.
Federico Valverde Jadi Pilihan di Posisi Bek Kanan
Situasi Trent semakin rumit setelah Mourinho beberapa kali memilih Valverde untuk mengisi posisi bek kanan. Padahal, pemain asal Uruguay tersebut lebih dikenal sebagai gelandang.
Keputusan itu membuat dua pemain yang secara alami berposisi sebagai bek kanan, Trent dan Dumfries, harus berbagi kesempatan bermain.
Mourinho menjelaskan bahwa penggunaan Valverde berkaitan dengan kebutuhan taktik pada momen tertentu. Ia ingin mengubah komposisi lini tengah sekaligus mendapatkan karakter bek kanan yang lebih ofensif.
Menurutnya, pilihan tersebut tidak berarti Trent atau Dumfries kehilangan tempat secara permanen. Jadwal pertandingan yang padat, akumulasi kartu kuning, kelelahan, serta potensi cedera membuat rotasi pemain tetap diperlukan.
Mourinho juga menyebut bahwa pada pertandingan berikutnya melawan Racing Santander, Valverde tidak akan menjadi starter. Kondisi tersebut membuka kesempatan bagi Trent atau Dumfries untuk kembali mengisi posisi bek kanan.
Rumor Masa Depan Trent Sempat Menguat
Sebelum Mourinho memberikan penjelasan, spekulasi mengenai masa depan Trent sudah berkembang. MerahPutih pada 28 Oktober 2026 melaporkan bahwa sang pemain dikabarkan meminta pertemuan khusus dengan Mourinho untuk membahas situasinya di Real Madrid.
Laporan tersebut mengaitkan permintaan pertemuan dengan terbatasnya menit bermain yang diperoleh Trent. Ia disebut membutuhkan kesempatan tampil lebih konsisten agar dapat menjaga performa kompetitifnya.
Spekulasi transfer kemudian ikut berkembang menjelang bursa transfer Januari. Sejumlah klub Premier League, termasuk Liverpool, Arsenal, Chelsea, dan Manchester City, disebut masuk dalam rumor ketertarikan terhadap pemain Inggris tersebut.
Meski begitu, kabar mengenai kemungkinan kepindahan itu belum sama dengan keputusan resmi dari Trent atau Real Madrid. Mourinho sendiri menyatakan tidak memperkirakan kedua bek kanannya akan meminta hengkang.
Persaingan Menit Bermain Masih Jadi Tantangan Trent
Trent bergabung dengan Real Madrid setelah meninggalkan Liverpool pada 2025. Ia dikenal memiliki kemampuan distribusi bola, umpan silang, dan visi permainan yang menjadi salah satu kekuatan utamanya ketika bermain sebagai bek kanan.
Namun, adaptasi di Madrid tidak berjalan tanpa tantangan. Persaingan dengan pemain lain serta perubahan kebutuhan taktik membuat perannya belum sepenuhnya stabil.
Mourinho sebelumnya juga pernah mencoba memainkan Trent di lini tengah. Dalam pertandingan Liga Champions melawan Inter Milan pada September 2026, ia memasang pemain tersebut sebagai gelandang pivot.
Setelah pertandingan, Mourinho memuji kemampuan Trent menjalankan instruksi taktik. Meski demikian, ia menegaskan bahwa Trent bukan gelandang alami dan eksperimen tersebut lebih dipengaruhi kondisi skuad saat itu.
Situasi ini memperlihatkan bahwa Mourinho masih melihat fleksibilitas sebagai salah satu nilai yang dapat dimanfaatkan dari Trent. Namun, kesempatan bermain reguler tetap bergantung pada kebutuhan tim dan persaingan di setiap posisi.
Dengan bursa transfer Januari yang semakin dekat, perhatian terhadap masa depan Trent kemungkinan masih berlanjut. Untuk saat ini, Mourinho telah menyampaikan bahwa ia tidak mengharapkan sang pemain meminta hengkang, meskipun persaingan untuk mendapatkan tempat utama di Real Madrid belum selesai.




Komentar