Endoxa Asia – METT Singapore menandai satu abad usia bangunannya di Fort Canning Park, Singapura, melalui program “100 Years of Stories” sepanjang September 2026. Perayaan ini tidak hanya menyoroti sejarah arsitektur properti, tetapi juga menghubungkannya dengan kuliner, wellness, serta warisan budaya Fort Canning.
Bangunan yang kini menjadi METT Singapore memiliki sejarah sejak 1926, ketika kompleks tersebut dibangun sebagai bagian dari markas British Far East Command. Pemerintah Singapura kemudian menetapkannya sebagai bangunan konservasi pada 2005, sebelum bangunan ini bertransformasi menjadi Hotel Fort Canning dan meraih URA Architectural Heritage Award pada 2011.
Kini, setelah beroperasi sebagai METT Singapore sejak 2025, bangunan tersebut memasuki babak baru sebagai hotel lifestyle yang memadukan karakter heritage dengan pengalaman hospitality kontemporer.

METT Singapore dan Jejak Sejarah Fort Canning
Nilai sejarah METT Singapore tidak dapat dilepaskan dari Fort Canning Hill. Kompleks militer yang dibangun pada era 1920-an merupakan bagian dari perkembangan strategis kawasan tersebut pada masa pemerintahan Inggris. Menurut National Heritage Board Singapura, bangunan administrasi di 11 Canning Walk dibangun dengan biaya S$650.000 dan menjadi bagian dari kompleks yang terdiri atas bangunan administrasi, barak, serta fasilitas untuk personel militer.
Arsitekturnya menggunakan pendekatan Neo-Classical yang ditandai oleh komposisi simetris, koridor terbuka yang panjang, serta atap dengan overhang lebar yang dirancang untuk merespons iklim tropis. Urban Redevelopment Authority juga mencatat bahwa bangunan-bangunan militer di kawasan tersebut dibangun pada periode 1923 hingga 1927.
Transformasi menjadi hotel sebelumnya juga dilakukan dengan pendekatan konservasi. Dalam proyek Hotel Fort Canning, DP Architects mempertahankan elemen arsitektur lama sekaligus memasukkan intervensi kontemporer. Bahkan, sejumlah artefak arkeologi dari Fort Canning ditampilkan melalui archaeological pits di area lobi.
Pendekatan tersebut kemudian mendapat pengakuan melalui URA Architectural Heritage Award pada 2011, yang diberikan atas keberhasilan mengintegrasikan bangunan bekas pusat komando militer ke dalam fungsi hospitality baru.

Heritage Menjadi Pengalaman, Bukan Sekadar Dekorasi
Program “100 Years of Stories” mengambil pendekatan yang lebih luas terhadap sejarah. Alih-alih menjadikan usia bangunan sebagai sekadar latar visual, METT Singapore menerjemahkan sejumlah lapisan sejarah Fort Canning ke dalam pengalaman yang dapat dinikmati pengunjung.
Salah satunya hadir melalui Canning Bar & Lounge. Menu cocktail khusus September mengambil inspirasi dari hubungan Fort Canning dengan botani, perdagangan rempah, serta sejarah militernya.
Cocktail “1822”, misalnya, merujuk pada tahun ketika Sir Stamford Raffles mendirikan botanical and experimental garden pertama Singapura di Government Hill, yang kini dikenal sebagai Fort Canning Hill. Menurut National Parks Board, kebun tersebut berfokus pada eksperimen tanaman bernilai ekonomi, termasuk pala dan cengkih.
Sementara itu, “Tea House” mengambil inspirasi dari tradisi minum teh pada era kolonial, sedangkan “Olive III” merujuk pada sejarah militer Fort Canning.
Pendekatan tersebut memperlihatkan bagaimana sebuah properti heritage dapat mengolah sejarah menjadi bagian dari pengalaman hospitality tanpa harus bergantung pada reproduksi masa lalu secara literal.
Dari Kebun Botani Pertama hingga Heritage Festival
Lapisan sejarah Fort Canning bahkan lebih tua daripada bangunan yang kini menaungi METT Singapore.
Pada 1822, Government Hill menjadi lokasi botanical and experimental garden pertama Singapura. NParks mencatat bahwa kawasan tersebut digunakan untuk menanam dan menguji berbagai tanaman ekonomi, terutama pala dan cengkih. Kebun tersebut kemudian ditutup pada 1829, sementara Singapore Botanic Gardens yang dikenal saat ini berdiri di lokasi berbeda sejak 1859.
Jejak tersebut masih menjadi bagian dari lanskap Fort Canning Park. NParks saat ini mempertahankan sejumlah historical gardens, termasuk First Botanic Garden dan Spice Garden, yang menghubungkan kembali kawasan tersebut dengan sejarah botani dan perdagangan Singapura.
Momentum centenary METT Singapore juga bertepatan dengan Singapore Botanic Gardens and Fort Canning Park Heritage Festival yang berlangsung pada 5 hingga 13 September 2026. Festival sembilan hari tersebut menghadirkan lebih dari 50 program, mulai dari pameran, pertunjukan musik, tur berpemandu hingga workshop yang mengeksplorasi sejarah dan alam kawasan.
Salah satu pameran di Fort Canning Centre, “Fort Canning Centre: A Century of Transformation”, menelusuri perubahan bangunan tersebut dari fasilitas militer hingga menjadi ruang yang digunakan oleh komunitas seni.
Dengan demikian, perayaan 100 tahun di kawasan Fort Canning berlangsung dalam konteks yang lebih besar. Sejarah tidak hanya dirayakan melalui satu hotel, tetapi melalui lanskap yang terus mengalami perubahan fungsi dan makna.
Wellness Mengikuti Ritme Baru Fort Canning
Dimensi lain dari “100 Years of Stories” hadir melalui Fitness at the Fort, program wellness yang dikurasi bersama Madison House.
Program tersebut mengajak peserta menyelesaikan enam kelas untuk menemukan fitness archetype mereka, dengan pilihan aktivitas seperti barre, mat Pilates, reformer, bootcamp, HIIT, serta outdoor circuit.
Konsep ini memperlihatkan arah baru METT Singapore sebagai lifestyle property. Wellness ditempatkan berdampingan dengan heritage, dining dan social experiences, bukan sebagai fasilitas tambahan yang berdiri sendiri.
Bagi sebuah bangunan yang pernah berfungsi sebagai pusat administrasi militer, perubahan tersebut menjadi bagian menarik dari perjalanan satu abadnya: dari pusat komando dan institusi, menuju ruang yang kini digunakan untuk menginap, bersantap, bergerak dan bersosialisasi.
Merawat Masa Lalu Sambil Membuka Bab Baru
Tomas Stoila, Managing Director Sunset Hospitality Group Singapore, mengatakan bahwa “100 Years of Stories” dirancang untuk merayakan berbagai kehidupan yang pernah dijalani bangunan tersebut sekaligus membuka bab berikutnya.
“100 Years of Stories adalah cara kami merayakan berbagai kehidupan yang telah dijalani bangunan ini, sekaligus mengundang para tamu untuk menjadi bagian dari bab berikutnya.”
Stoila menambahkan bahwa rangkaian program tersebut mencakup cocktail yang terinspirasi sejarah lokasi, wellness challenge dan pengalaman budaya di taman.
Di titik ini, usia bangunan menjadi lebih dari sekadar angka. Bagi METT Singapore, centenary menjadi kesempatan untuk menunjukkan bagaimana sebuah bangunan bersejarah dapat terus memiliki relevansi ketika fungsi, desain dan pengalaman di dalamnya berubah.
Fort Canning sendiri telah mengalami transformasi berkali-kali, dari kawasan yang terkait dengan kerajaan Melayu dan eksperimen botani hingga pusat militer, ruang publik, serta destinasi budaya. METT Singapore kini menjadi salah satu bab terbaru dalam perjalanan tersebut.
Alih-alih mengulang masa lalu, perayaan satu abad ini menempatkan heritage sebagai sesuatu yang terus bergerak. Nilai sebuah bangunan bersejarah pada akhirnya bukan hanya terletak pada kemampuannya mempertahankan bentuk lama, tetapi juga pada bagaimana generasi baru menemukan alasan untuk terus menggunakannya.



Komentar