Lifestyle Entertainment

Bola Raksasa di CFD Bundaran HI Jadi Ruang Curhat Warga Jelang 500 Tahun Jakarta

Bola Raksasa di CFD Bundaran HI Jadi Ruang Curhat Warga Jelang 500 Tahun Jakarta
Bola Raksasa di CFD Bundaran HI Jadi Ruang Curhat Warga Jelang 500 Tahun Jakarta

Endoxa Asia – Lima bola raksasa yang dipenuhi koran bekas mengubah suasana Car Free Day (CFD) di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, pada Minggu (18/10/2026). Instalasi seni bertajuk Jakarta Kulminasi itu mengajak warga menuliskan harapan, keresahan, dan pengalaman mereka hidup di ibu kota menjelang perayaan 500 tahun Jakarta pada 2027.

Alih-alih hanya menjadi objek yang dipamerkan, karya seniman Gogor Purwoko tersebut menyediakan ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi langsung. Pengunjung dapat menggunakan cat yang disediakan untuk menulis pesan atau menggambar pada permukaan bola.

Legislator PKB Dorong Karhutla Jadi Bencana Nasional, Soroti Lemahnya Mitigasi

Pesan yang muncul pun beragam. Berdasarkan pantauan detikNews, sejumlah warga menuliskan seruan untuk menyelamatkan hutan Indonesia dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kabut asap. Ada pula pengunjung yang menggambar matahari.

Kehadiran instalasi ini memperlihatkan bagaimana ruang publik dapat menjadi tempat pertemuan antara seni, ekspresi masyarakat, dan persoalan yang sedang mereka perhatikan.

Lima Bola Raksasa Melambangkan Lima Abad Jakarta

Perwakilan penyelenggara, Dipa Azuri, menjelaskan bahwa instalasi tersebut merupakan bagian dari kegiatan happening art bertajuk Jakarta Kulminasi.

“Ada 5 bola untuk setiap 100 tahun Jakarta,” kata Dipa, dikutip dari detikNews, Minggu (18/10/2026).

Sebelum dipajang di sekitar Monumen Selamat Datang, kelima bola itu terlebih dahulu digelindingkan mengelilingi kawasan Bundaran HI pada pagi hari. Setelahnya, warga dipersilakan mendekat dan berinteraksi dengan karya tersebut.

Menurut Dipa, partisipasi publik menjadi bagian penting dari konsep instalasi ini. Warga diberi kesempatan menyampaikan apa yang mereka harapkan dan rasakan selama tinggal di Jakarta.

BTS Tak Tampil di Coachella 2027, Seberapa Besar Dampaknya?

Penyelenggara juga menyampaikan bahwa karya tersebut nantinya akan dibawa ke Taman Ismail Marzuki (TIM) untuk dipamerkan.

Dari Harapan untuk Jakarta hingga Kepedulian terhadap Lingkungan

Salah satu pesan yang menarik perhatian adalah tulisan save our forest yang dibuat Naufal, warga Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Ia menjelaskan bahwa pesan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap yang sedang menjadi perhatian.

“Iya ini saya nulis itu. Momennya lagi soal karthutla, asapnya juga katanya udah sampai Jakarta. Semoga ini jadi bentuk suara kita sebagai kepedulian ya,” ujar Naufal kepada detikNews.

Pernyataan itu menggambarkan bagaimana isu lingkungan turut masuk ke dalam ekspresi warga di ruang publik. Bagi sebagian pengunjung, kesempatan menulis pada instalasi seni menjadi cara sederhana untuk menyampaikan sikap terhadap persoalan yang dianggap penting.

Namun, tulisan dan pernyataan pengunjung tersebut perlu dipahami sebagai ekspresi kepedulian mereka, bukan sebagai konfirmasi independen mengenai kondisi kualitas udara Jakarta.

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 Setelah Taklukkan Thailand Lewat Adu Penalti

Di sisi lain, kehadiran pesan bertema lingkungan memperlihatkan bahwa harapan masyarakat untuk ibu kota tidak selalu berkaitan dengan pembangunan fisik. Kualitas lingkungan dan keberlanjutan kehidupan perkotaan juga menjadi bagian dari hal-hal yang ingin mereka suarakan.

Menuju 500 Tahun Jakarta pada 22 Juni 2027

Instalasi Jakarta Kulminasi hadir dalam rangkaian menuju lima abad Jakarta, yang puncak perayaannya dijadwalkan pada 22 Juni 2027. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mempersiapkan rangkaian kegiatan menuju momentum tersebut sejak 2025.

Perayaan ini tidak hanya berfokus pada seremoni hari jadi. Dalam situs resmi Jakarta 500, masyarakat juga diajak menyampaikan harapan mereka untuk masa depan kota melalui platform partisipasi publik. Harapan yang ditampilkan mencakup berbagai persoalan, mulai dari transportasi umum dan keamanan hingga ruang belajar yang nyaman bagi anak muda.

Kehadiran instalasi seni di Bundaran HI memiliki pendekatan serupa, yakni memberi ruang bagi warga untuk terlibat dalam percakapan tentang kota tempat mereka tinggal. Bedanya, pesan disampaikan melalui interaksi langsung dengan karya seni di ruang publik.

Pendekatan ini menjadi relevan ketika Jakarta bersiap memasuki usia lima abad. Perjalanan panjang sebuah kota tidak hanya tercermin dari perubahan bangunan, infrastruktur, dan aktivitas ekonominya, tetapi juga dari pengalaman sehari-hari masyarakat yang tinggal di dalamnya.

Harapan Warga Menjadi Bagian dari Cerita Jakarta

Lima bola raksasa di Bundaran HI bukan sekadar simbol perjalanan lima abad. Karya tersebut juga menjadi medium untuk memperlihatkan beragam pandangan masyarakat terhadap Jakarta.

Ada warga yang memilih menyampaikan pesan tentang lingkungan, sementara pengunjung lain dapat menggunakan ruang yang sama untuk menggambarkan harapan mereka sendiri. Tidak semua pesan harus seragam karena pengalaman hidup di ibu kota juga berbeda-beda.

Rencana pemindahan instalasi ke Taman Ismail Marzuki akan membawa karya tersebut ke ruang pamer yang berbeda. Namun, gagasan utamanya tetap berkaitan dengan keterlibatan masyarakat dalam menyambut perjalanan Jakarta menuju 500 tahun.

Pada akhirnya, makna sebuah perayaan kota tidak hanya ditentukan oleh besarnya acara atau banyaknya karya seni yang ditampilkan. Kesempatan bagi warga untuk menyampaikan aspirasi dan persoalan yang mereka hadapi sehari-hari juga menjadi bagian penting dalam membayangkan masa depan Jakarta.

About The Author

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *