Entertainment Featured Lifestyle

Soyeon (G)I-DLE Rilis Album Solo Perdana, Angkat Burnout dan Arti Hidup Soyeo

Key Insights

  • Soyeon resmi merilis album solo penuh pertamanya, What A Wonderful Life, setelah lama membangun karier sebagai penulis lagu dan produser.
  • Lagu utama “I’m Gonna Toesa” mengangkat keinginan resign sebagai bentuk humor sekaligus pelarian dari tekanan kehidupan modern.
  • Lewat album ini, Soyeon mengeksplorasi sisi dirinya yang lebih personal, rentan, dan bebas dari tuntutan kerja sebagai bagian dari grup.

Soyeon (G)I-DLE akhirnya membuka babak baru dalam perjalanan musiknya. Sang leader sekaligus produser tersebut resmi merilis album solo penuh pertamanya, What A Wonderful Life, sebuah proyek yang memberi ruang lebih luas untuk berbicara tentang kehidupan dari sudut pandangnya sendiri.

Jika selama ini Soyeon dikenal lewat kemampuan menulis lagu, produksi musik, serta karisma panggung yang kuat bersama (G)I-DLE, album ini memperlihatkan pendekatan yang lebih personal. Ia memadukan humor satir, pengamatan terhadap kehidupan sehari-hari, hingga keresahan yang cukup dekat dengan banyak orang.

Salah satu contohnya hadir melalui lagu utama “I’m Gonna Toesa”. Judul tersebut merujuk pada istilah Korea toesa yang berarti mengundurkan diri atau resign. Namun bagi Soyeon, gagasan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan meninggalkan pekerjaan.

Keinginan untuk resign menjadi semacam simbol ketika seseorang sudah terlalu lelah dengan rutinitas dan ingin memulai kembali hidupnya. Burnout, tekanan pekerjaan, serta keinginan untuk meninggalkan semuanya menjadi pengalaman yang menurut Soyeon bisa dirasakan banyak orang.

Juicy Luicy Batal Manggung di Batam karena Bagasi, Akun Instagram Uan Mendadak Hilang

Alih-alih membawakannya dengan nada serius, Soyeon justru mengemas keresahan tersebut lewat musik yang ringan dan catchy. Hasilnya adalah sebuah lagu yang mencoba membuat pendengarnya tertawa sekaligus merasa, “Saya juga pernah berada di posisi itu.”

Nuansa tersebut semakin kuat berkat keterlibatan Kian84 sebagai pengisi narasi. Soyeon sengaja mencari suara yang terdengar lelah tetapi tetap terasa natural dan lucu, seperti representasi kehidupan sehari-hari yang jauh dari kesan sempurna.

Menurut Soyeon, Kian84 langsung terlintas di pikirannya ketika ia membayangkan karakter suara tersebut. Narasi yang kemudian dibawakan secara natural dan improvisasional memberikan sentuhan akhir pada karakter unik lagu ini.

Pendekatan satir juga menjadi kunci dalam memahami judul albumnya, What A Wonderful Life. Di satu sisi, judul tersebut terdengar seperti perayaan terhadap kehidupan. Namun di sisi lain, Soyeon menyadari bahwa kehidupan sehari-hari tidak selalu indah.

Rutinitas yang berulang, tekanan, dan berbagai masalah tak terduga merupakan bagian dari kehidupan. Justru kemampuan untuk menertawakan situasi tersebut, meluapkannya melalui musik, lalu tetap melanjutkan perjalanan yang membuat hidup terasa lebih berarti baginya.

Film Laut Bercerita Rilis Trailer Resmi, Tayang di Bioskop 29 Oktober 2026

Album ini juga menjadi kesempatan bagi Soyeon untuk keluar dari batasan yang biasanya muncul ketika ia bekerja sebagai bagian dari grup. Bersama (G)I-DLE, fokus utamanya adalah menemukan keseimbangan dan memaksimalkan karakter setiap anggota.

Dalam proyek solo, situasinya berbeda. Soyeon memiliki kebebasan penuh untuk mencoba genre, gaya vokal, serta pendekatan musikal yang sebelumnya belum banyak ia eksplorasi. Kebebasan tersebut sekaligus membuatnya dapat menunjukkan sisi yang lebih terbuka dan tidak terlalu terfilter.

Karena terlibat dalam seluruh proses, mulai dari penulisan lirik, komposisi hingga perencanaan konsep, Soyeon bahkan menggambarkan album ini seperti membagikan sebuah buku harian kepada pendengar.

Pada akhirnya, What A Wonderful Life tidak hanya ingin menjadi pembuktian kemampuan Soyeon sebagai solois. Album ini juga dirancang sebagai ruang untuk beristirahat sejenak dari kesibukan dan melihat persoalan sehari-hari dengan perspektif yang lebih ringan.

Soyeon berharap pendengar bisa menemukan fungsi tersebut dalam musiknya. Lagu utama dapat menemani perjalanan menuju kantor, sementara lagu-lagu lainnya bisa menjadi teman ketika berkendara pada malam hari.

Konser BTS di Buenos Aires dan São Paulo Akan Tayang di Bioskop Dunia

Di tengah kehidupan yang sering terasa melelahkan, Soyeon memilih untuk tidak menawarkan jawaban besar. Ia justru mengajak pendengar menemukan sedikit humor di tengah kekacauan, meluapkan perasaan melalui musik, dan tetap berjalan.

Mungkin di situlah makna What A Wonderful Life yang sebenarnya: bukan tentang hidup yang selalu sempurna, melainkan tentang kemampuan untuk tetap menemukan sesuatu yang menyenangkan di dalamnya.

About The Author

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *