Endoxa Asia – Samsung dikabarkan menyiapkan sejumlah perubahan pada Galaxy S27 Ultra yang diperkirakan meluncur pada awal 2027. Dua peningkatan yang menjadi sorotan adalah sistem pengisian daya dan pemrosesan kamera berbasis kecerdasan buatan (AI).
Alih-alih sekadar menaikkan daya pengisian, Samsung disebut sedang mengoptimalkan algoritma charging agar Galaxy S27 Ultra dapat mempertahankan daya tinggi lebih lama pada fase awal pengisian. Di sisi kamera, perusahaan dikabarkan menguji pemrosesan AI untuk mengurangi masalah lens flare.
Kabar tersebut berasal dari tipster @WalleGalaxy dan @kro_roe, lalu diberitakan kembali oleh sejumlah media teknologi. Karena Galaxy S27 Ultra belum diumumkan Samsung, seluruh informasi ini masih berstatus rumor dan belum menjadi spesifikasi resmi.
Galaxy S27 Ultra Disebut Tetap 60W, tetapi Bisa Lebih Cepat
Galaxy S27 Ultra dirumorkan masih menggunakan pengisian daya kabel 60W, sama seperti Galaxy S26 Ultra.
Yang berubah bukan angka watt maksimumnya, melainkan cara perangkat mengelola daya selama proses pengisian.
Menurut informasi yang dibagikan @WalleGalaxy, Samsung disebut mengoptimalkan algoritma charging sehingga perangkat dapat mempertahankan daya sekitar 55W hingga 56W lebih lama pada fase awal pengisian. Dengan begitu, kecepatan pengisian secara keseluruhan diklaim dapat meningkat sekitar 2% hingga 3% dibandingkan generasi sebelumnya.
Pendekatan ini menarik karena Samsung tidak harus menaikkan spesifikasi pengisian hingga angka yang jauh lebih tinggi. Perusahaan justru disebut berusaha memaksimalkan penggunaan daya yang sudah tersedia.
Sebagai pembanding, Galaxy S26 Ultra secara resmi mendukung Super Fast Charging 3.0 hingga 60W. Samsung mengklaim perangkat tersebut dapat mengisi baterai hingga 75% dalam waktu sekitar 30 menit.
Baterai Bisa Naik dari 5.000 mAh ke 5.700 mAh
Rumor lainnya menyebut Galaxy S27 Ultra akan membawa baterai sekitar 5.700 mAh.
Jika terealisasi, kapasitas tersebut akan menjadi peningkatan dari 5.000 mAh yang digunakan Galaxy S26 Ultra. Samsung sendiri mencantumkan kapasitas tipikal 5.000 mAh pada Galaxy S26 Ultra dengan daya tahan pemutaran video hingga 31 jam.
Kombinasi baterai yang lebih besar dan algoritma charging yang lebih agresif pada fase awal menjadi bagian yang menarik dari rumor S27 Ultra.
Sebab, baterai berkapasitas lebih besar pada dasarnya juga berarti ada lebih banyak energi yang harus diisi. Jika Samsung benar-benar mampu mempertahankan daya pengisian tinggi lebih lama, peningkatan kapasitas tersebut tidak serta-merta harus membuat waktu tunggu pengisian menjadi lebih panjang.
Namun, angka 5.700 mAh tersebut belum dikonfirmasi Samsung. Informasi yang beredar saat ini berasal dari kebocoran dan laporan pihak ketiga.
AI Disebut Dipakai untuk Mengurangi Lens Flare
Peningkatan lain yang dikabarkan hadir pada Galaxy S27 Ultra justru berada di sisi kamera.
Samsung disebut sedang menguji pemrosesan berbasis AI untuk mengurangi lens flare, yaitu artefak cahaya yang dapat muncul ketika kamera diarahkan ke sumber cahaya kuat seperti lampu jalan, matahari, atau lampu panggung.
Menurut informasi yang beredar dari sumber yang sama, Samsung menguji perangkat lunak prototipe yang dapat mendeteksi dan mengurangi lens flare melalui pemrosesan gambar.
Sumber tersebut bahkan mengklaim hasil pengujian awal mampu membuat gangguan tersebut nyaris hilang. Namun, klaim itu berasal dari informasi leak dan belum dapat dianggap sebagai hasil pengujian independen.
Jika teknologi tersebut benar-benar diterapkan pada produk final, perbaikannya akan menunjukkan bagaimana Samsung semakin mengandalkan computational photography untuk meningkatkan kualitas foto.
Pendekatan tersebut juga sejalan dengan arah Galaxy S26 Ultra yang sudah menggabungkan perangkat keras kamera dengan pemrosesan berbasis AI. Samsung, misalnya, menggunakan ProVisual Engine dan berbagai pemrosesan gambar untuk meningkatkan kualitas foto dan video.
Bukan Sekadar Mengejar Angka Watt
Rumor Galaxy S27 Ultra memperlihatkan perubahan menarik dalam persaingan smartphone flagship.
Persaingan baterai selama ini sering terlihat dari angka kapasitas dan daya pengisian. Produsen dapat memasarkan baterai lebih besar atau teknologi pengisian dengan watt yang semakin tinggi.
Samsung justru dikabarkan mengambil pendekatan berbeda pada S27 Ultra: mempertahankan batas 60W, tetapi berusaha membuat perangkat menggunakan daya tersebut secara lebih efektif.
Jika rumor tersebut benar, pengguna tidak harus mendapatkan angka watt yang jauh lebih tinggi untuk merasakan peningkatan kecepatan pengisian. Yang lebih menentukan adalah berapa lama perangkat dapat mempertahankan daya tinggi sebelum sistem menurunkannya untuk mengendalikan suhu dan menjaga kesehatan baterai.
Hal serupa terjadi pada kamera. Samsung tidak hanya dikabarkan mengandalkan perubahan perangkat keras, tetapi juga memanfaatkan AI untuk mengatasi masalah visual setelah gambar ditangkap.
Dengan demikian, dua rumor terbesar Galaxy S27 Ultra saat ini justru menunjukkan strategi yang sama: meningkatkan pengalaman melalui optimasi software, bukan hanya menambah angka spesifikasi.
Galaxy S27 Ultra Diperkirakan Hadir Awal 2027
Galaxy S27 Ultra diperkirakan menjadi bagian dari seri Galaxy S27 yang akan diperkenalkan Samsung pada awal 2027.
Untuk saat ini, Samsung belum mengonfirmasi kapasitas baterai 5.700 mAh, peningkatan algoritma charging, maupun sistem AI untuk mengatasi lens flare.
Karena itu, informasi tersebut masih perlu ditempatkan sebagai rumor hingga Samsung mengumumkan spesifikasi resmi. Jika benar, Galaxy S27 Ultra berpotensi menawarkan peningkatan yang tidak hanya terlihat pada lembar spesifikasi, tetapi juga pada dua aktivitas yang paling sering dilakukan pengguna flagship: mengisi daya dan mengambil foto.



Komentar