
Key Insights
- Carpooling menjadi lebih praktis berkat algoritma. Group Ride mengotomatisasi pembagian tarif, pengaturan rute, dan koordinasi beberapa penumpang dalam satu perjalanan.
- Ride-hailing berevolusi menjadi platform manajemen mobilitas. Teknologi kini tidak hanya mencocokkan pengemudi dan penumpang, tetapi juga mengoptimalkan perjalanan multi-tujuan secara real-time.
- Masih eksklusif untuk Malaysia. Hingga saat ini Group Ride baru diluncurkan di Grab Malaysia dan belum diumumkan untuk pasar Indonesia.
Peluncuran Group Ride bertepatan dengan kampanye nasional “Kongsi Perjalanan, Kongsi Tambang” (Share the Journey, Share the Fare) yang didorong oleh Transport Ministry Malaysia. Pemerintah setempat mendorong masyarakat untuk lebih banyak berbagi kendaraan sebagai salah satu cara menghadapi meningkatnya biaya hidup sekaligus mengoptimalkan penggunaan bahan bakar.
Dalam konteks tersebut, teknologi menjadi kunci. Tantangan terbesar carpooling selama ini bukan sekadar mengajak orang bepergian bersama, melainkan mengatur siapa dijemput lebih dulu, siapa membayar berapa, hingga bagaimana menentukan rute yang paling efisien. Group Ride mencoba menyelesaikan seluruh persoalan itu melalui satu sistem yang terintegrasi di dalam aplikasi Grab.
Salah satu kemampuan utama fitur ini adalah pembagian tarif otomatis. Pengguna tidak lagi perlu menghitung biaya perjalanan secara manual atau mengirim uang kepada teman setelah perjalanan selesai. Grab menyediakan tiga pilihan pembayaran yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan kelompok.
Opsi pertama adalah Equal Split Fare, yaitu pembagian biaya perjalanan secara merata kepada seluruh penumpang, di luar tarif tol dan biaya tambahan. Seluruh pembayaran diproses otomatis melalui metode pembayaran nontunai masing-masing pengguna.
Pilihan kedua adalah Split Fare by Route, yang memanfaatkan algoritma Grab untuk menghitung biaya berdasarkan jarak dan durasi perjalanan setiap penumpang. Dengan pendekatan ini, penumpang yang turun lebih awal hanya membayar sesuai porsi perjalanan yang mereka tempuh.
Sementara itu, melalui opsi Host Pays for All, satu orang dapat menanggung seluruh biaya perjalanan, misalnya untuk perjalanan keluarga, acara kantor, atau pertemuan bersama klien.
Grab menyebut kombinasi optimasi rute dan sistem pembagian biaya tersebut memungkinkan pengguna menghemat ongkos perjalanan hingga 40 persen dibandingkan memesan kendaraan secara terpisah.
Fitur ini juga dirancang untuk mengakomodasi pola perjalanan yang lebih kompleks. Pada mode Arrive Together, beberapa penumpang dapat berangkat dari lokasi berbeda menuju satu tujuan yang sama, misalnya kantor atau restoran. Sebaliknya, mode Depart Together memungkinkan sekelompok orang berangkat dari satu lokasi, tetapi turun di tujuan yang berbeda.
Seluruh koordinasi tersebut dikelola oleh sistem Grab. Setelah pembuat perjalanan mengundang anggota grup melalui tautan yang dapat dibagikan lewat WhatsApp atau Messenger, setiap peserta cukup memasukkan titik jemput atau tujuan masing-masing. Algoritma Grab kemudian menyusun urutan pemberhentian yang dinilai paling efisien sebelum perjalanan dipesan.
Pendekatan ini mencerminkan perubahan peran platform ride-hailing. Jika sebelumnya algoritma terutama digunakan untuk mencocokkan pengemudi dengan penumpang, kini teknologi tersebut juga mengatur perjalanan multi-titik yang jauh lebih kompleks secara otomatis. Semakin banyak keputusan operasional yang sebelumnya dilakukan pengguna kini dialihkan kepada sistem berbasis data.
Grab juga mengumumkan akan menghadirkan fitur Waiting Room, yang memungkinkan seluruh anggota grup memantau posisi kendaraan dan kesiapan setiap penumpang secara real-time sebelum perjalanan dimulai.
Di sisi keamanan, Group Ride tetap terintegrasi dengan fitur keselamatan yang sudah tersedia di aplikasi Grab, termasuk tombol SOS, teknologi pemantauan perjalanan, dan pusat keamanan terpusat.
Untuk mendorong adopsi awal, Grab Malaysia memberikan potongan harga 15 persen melalui kampanye #GrabBersama Malaysia. Perusahaan juga mengajak sejumlah pengguna mencoba fitur tersebut sebelum peluncuran resmi.
Jeremy Ng, karyawan Media Prima Berhad yang telah mencoba Group Ride, menilai fitur tersebut mampu membuat perjalanan bersama menjadi lebih praktis sekaligus lebih hemat.
“Kami sudah menggunakan Group Ride untuk pergi makan siang bersama. Fitur ini membantu menghemat biaya perjalanan, terutama saat menuju lokasi makan siang yang ramai. Selain itu, fitur ini juga memberi lebih banyak alasan bagi orang untuk berbagi kendaraan, yang pada akhirnya memberikan manfaat bagi lingkungan.”
Perlu dicatat, Group Ride saat ini baru tersedia di Grab Malaysia. Belum ada pengumuman mengenai peluncuran fitur serupa di Indonesia maupun pasar Grab lainnya di Asia Tenggara.
Meski demikian, kehadiran Group Ride menunjukkan bagaimana masa depan layanan ride-hailing kemungkinan tidak lagi hanya berfokus pada memesan kendaraan secepat mungkin. Persaingan semakin bergeser ke kemampuan platform memanfaatkan algoritma untuk meningkatkan tingkat keterisian kendaraan, mengurangi biaya perjalanan, dan membantu kota mengelola mobilitas dengan lebih efisien. Jika model ini terbukti berhasil di Malaysia, bukan tidak mungkin pendekatan serupa akan diperluas ke negara lain di kawasan.



