Endoxa Asia – Horor dan komedi menjadi dua elemen utama dalam Warga Rusun 609, film Indonesia terbaru yang mempertemukan Morgan Oey, Ranty Maria, Gita Bhebhita, Aming, Sarah Sechan, Tanta Ginting, hingga Dustin Tiffani.
Namun, yang membuat film ini menarik bukan hanya pertemuan hantu dengan warga rusun yang penuh tingkah. Warga Rusun 609 merupakan adaptasi lokal dari film horor komedi Thailand Buppah Rahtree yang pertama kali dirilis pada 2003. Tim produksinya kemudian menyesuaikan cerita dan karakter dengan kehidupan masyarakat Indonesia.
Disutradarai Herwin Novianto dengan skenario dari Upi, film ini membawa dua persoalan sekaligus ke dalam satu rusun: arwah Bunga yang tidak kunjung pergi dan ancaman relokasi yang dihadapi para penghuni. Warga Rusun 609 dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 1 Oktober 2026.
Sinopsis Warga Rusun 609
Cerita berpusat pada Arka, mahasiswa populer dan kaya raya yang diperankan Morgan Oey. Hubungannya dengan Bunga, karakter yang dimainkan Ranty Maria, berubah setelah sebuah taruhan membawa hubungan mereka ke persoalan serius.
Bunga kemudian meninggal dunia. Namun, kematiannya tidak membuat kisah tersebut berakhir. Arwah Bunga justru menghantui kamar 609 dan membuat kehidupan penghuni rusun berubah menjadi kacau.
Masalah warga semakin rumit karena mereka juga menghadapi ancaman relokasi dari Pak Bahlil, yang diperankan David Nurbianto. Para penghuni harus berusaha mempertahankan tempat tinggal mereka sambil mencari cara menghadapi keberadaan Bunga.
Yang membuat persoalan semakin pelik adalah alasan Bunga masih bertahan sebagai arwah. Ia memiliki janji yang belum diselesaikan dengan Arka.
Dalam trailer dan materi promosi film, konflik tersebut menjadi sumber utama pertemuan antara kisah asmara, teror supranatural, dan kekacauan kehidupan bertetangga.
Warga Rusun 609 merupakan adaptasi Buppah Rahtree
Bagi penonton yang familiar dengan film horor Thailand, Warga Rusun 609 bukan cerita yang sepenuhnya berdiri dari nol.
Film ini mengadaptasi Buppah Rahtree, film horor komedi Thailand yang dirilis pada 2003. Produser Sunil Samtani menjelaskan bahwa tim tidak sekadar memindahkan cerita asli ke Indonesia, tetapi mengambil inti ceritanya lalu menyesuaikannya dengan kultur dan karakter masyarakat Indonesia.
Penyesuaian tersebut terlihat dari pilihan latar dan karakter. Cerita kemudian ditempatkan di lingkungan rumah susun dengan dinamika warga yang beragam.
Dengan setting tersebut, horor tidak hanya berasal dari kamar yang dihuni arwah Bunga. Interaksi antarpenghuni juga menjadi bagian penting dari sumber komedi film.
Dalam wawancara dengan detikPop, Morgan Oey menggambarkan Arka sebagai sosok yang tetap berusaha menyelesaikan persoalannya dengan Bunga meskipun Bunga sudah menjadi hantu.
“Kenapa saya dibilang sumber masalah, ya karena hantunya ini aja masih cinta sama dia. Itulah kebucinan dia,” ujar Morgan.
Sementara itu, Ranty Maria mengatakan Bunga tetap berada di rusun karena masih menunggu janji yang belum ditepati Arka.
Horor datang bersamaan dengan ancaman relokasi
Konflik Warga Rusun 609 tidak berhenti pada hubungan Arka dan Bunga.
Para penghuni rusun juga harus menghadapi rencana relokasi yang membuat keberadaan tempat tinggal mereka terancam. Situasi tersebut menciptakan konflik kedua yang berjalan bersamaan dengan teror supranatural.
Di satu sisi, warga perlu mencari cara agar Bunga tidak lagi menghantui lingkungan mereka. Di sisi lain, mereka harus menghadapi persoalan tempat tinggal yang jauh lebih konkret.
RRI mencatat bahwa film ini memang menggabungkan teror arwah dengan persoalan warga mempertahankan hunian. Gita Bhebhita berperan sebagai Damai, sosok yang menjadi salah satu figur penting di antara para penghuni rusun.
Pertemuan dua konflik tersebut menjadi fondasi komedi film. Para penghuni tidak hanya bereaksi terhadap kemunculan hantu, tetapi juga harus menghadapi situasi bertetangga, karakter yang berbeda-beda, dan ancaman kehilangan tempat tinggal.
Morgan Oey dan Ranty Maria menjadi pusat cerita
Morgan Oey memerankan Arka, sementara Ranty Maria berperan sebagai Bunga.
Bagi Ranty, tantangan dalam memerankan Bunga bukan hanya membangun karakter perempuan yang kemudian menjadi arwah. Ia juga harus mempertahankan karakter horor di tengah suasana syuting yang diisi banyak pemain komedi.
Dalam wawancara dengan Suara.com, Ranty mengatakan proses menjadi Bunga dalam wujud hantu membutuhkan persiapan makeup yang cukup panjang, termasuk ketika membersihkan makeup setelah syuting.
Selain dua pemeran utama tersebut, film ini mengandalkan ensemble cast dengan latar belakang pemain yang beragam. Ada aktor, komedian, dan stand-up comedian yang mengisi karakter para penghuni rusun.
Gita Bhebhita berperan sebagai Damai, Tanta Ginting sebagai Terang, Sarah Sechan sebagai Wati, Dimas Danang sebagai Wira, Galabby Thahira sebagai Nurjanah, Riyuka Bunga sebagai Tuti, Aming sebagai Anjay, Yono Bakrie sebagai Gugum, Dustin Tiffani sebagai Ki Gendeng, serta Keanu Angelo dan Papham sebagai Mawar dan Melati.
Adzana Ashel juga tampil sebagai Mila, sementara David Nurbianto memerankan Pak Bahlil. Indy Barends dan Lolox melengkapi jajaran pemeran sebagai Nyai Renggong dan Guru.
Daftar pemain Warga Rusun 609
Berikut daftar pemain yang tercantum dalam kredit film:
- Morgan Oey sebagai Arka
- Ranty Maria sebagai Bunga
- Gita Bhebhita sebagai Damai
- Tanta Ginting sebagai Terang
- Sarah Sechan sebagai Wati
- Dimas Danang sebagai Wira
- Galabby Thahira sebagai Nurjanah
- Riyuka Bunga sebagai Tuti
- Aming sebagai Anjay
- Yono Bakrie sebagai Gugum
- Dustin Tiffani sebagai Ki Gendeng
- Dian Sidik sebagai Slamet
- Keanu Angelo sebagai Mawar
- Papham sebagai Melati
- Adzana Ashel sebagai Mila
- David Nurbianto sebagai Pak Bahlil
- Indy Barends sebagai Nyai Renggong
- Lolox sebagai Guru
Daftar tersebut mengacu pada kredit pemeran FilmIndonesia, yang juga mencatat Herwin Novianto sebagai sutradara dan Upi sebagai penulis. Kredit tersebut turut mencantumkan Yuthlert Sippapak sebagai penulis film asli, sesuai status Warga Rusun 609 sebagai adaptasi.
Kapan Warga Rusun 609 tayang?
Warga Rusun 609 tayang mulai 1 Oktober 2026 di bioskop Indonesia. Tanggal tersebut dikonfirmasi dalam berbagai materi promosi dan pemberitaan terkait peluncuran trailer film.
Trailer resmi film juga telah dirilis. Cinema XXI mengumumkan penayangan film tersebut pada 1 Oktober 2026 dan memperlihatkan konflik utama antara arwah Bunga, warga rusun, serta ancaman relokasi.
Untuk durasi, Teater.co mencantumkan film ini selama 103 menit dengan klasifikasi Remaja 13+. Namun, data durasi tersebut belum tercantum pada halaman MOPIC, sehingga angka 103 menit sebaiknya diperlakukan sebagai informasi dari salah satu basis data penayangan, bukan angka yang dikonfirmasi seragam oleh seluruh sumber.
Dengan kombinasi kisah asmara, hantu penasaran, kehidupan bertetangga, dan ancaman relokasi, Warga Rusun 609 membawa formula horor komedi Buppah Rahtree ke lingkungan yang lebih dekat dengan keseharian penonton Indonesia. Film ini dijadwalkan hadir di bioskop mulai 1 Oktober 2026.



Komentar