The gate of Ragunan Zoo, South Jakarta. The gate design took cue from traditional Java-Bali split gate Candi Bentar, however the gate took form of two large bird facing eachother. The front of the gate is tha statue of Orangutan, one of the most important primate species in Indonesia.
Key Insights
- Taman Margasatwa Ragunan mencetak rekor baru dengan lebih dari 135.500 pengunjung dalam sehari saat puncak HUT ke-499 Jakarta.
- Mayoritas pengunjung berasal dari luar Jakarta dan memanfaatkan tarif transportasi Rp1 serta tiket masuk gratis ke destinasi wisata.
- Tingginya antusiasme masyarakat mendorong Pemprov DKI Jakarta menyiapkan konsep yang lebih menarik untuk perayaan 500 tahun Jakarta pada 2027.
Minggu (28/6) kemarin, tujuan itu banyak mengarah ke Taman Margasatwa Ragunan. Hasilnya tidak main-main. Kebun binatang di Jakarta Selatan tersebut dikunjungi lebih dari 135.500 orang dalam sehari. Jumlah itu memecahkan rekor sebelumnya, yakni sekitar 113.000 pengunjung saat perayaan Tahun Baru.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut angka tersebut sebagai rekor baru yang lahir dari antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan fasilitas yang diberikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Alhamdulillah, semuanya memecahkan rekor yang terjadi. Hari Minggu kemarin di Ragunan hadir lebih dari 135.500 orang. Selama ini rekornya 113.000, itu menyambut tahun baru yang lalu. Sekarang menjadi 135.500. Artinya, publik masyarakat memanfaatkan itu,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Senin.
Menariknya, sebagian besar pengunjung ternyata bukan warga Jakarta. Banyak di antaranya datang dari luar kota. Ada yang sengaja memanfaatkan masa libur sekolah anak, ada pula yang menjadikan momen perayaan HUT Jakarta sebagai alasan untuk berwisata singkat ke ibu kota.
Daya tariknya cukup mudah dipahami. Selama rangkaian perayaan HUT ke-499 Jakarta, masyarakat dapat menikmati transportasi umum dengan tarif Rp1 serta akses gratis ke sejumlah destinasi wisata, termasuk Ragunan dan Ancol. Bagi keluarga yang harus menghitung pengeluaran dengan cermat, kombinasi itu seperti menemukan diskon besar yang datang di waktu yang tepat.
“Kemarin yang banyak memanfaatkan di Ragunan adalah dari luar kota karena transportasi di Jakarta-nya mereka hanya Rp1, masuk Ancol maupun Ragunan-nya gratis, sehingga rekornya semuanya terpecahkan,” ujar Pramono.
Ragunan memang bukan tempat wisata baru. Gajah, jerapah, dan kandang primata di sana sudah menemani beberapa generasi warga Jakarta. Namun, rekor kali ini menunjukkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar angka kunjungan. Ada kebutuhan akan ruang rekreasi yang terjangkau, mudah diakses, dan bisa dinikmati bersama keluarga.
Melihat tingginya antusiasme tersebut, Pemprov DKI Jakarta mulai memikirkan konsep yang lebih menarik untuk menyambut usia lima abad Jakarta tahun depan. Pramono mengatakan pihaknya ingin menyiapkan skema yang memungkinkan masyarakat dari luar kota menikmati liburan di Jakarta dengan lebih baik.
Barangkali, rekor 135.500 pengunjung di Ragunan bukan cuma cerita tentang kebun binatang yang penuh sesak. Ia juga menjadi pengingat bahwa di tengah biaya hidup yang terus menanjak, kesempatan untuk berlibur murah dan berkualitas masih menjadi barang yang sangat dicari banyak orang.



