
Key Insights
- AI mendorong perubahan besar dalam dunia desain, sehingga desainer dituntut menggabungkan kemampuan teknologi dengan pemahaman terhadap manusia dan budaya.
- UPH Design Week 2026 menghadirkan ruang diskusi, pameran, dan kolaborasi lintas disiplin untuk memperlihatkan bagaimana desain berkembang di tengah transformasi industri kreatif.
- Pendidikan desain semakin berorientasi pada kemampuan adaptasi, kolaborasi, dan penyelesaian masalah nyata sebagai bekal menghadapi kebutuhan industri di masa depan.
Perubahan itulah yang menjadi latar penyelenggaraan UPH Design Week 2026 di Pelita Gallery, Kampus UPH Lippo Village, Tangerang. Berlangsung pada 19 hingga 27 Juni 2026, agenda tahunan Fakultas Desain Universitas Pelita Harapan (UPH) mengangkat tema “True Design–True Impact”, yang menyoroti desain sebagai proses memahami manusia, budaya, dan tantangan zaman, bukan semata menghasilkan bentuk yang estetis.
Perkembangan AI menjadi salah satu isu utama yang mewarnai penyelenggaraan tahun ini. Teknologi dinilai membuka peluang baru dalam proses kreatif, tetapi juga memunculkan pertanyaan mengenai orisinalitas, etika, hingga peran manusia dalam menghasilkan sebuah karya.
Rektor UPH, Dr. (Hon.) Jonathan L. Parapak, M.Eng.Sc., menilai perubahan tersebut perlu disikapi sebagai kesempatan untuk memperkuat kualitas desain. Ia mengatakan,
“Teknologi dapat memperkaya proses desain menjadi lebih baik dan lebih cepat, tanpa kehilangan nilai orisinalitas serta refleksi terhadap nilai-nilai masyarakat dan budaya.”
Pandangan serupa tercermin dalam tema yang diangkat tahun ini. Desain diposisikan sebagai praktik yang tidak hanya mengejar inovasi visual, tetapi juga berangkat dari pemahaman terhadap kebutuhan manusia. Pendekatan tersebut menjadi semakin relevan ketika teknologi mampu mengambil alih sebagian proses teknis, sementara kemampuan membaca konteks sosial tetap menjadi nilai yang sulit digantikan.

Selain membahas perkembangan teknologi, penyelenggaraan UPH Design Week juga memperlihatkan semakin kuatnya pendekatan kolaboratif dalam pendidikan desain. Berbagai program studi di Fakultas Desain, mulai dari Arsitektur, Desain Komunikasi Visual, Desain Interior, hingga Desain Produk, dipertemukan dalam satu ruang untuk menunjukkan bagaimana ide berkembang melalui kerja lintas disiplin.
Selama sembilan hari pelaksanaan, pengunjung dapat melihat pameran karya mahasiswa dari berbagai angkatan, mengunjungi pop-up store yang menampilkan produk kreatif mahasiswa dan alumni, hingga mengikuti Design Experience Tour yang memperkenalkan proses pembelajaran di Fakultas Desain kepada calon mahasiswa dan keluarga.
Pembahasan mengenai masa depan profesi desainer juga hadir melalui sesi Talks: Design × AI yang menghadirkan praktisi dan akademisi untuk mendiskusikan potensi, tantangan, serta aspek etika penggunaan AI dalam dunia desain. Di sisi lain, Career Day mempertemukan mahasiswa dengan alumni dan pelaku industri untuk membahas dinamika karier yang terus berubah.
Pengembangan keterampilan praktis turut menjadi bagian dari rangkaian acara melalui Design Skill Boosters Camp yang ditujukan bagi pelajar maupun peserta umum. Sementara itu, kolaborasi antara Fakultas Desain dan Fakultas Musik diwujudkan lewat Design and Music dalam program After Class: Music Design Playground Sandbox Experience, yang mengeksplorasi hubungan antara suara, visual, dan pengalaman interaktif.
Penyelenggaraan seperti ini menunjukkan bahwa pendidikan desain semakin bergerak melampaui ruang studio atau ruang kelas. Industri kreatif kini membutuhkan lulusan yang tidak hanya menguasai perangkat teknologi, tetapi juga mampu bekerja bersama berbagai disiplin, memahami kebutuhan pengguna, dan beradaptasi dengan perubahan yang berlangsung sangat cepat.
Di tengah semakin luasnya penggunaan AI dalam proses kreatif, tantangan dunia desain tampaknya tidak lagi sekadar menghasilkan karya yang berbeda. Yang semakin penting adalah bagaimana teknologi dimanfaatkan untuk memperkuat kualitas gagasan, menjaga relevansi terhadap kebutuhan masyarakat, sekaligus mempertahankan nilai kemanusiaan yang menjadi inti dari sebuah proses desain.



