Endoxa Asia – Film The Intern versi Korea Selatan akan tayang di bioskop Indonesia mulai 30 Oktober 2026. Dibintangi Choi Min-sik dan Han So-hee, film ini mengadaptasi kisah tentang hubungan lintas generasi di dunia kerja, dengan latar perusahaan rintisan di industri fesyen.
Versi Korea ini bukan sekadar mengulang cerita Hollywood yang dibintangi Robert De Niro dan Anne Hathaway pada 2015. Adaptasinya menghadirkan karakter dan dinamika pekerjaan yang disesuaikan dengan konteks Korea Selatan, sekaligus mempertemukan dua aktor dari generasi dan latar karier berbeda.
Ada sejumlah hal yang membuat film ini menarik untuk dinantikan, mulai dari jajaran pemeran, isu kehidupan profesional, hingga pencapaiannya di box office Korea.
1. Choi Min-sik dan Han So-hee Berbagi Layar
Salah satu daya tarik utama The Intern versi Korea adalah pertemuan Choi Min-sik dan Han So-hee sebagai dua karakter dengan pengalaman hidup yang berbeda.
Choi Min-sik memerankan Kim Gi-ho, pria yang kembali memasuki dunia kerja sebagai pekerja magang setelah memiliki pengalaman profesional selama 37 tahun. Sementara itu, Han So-hee berperan sebagai Lee Seon-u, CEO muda yang membangun perusahaan rintisan fesyen bernama WOO22.
Keduanya berada pada tahap kehidupan yang berbeda. Gi-ho membawa pengalaman panjang dalam dunia kerja, sedangkan Seon-u harus menghadapi tekanan sebagai pemimpin bisnis yang berkembang pesat.
Perbedaan usia, pengalaman, dan cara memandang pekerjaan menjadi fondasi hubungan keduanya. Dinamika tersebut juga memberi ruang bagi cerita untuk mengeksplorasi bagaimana pengalaman senior dan perspektif generasi muda dapat saling melengkapi.
Bagi penonton yang mengikuti karier kedua aktor, film ini juga menawarkan kesempatan melihat mereka dalam cerita yang berfokus pada kehidupan kantor dan hubungan antarmanusia.
2. Mengangkat Persoalan yang Dekat dengan Kehidupan Pekerja
Cerita The Intern berangkat dari situasi yang dapat dikenali banyak orang, mulai dari beradaptasi dengan lingkungan kerja baru hingga menghadapi perbedaan kebiasaan antargenerasi.
Gi-ho harus menyesuaikan diri dengan budaya kantor yang didominasi pekerja lebih muda. Pengalaman profesional selama puluhan tahun tidak serta-merta membuatnya terbebas dari kebutuhan mempelajari teknologi dan cara berkomunikasi yang digunakan rekan-rekan kerjanya.
Di sisi lain, Seon-u menghadapi tantangan berbeda sebagai CEO. Ia harus mengembangkan bisnis sekaligus membagi perhatian antara tanggung jawab profesional dan kehidupan pribadi.
Konflik tersebut membuat cerita tidak hanya berkutat pada hubungan antara pekerja senior dan bos muda. Film ini juga membuka pembahasan mengenai tekanan menjadi pemimpin, perubahan budaya kerja, serta proses belajar yang tetap berlangsung meskipun seseorang sudah memiliki banyak pengalaman.
Sudut pandang ini relevan bagi penonton yang sedang memasuki dunia profesional, membangun usaha, atau menghadapi perubahan dalam lingkungan kerja.
3. Sempat Memuncaki Box Office Korea Selatan
Daya tarik film ini juga didukung pencapaiannya di pasar domestik Korea Selatan.
Menurut laporan Yonhap News Agency, The Intern versi Korea menempati posisi pertama box office pada akhir pekan pembukaannya, 18-20 September 2026. Film tersebut meraih 275.186 penonton selama periode itu.
Sejak dirilis pada 16 September, jumlah penontonnya mencapai 403.906 orang hingga 20 September. Film ini juga menggeser The Odyssey karya Christopher Nolan dari posisi teratas setelah film tersebut mendominasi tangga box office selama berminggu-minggu.
Data tersebut memperlihatkan bahwa adaptasi Korea ini mampu menarik perhatian penonton lokal pada periode awal penayangannya.
Meski demikian, pencapaian pada akhir pekan pembukaan tidak dengan sendirinya menentukan keberhasilan film dalam jangka panjang. Respons penonton setelah penayangan lebih luas tetap menjadi bagian penting untuk menilai performanya.
4. Mengadaptasi Film Hollywood yang Populer
Film Korea ini merupakan adaptasi dari The Intern (2015), film komedi-drama yang ditulis dan disutradarai Nancy Meyers serta dibintangi Robert De Niro dan Anne Hathaway.
Versi aslinya mengisahkan Ben Whittaker, seorang pensiunan berusia 70 tahun yang kembali bekerja sebagai pekerja magang senior di perusahaan fesyen daring milik Jules Ostin. Hubungan keduanya menjadi pusat cerita tentang pengalaman, kepemimpinan, dan perbedaan generasi.
Menurut data Box Office Mojo, film 2015 tersebut meraih sekitar US$194,8 juta secara global dengan anggaran produksi yang tercatat sebesar US$35 juta.
Adaptasi Korea mempertahankan premis utama tentang pekerja senior yang bergabung dengan perusahaan milik perempuan muda. Namun, karakter dan latar perusahaan dihadirkan kembali dalam konteks Korea Selatan.
Karena itu, daya tarik remake ini tidak hanya terletak pada nostalgia terhadap versi Hollywood. Penonton juga dapat melihat bagaimana cerita yang sama diterjemahkan ke dalam lingkungan sosial dan budaya kerja yang berbeda.
5. Disutradarai Kim Do-young
Film ini disutradarai Kim Do-young, yang sebelumnya menggarap Kim Ji-young, Born 1982 (2019). Ia juga dikenal lewat Once We Were Us (2025).
Menurut Korean Film Council melalui KoBiz, Kim Do-young mengarahkan adaptasi Korea The Intern yang dibintangi Choi Min-sik dan Han So-hee.
Pengalaman Kim dalam menggarap cerita yang berpusat pada kehidupan dan relasi manusia menjadi salah satu aspek yang menarik untuk diperhatikan dalam film ini. Tantangannya adalah mempertahankan inti cerita yang sudah dikenal penonton, sembari membentuk karakter dan konflik agar terasa sesuai dengan latar Korea.
Kim juga terlibat dalam penulisan skenario bersama Wang Hye-ji. Keterlibatan sutradara dalam pengembangan naskah membuka ruang untuk melihat bagaimana cerita adaptasi ini dibentuk, bukan hanya bagaimana premis aslinya dipindahkan ke layar.
Kapan The Intern Versi Korea Tayang di Indonesia?
Bagi penonton Indonesia, The Intern versi Korea dijadwalkan tayang di bioskop mulai 30 Oktober 2026, berdasarkan informasi jadwal yang diberitakan CNN Indonesia.
Dengan cerita tentang hubungan lintas generasi, tekanan membangun bisnis, dan perubahan budaya kerja, film ini menawarkan lebih dari sekadar pertemuan dua aktor populer. Adaptasi tersebut juga membawa kembali pertanyaan yang menjadi inti cerita The Intern: bagaimana pengalaman dan perspektif berbeda dapat saling membantu di tempat kerja.
Penonton yang sudah mengenal versi Hollywood dapat membandingkan pendekatan kedua film, sementara penonton baru bisa menikmati kisah tentang pekerjaan, kepemimpinan, dan hubungan antarmanusia melalui versi Korea ini.




Komentar