Endoxa Asia – Wajib militer selama ini identik dengan jeda panjang dalam karier idol K-Pop. Namun, sejumlah artis Korea Selatan justru tetap tampil di hadapan penggemar lewat acara militer dan festival daerah. Penampilan dengan rambut cepak serta seragam militer bahkan menjadi pengalaman langka yang menarik perhatian penggemar.
Fenomena ini ikut mengubah cara industri K-Pop menghadapi masa wajib militer. Jika sebelumnya periode tersebut dikenal sebagai gunbaekgi, atau masa vakum, kini muncul istilah gunhwalgi untuk menggambarkan periode ketika artis tetap aktif melalui kegiatan tertentu selama bertugas.
Kang Daniel hingga Woozi Tampil di Festival Militer
Pada 16 Oktober 2026, ratusan penggemar berkumpul di Chilgok Nakdong River Peace Festival di Chilgok County, Provinsi Gyeongsang Utara, Korea Selatan. Mereka datang untuk menyaksikan penampilan sejumlah idol yang sedang menjalani wajib militer.
Pertunjukan oleh Army Performance Troupe dimulai pukul 13.30 waktu setempat dan berlangsung sekitar 30 menit. Kang Daniel, Woozi dari SEVENTEEN, Baekho eks NU’EST, I.M dari MONSTA X, serta Jeong Seung-hwan dari ATBO tampil bersama sekitar 30 personel militer lainnya yang tidak memiliki latar belakang industri hiburan.
Mereka membawakan total 13 lagu di hadapan penonton yang sebagian telah menunggu sejak pagi. Sejumlah penggemar bahkan menempuh perjalanan dari luar daerah demi menyaksikan idol favorit mereka tampil langsung.
Bagi sebagian penggemar, daya tariknya bukan hanya kesempatan melihat sang artis setelah lama tidak tampil, tetapi juga penampilan yang berbeda dari citra panggung biasanya.
Salah seorang penggemar Kang Daniel yang datang dari Seoul menyebut penampilan sang idol dengan rambut cepak dan seragam militer sebagai pengalaman edisi terbatas yang tidak ingin dilewatkan.
Dari Gunbaekgi Menjadi Gunhwalgi
Dalam industri K-Pop, gunbaekgi merupakan istilah yang menggabungkan kata gun, yang berarti militer, dengan gongbaekgi, yang berarti masa jeda atau kekosongan aktivitas.
Istilah ini menggambarkan tantangan yang dihadapi grup dan agensi ketika seorang idol harus menghentikan atau membatasi aktivitas hiburannya untuk menjalani kewajiban negara.
Di Korea Selatan, pria yang memenuhi persyaratan kesehatan umumnya diwajibkan menjalani dinas militer selama sedikitnya 18 bulan, bergantung pada matra dan ketentuan yang berlaku.
Namun, kehadiran idol di acara militer memunculkan gambaran berbeda. Periode tersebut kini juga disebut gunhwalgi, permainan kata yang menggabungkan gun dan hwaldonggi, atau masa aktif.
Salah satu panggung yang menonjol adalah Ground Forces Festival, bagian dari Gyeryong Military Culture Festival yang berlangsung pada 1-5 Oktober 2026 di Provinsi Chungcheong Selatan. Acara tersebut menghadirkan sejumlah figur hiburan yang sedang menjalani dinas militer, termasuk Kang Daniel, Woozi, Baekho, I.M, serta mantan anggota SF9, Rowoon, sebagai pembawa acara.
Penampilan seperti ini memberikan kesempatan bagi penggemar untuk melihat idol di luar format konser komersial. Di sisi lain, acara tersebut juga menjadi bagian dari kegiatan militer dan festival daerah yang lebih luas.
Sistem Penampilan Berbeda dari Era Celebrity Soldier
Penampilan artis yang sedang menjalani wajib militer bukanlah hal baru. Namun, mekanisme partisipasinya berbeda dibandingkan ketika Korea Selatan masih memiliki program celebrity soldier.
Program tersebut dihapus pada 2013 setelah muncul kontroversi mengenai pelanggaran disiplin oleh sejumlah personel selebritas. Kasus yang menjadi sorotan antara lain ketidakhadiran tanpa izin dan kunjungan ke tempat hiburan dewasa ketika sedang bertugas.
Setelah program itu dihapus, partisipasi artis dalam pertunjukan militer dilakukan melalui mekanisme yang berbeda. Menurut seorang pejabat Angkatan Darat yang dikutip Korea JoongAng Daily, kesempatan mengikuti audisi diumumkan kepada personel militer dan peserta dipilih melalui proses seleksi yang berlaku sama, terlepas dari pengalaman mereka di dunia hiburan.
Pejabat tersebut juga menyatakan bahwa partisipasi bersifat sukarela, bukan penugasan wajib bagi para artis.
Dengan sistem ini, penampilan idol di acara militer menjadi bagian dari aktivitas yang dapat diikuti personel yang memenuhi ketentuan, bukan program khusus yang secara otomatis menempatkan selebritas dalam unit promosi.
Strategi Agensi Menjaga Aktivitas Grup Selama Wajib Militer
Meskipun penampilan di festival militer dapat menjaga visibilitas seorang idol, agensi tetap perlu mengantisipasi dampak wajib militer terhadap aktivitas grup.
Salah satu strategi yang digunakan adalah mengatur jadwal keberangkatan anggota secara bertahap. Dengan cara ini, anggota yang belum menjalani wajib militer masih dapat melakukan aktivitas solo, subunit, atau kegiatan lain yang memungkinkan grup tetap hadir di hadapan penggemar.

BTS menjadi salah satu contoh pendekatan tersebut. Jin menjadi anggota pertama yang memulai wajib militer pada Desember 2022. Selama periode ketika grup tidak tampil bersama selama hampir empat tahun, para anggota tetap menjalankan berbagai aktivitas solo.
Strategi ini membantu menjaga hubungan dengan penggemar meskipun aktivitas grup secara penuh harus menunggu hingga para anggota menyelesaikan kewajiban masing-masing.
Ada pula grup yang mengambil pendekatan berbeda. ONF memiliki lima anggota Korea Selatan dan satu anggota Jepang. Kelima anggota Korea tersebut menjalani wajib militer dalam rentang waktu yang berdekatan dan tetap tampil bersama selama masa dinas mereka.
Bagi penggemar, situasi semacam ini menciptakan kesempatan langka untuk menyaksikan sebagian besar anggota grup tampil di panggung ketika mereka masih berstatus personel militer.
Saat Wajib Militer Membawa Lagu Kembali ke Puncak Popularitas
Selain mempertahankan eksistensi artis, penampilan selama wajib militer terkadang menghasilkan dampak yang tidak terduga terhadap popularitas musik mereka.
Penyanyi Woodz mengalami hal tersebut pada 2024. Penampilannya membawakan lagu “Drowning” dalam episode khusus Immortal Songs di KBS yang berkaitan dengan Armed Forces Day menarik perhatian luas setelah videonya menyebar secara daring.
Lagu yang awalnya dirilis pada 2023 itu kembali populer. Rekaman penampilan Woodz dengan seragam militer mendorong perhatian baru terhadap lagu tersebut, yang kemudian naik kembali di tangga musik dan mencapai posisi nomor satu ketika ia masih bertugas.
Kasus ini memperlihatkan bagaimana penampilan yang tidak dirancang sebagai promosi komersial konvensional dapat membuka kembali perhatian publik terhadap karya seorang musisi.
Namun, keberhasilan seperti itu tidak otomatis berlaku bagi semua artis. Dampaknya bergantung pada respons penonton, penyebaran rekaman penampilan, dan minat pendengar terhadap musik yang dibawakan.
Agensi Tetap Mengkhawatirkan Risiko Selama Bertugas
Di balik peluang untuk tetap tampil, wajib militer tetap menjadi periode yang perlu dikelola dengan hati-hati oleh agensi hiburan.
Seorang perwakilan agensi besar yang dikutip Korea JoongAng Daily mengatakan pihaknya tidak mendorong artis untuk mengikuti pertunjukan militer. Persiapan dan pelaksanaan pertunjukan dinilai membawa risiko cedera, sementara komunikasi dengan artis selama masa dinas juga dapat menjadi lebih sulit.
Perwakilan tersebut menekankan bahwa hasil terbaik bagi agensi adalah ketika artis dapat menyelesaikan wajib militer tanpa kontroversi maupun persoalan terkait privasi, lalu kembali dengan selamat.
Karena itu, perubahan dari gunbaekgi menuju gunhwalgi bukan berarti wajib militer kehilangan dampaknya terhadap karier idol. Kesempatan tampil memang dapat menjaga perhatian penggemar, tetapi aktivitas tersebut tetap bergantung pada aturan militer, kondisi artis, dan keputusan agensi.
Bagi penggemar, penampilan dengan rambut cepak dan seragam militer kini menjadi momen yang jarang ditemui. Bagi industri K-Pop, fenomena ini menunjukkan bahwa masa wajib militer tidak selalu harus menjadi periode ketika seorang artis sepenuhnya menghilang dari pandangan publik.




Komentar