Otomotif Mobil

China Perketat Aturan Headunit Mobil Listrik, Layar Lipat Terancam Dilarang

China Perketat Aturan Headunit Mobil Listrik, Layar Lipat Terancam Dilarang
China Perketat Aturan Headunit Mobil Listrik, Layar Lipat Terancam Dilarang

Endoxa Asia – China mengusulkan aturan baru untuk memperketat standar keselamatan desain mobil, termasuk penggunaan headunit berukuran besar yang menjadi ciri khas banyak mobil listrik modern. Rancangan tersebut meminta produsen menguji dampak layar terhadap konsentrasi pengemudi, keselamatan saat tabrakan, dan keandalan perangkat dalam kondisi ekstrem.

Namun, aturan yang diusulkan Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT) itu bukan larangan menyeluruh terhadap semua layar besar. Pemerintah juga mengusulkan pelarangan layar fleksibel dan layar lipat, serta membatasi penggunaan sejumlah fitur interior ketika kendaraan sedang melaju.

Warga China Ditahan di Hong Kong Bawa 2 Kg Kokain, Dijanjikan Upah Rp4,8 Juta

Langkah ini menjadi bagian dari pengawasan yang lebih ketat terhadap desain kendaraan baru, terutama fitur teknologi yang belum cukup teruji dari sisi keselamatan.

China Tidak Langsung Melarang Semua Headunit Besar

Dalam rancangan yang diumumkan pada Oktober 2026, regulator China meminta produsen mengevaluasi layar infotainment tengah, layar berukuran besar, dan head-up display (HUD). Pengujian tersebut mencakup potensi gangguan terhadap pengemudi, ketahanan perangkat dalam kondisi ekstrem, serta risiko keselamatan ketika terjadi tabrakan.

Dengan demikian, ukuran layar bukan satu-satunya faktor penentu. Produsen perlu membuktikan bahwa desain dan teknologi yang digunakan memenuhi persyaratan keselamatan yang ditetapkan.

Rancangan tersebut secara khusus mengusulkan larangan terhadap layar fleksibel dan layar lipat. Meski teknologi ini belum banyak digunakan pada mobil produksi massal di China, perkembangannya membuat regulator memasukkannya ke dalam pembahasan standar desain kendaraan.

Menurut laporan CnEVPost pada 10 Oktober 2026, rancangan itu disusun bersama MIIT, Kementerian Keamanan Publik, Kementerian Ekologi dan Lingkungan, serta Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar China.

Keempat lembaga tersebut menyoroti risiko ketika produsen terlalu cepat mengadopsi desain baru tanpa pengujian yang memadai. Dokumen tersebut menyebut sebagian produsen telah mengikuti tren desain secara terburu-buru, sehingga meningkatkan risiko keselamatan dan lingkungan.

11 Buffet Hotpot di Singapura, dari Rporsi Hemat hingga Pilihan Premium

Mengapa Layar Besar Menjadi Perhatian Regulator?

Layar besar telah menjadi elemen penting dalam desain kokpit mobil listrik. Berbagai fungsi yang sebelumnya dioperasikan melalui tombol atau kenop fisik kini dapat diakses melalui layar sentuh, mulai dari sistem hiburan hingga sejumlah pengaturan kendaraan.

Pendekatan ini memungkinkan tampilan kabin yang lebih minimalis. Namun, pengoperasian melalui layar juga dapat mengharuskan pengemudi mencari ikon atau membuka beberapa menu untuk menemukan fungsi tertentu.

Risiko tersebut menjadi perhatian karena pengemudi perlu membagi perhatian antara jalan dan antarmuka kendaraan. Sistem yang tidak responsif, mengalami gangguan, atau sulit digunakan juga berpotensi menghambat pengoperasian fitur tertentu.

Rancangan China tidak menyatakan bahwa semua layar besar pasti membahayakan pengemudi. Sebaliknya, regulator meminta agar dampak keselamatan, keandalan, dan ketahanan desain tersebut dinilai melalui pengujian.

Pendekatan ini membuat produsen perlu mempertimbangkan keselamatan sejak tahap pengembangan produk, bukan hanya mengandalkan tampilan futuristis sebagai nilai tambah kendaraan.

Tombol Fisik Kembali Mendapat Perhatian

Usulan baru tersebut sejalan dengan langkah China sebelumnya untuk mengurangi ketergantungan kendaraan pada layar sentuh. Pada Februari 2026, MIIT mengumumkan rancangan revisi standar nasional GB4094-2016 yang mewajibkan kontrol fisik untuk sejumlah fungsi penting kendaraan.

Fungsi yang masuk dalam rancangan itu mencakup lampu sein, lampu hazard, klakson, pemindah gigi, wiper, pengatur kaca jendela, sistem penghilang embun pada kaca, serta aktivasi sistem bantuan berkendara tertentu. Sakelar pemutus daya pada mobil listrik dan sistem panggilan darurat juga termasuk dalam daftar fungsi yang dibahas.

Oposisi Thailand Desak Debat Mosi Tidak Percaya, Soroti 18 Anggota Kabinet

Rancangan standar tersebut menetapkan persyaratan agar kontrol memiliki posisi tetap dan dapat dioperasikan tanpa pengemudi harus melihatnya secara langsung. Area pengoperasian efektif tombol juga dirancang memiliki ukuran minimal 10 x 10 milimeter, disertai umpan balik taktil atau suara.

Dalam laporan CarNewsChina pada Februari 2026, aturan kontrol fisik itu direncanakan berlaku mulai 1 Juli 2027 untuk kendaraan yang masuk dalam cakupan penerapannya.

Perlu dibedakan bahwa revisi standar kontrol fisik dan rancangan aturan desain kendaraan yang diumumkan pada Oktober merupakan dua proses regulasi yang berbeda. Keduanya sama-sama menunjukkan perhatian regulator terhadap keselamatan antarmuka dan fitur kendaraan, tetapi memiliki cakupan ketentuan masing-masing.

Bukan Hanya Layar, Kursi dan Lampu Kustom Juga Disorot

Rancangan Oktober 2026 juga mencakup sejumlah fitur yang semakin banyak dikembangkan dalam industri otomotif.

Salah satunya adalah kursi zero gravity, kursi yang dapat berputar, dan kursi yang bisa diubah menjadi posisi rebah. Jika usulan disetujui, produsen harus menerapkan mekanisme yang mencegah fungsi-fungsi tersebut digunakan saat kendaraan sedang berjalan.

Regulator juga menyoroti lampu LED yang memungkinkan pengguna menampilkan desain khusus. Penggunaan perintah suara atau metode interaksi baru untuk mengoperasikan fungsi keselamatan tertentu, termasuk lampu depan, pintu, dan kap mesin, turut masuk dalam pembahasan.

Aturan yang diusulkan tidak hanya berkaitan dengan tampilan kendaraan. Produsen juga perlu menunjukkan bahwa fitur baru telah melewati pengujian yang memadai dan tidak menimbulkan risiko yang belum dikendalikan.

Untuk pengajuan persetujuan model baru mulai 1 Januari 2027, rancangan tersebut meminta dokumen tambahan mengenai parameter teknis dan validasi keselamatan serta lingkungan. Model yang telah tercantum dalam daftar kendaraan yang disetujui juga harus melengkapi dokumen terkait sesuai tenggat 1 Juli 2027.

Kendaraan yang tidak memenuhi persyaratan dan dinilai memiliki risiko keselamatan dapat menghadapi penghentian produksi atau penarikan kembali sesuai ketentuan yang berlaku.

Apa Dampaknya bagi Industri Mobil Listrik?

Jika disahkan, aturan tersebut berpotensi memengaruhi cara produsen merancang interior mobil listrik. Perusahaan perlu menyeimbangkan kebutuhan menghadirkan teknologi baru dengan kemudahan penggunaan, keandalan, dan keselamatan.

Layar besar masih dapat menjadi bagian dari kokpit, tetapi desainnya harus memenuhi evaluasi yang dipersyaratkan. Sementara itu, teknologi layar lipat dan fleksibel akan menghadapi pembatasan lebih langsung jika larangan yang diusulkan diberlakukan.

Perubahan ini juga berpotensi menambah kebutuhan pengujian dan penyesuaian desain sebelum kendaraan mendapat persetujuan. Besarnya dampak terhadap masing-masing produsen akan bergantung pada hasil akhir regulasi dan teknologi yang digunakan dalam model mereka.

Bagi pasar di luar China, perkembangan ini relevan karena sejumlah produsen otomotif China juga menjual kendaraan di pasar internasional, termasuk Indonesia. Namun, belum ada dasar untuk menyimpulkan bahwa rancangan tersebut otomatis berlaku pada kendaraan yang dijual di Indonesia. Dampaknya akan bergantung pada keputusan produsen dan aturan di setiap pasar.

Rancangan Masih Menunggu Proses Regulasi

Rancangan aturan desain kendaraan tersebut masih berada dalam tahap konsultasi publik. Menurut CnEVPost, pemerintah China membuka kesempatan penyampaian komentar hingga 10 November 2026.

Karena itu, ketentuan akhir dan bentuk penerapannya masih dapat berubah. Belum tepat untuk menyatakan bahwa semua headunit besar akan dilarang atau seluruh mobil listrik yang menggunakan layar besar harus ditarik dari pasar.

Arah kebijakannya sejauh ini lebih spesifik: teknologi dan desain baru perlu melewati pengujian keselamatan yang lebih ketat, sementara fitur yang dinilai berisiko akan menghadapi pembatasan. Bagi industri mobil listrik, tantangannya adalah mempertahankan inovasi tanpa mengorbankan fungsi dasar kendaraan yang aman dan mudah dioperasikan.

About The Author

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *