Key Insights
- Ben Shelton menyingkirkan juara bertahan Carlos Alcaraz dalam duel lima set selama 4 jam 28 menit di US Open 2026.
- Shelton bangkit setelah kehilangan set pertama dan memenangkan dua set berikutnya sebelum mengamankan laga lewat tiebreak penentuan.
- Kemenangan tersebut membawa Shelton ke semifinal untuk menghadapi Frances Tiafoe dan memastikan satu wakil Amerika Serikat melaju ke final.
Ben Shelton menciptakan kejutan besar di US Open 2026 setelah menyingkirkan juara bertahan Carlos Alcaraz pada perempat final di Arthur Ashe Stadium, New York. Petenis Amerika Serikat itu memenangkan pertarungan lima set yang berlangsung selama 4 jam 28 menit dengan skor 6-7(5), 6-1, 6-3, 1-6, 7-6(10-7).
Hasil tersebut menghentikan langkah Alcaraz untuk mempertahankan gelar yang diraihnya pada edisi sebelumnya. Di sisi lain, Shelton melangkah ke semifinal Grand Slam dengan melewati salah satu pertandingan paling berat dalam perjalanannya di New York.
Pertandingan berlangsung ketat sejak set pertama. Alcaraz mampu mengatasi tekanan servis keras Shelton dan membawa set pembuka ke tiebreak. Petenis Spanyol tersebut akhirnya mengamankan set pertama 7-6(5).
Situasi berubah drastis pada set kedua. Shelton mulai bermain lebih agresif dan memaksimalkan keunggulan dari servis kidalnya yang mampu menghasilkan kecepatan lebih dari 140 mph. Forehand bertenaga miliknya juga membuat Alcaraz kesulitan mengembangkan permainan.
Shelton menyapu set kedua dengan skor 6-1. Momentum tersebut terus terbawa ke set ketiga ketika ia semakin berani mengambil inisiatif dalam reli dan menekan lawannya sejak awal poin.
Hasilnya, Shelton kembali merebut set tersebut, kali ini dengan skor 6-3. Dalam waktu relatif singkat, pemain tuan rumah itu berbalik unggul setelah sebelumnya kehilangan set pembuka.
Alcaraz kemudian menunjukkan mengapa dirinya berstatus juara bertahan. Tidak ingin mengakhiri turnamen lebih cepat, ia mengubah variasi permainan dengan memanfaatkan drop shot, penempatan bola yang lebih presisi, serta permainan di area net.
Strategi tersebut efektif. Alcaraz mengambil alih set keempat dan menang telak 6-1, memaksa pertandingan memasuki set kelima yang menjadi penentu.
Set terakhir menjadi pertarungan ketahanan mental. Kedua pemain mampu mempertahankan servis masing-masing hingga kedudukan 6-6. Tidak ada yang berhasil menciptakan keunggulan cukup untuk mengakhiri pertandingan dalam waktu reguler.
Pertandingan kemudian ditentukan melalui tiebreak. Di fase paling krusial tersebut, Shelton mampu menjaga ketenangannya dan mengurangi kesalahan sendiri. Sebuah return tajam akhirnya membantu petenis Amerika Serikat itu mengunci kemenangan dengan skor 10-7.
Kemenangan Ben Shelton memiliki arti lebih dari sekadar keberhasilan melewati perempat final. Ia mampu mengatasi pemain yang datang sebagai juara bertahan sekaligus salah satu favorit utama turnamen, dalam pertandingan yang berlangsung hampir empat setengah jam.
Laga tersebut juga memperlihatkan perkembangan Shelton dibandingkan pertemuan sebelumnya dengan Alcaraz. Menjelang pertandingan, Shelton menilai servis dan return-nya berada dalam kondisi terbaik, dua aspek yang kemudian menjadi senjata penting ketika ia mulai membalikkan keadaan setelah set pertama.
Dukungan penonton di Arthur Ashe Stadium turut menciptakan atmosfer berbeda. Sebagai petenis tuan rumah, Shelton mendapat energi tambahan dari tribun ketika momentum pertandingan mulai berpihak kepadanya.
Kekalahan ini sekaligus mengakhiri perjalanan Alcaraz dalam upayanya mempertahankan trofi US Open. Setelah kehilangan set kedua dan ketiga secara meyakinkan, ia sempat menunjukkan respons kuat dengan merebut set keempat, tetapi tidak mampu menyelesaikan comeback ketika pertandingan memasuki tiebreak penentuan.
Bagi tenis Amerika Serikat, hasil tersebut membawa kabar lebih besar. Shelton akan bertemu Frances Tiafoe di semifinal setelah Tiafoe juga berhasil melewati perempat final.
Pertemuan kedua pemain Amerika itu memastikan satu tempat di final US Open 2026 akan menjadi milik petenis tuan rumah. Dengan demikian, keberhasilan Shelton menyingkirkan Alcaraz bukan hanya membuka jalannya sendiri menuju gelar, tetapi juga memperbesar peluang Amerika Serikat mengakhiri turnamen dengan juara dari negaranya sendiri.
Kini tantangan Shelton berubah. Setelah melewati duel panjang melawan juara bertahan, ia harus menghadapi rekan senegara yang juga memahami atmosfer bermain di hadapan publik New York. Jika mampu mempertahankan kualitas servis, agresivitas, dan ketenangan seperti saat menghadapi Alcaraz, Shelton memiliki kesempatan untuk melangkah lebih jauh.
Namun, semifinal akan menjadi pertandingan baru dengan tekanan yang berbeda. Setelah kejutan besar di perempat final, Ben Shelton kini hanya berjarak satu kemenangan dari final US Open 2026.



Komentar