Tekno AI

Apple Bidik Cuan dari Ledakan Aplikasi AI Pihak Ketiga, App Store Bisa Jadi Mesin Pendapatan Baru

Apple Bidik Cuan dari Ledakan Aplikasi AI Pihak Ketiga, App Store Bisa Jadi Mesin Pendapatan Baru
Apple Bidik Cuan dari Ledakan Aplikasi AI Pihak Ketiga, App Store Bisa Jadi Mesin Pendapatan Baru

Endoxa Asia – Apple berpeluang memperluas sumber pendapatannya dari perkembangan kecerdasan buatan (AI), bukan hanya melalui teknologi yang dikembangkan sendiri, tetapi juga lewat aplikasi buatan perusahaan lain. App Store dapat menjadi salah satu jalur bagi Apple untuk memperoleh keuntungan dari meningkatnya penggunaan chatbot dan AI agent di iPhone.

Sinyal tersebut muncul dalam pembahasan kinerja keuangan Apple pada Senin, 2 November 2026. Chief Financial Officer (CFO) Apple, Kevan Parekh, menyebut AI berpotensi mendukung pertumbuhan pendapatan melalui produk, kemitraan, serta aplikasi pihak ketiga.

Anthropic Batasi Claude untuk Meniru Video Game, Lindungi Hak Cipta Pengembang

Meski demikian, Parekh belum menjelaskan secara spesifik model bisnis yang sedang dipertimbangkan. Salah satu kemungkinan yang menjadi perhatian investor adalah distribusi AI agent melalui App Store, dengan Apple memperoleh bagian dari pendapatan yang dihasilkan layanan tersebut.

Strategi ini dapat memberikan keuntungan bagi Apple di tengah persaingan AI yang semakin ketat. Perusahaan tidak harus menjadi pengembang setiap model AI untuk ikut memperoleh manfaat finansial dari pertumbuhan industrinya.

Apple Melihat Peluang dari Aplikasi AI Pihak Ketiga

Dalam pembahasan laporan keuangan, Parekh menyampaikan bahwa AI dapat mendorong pelanggan melakukan upgrade perangkat agar memperoleh kemampuan terbaru. Ia juga melihat peluang dari aplikasi pihak ketiga, kemitraan, dan pengembangan produk internal Apple.

Pernyataan tersebut belum mengarah pada pengumuman fitur atau kebijakan baru. Namun, perhatian terhadap aplikasi pihak ketiga menunjukkan bahwa Apple melihat ekosistem App Store sebagai salah satu bagian penting dari strategi bisnis AI.

Selama ini, pengguna iPhone dapat mengakses berbagai layanan AI melalui aplikasi yang tersedia di App Store. ChatGPT, Gemini, dan Grok menjadi contoh layanan yang dapat menjangkau pengguna melalui ekosistem perangkat Apple.

Trajectory Raih Pendanaan US$45 Juta, Buka Pelatihan Model AI untuk Kalangan Nonteknis

Jika tren penggunaan AI agent terus berkembang, App Store berpotensi menjadi jalur distribusi bagi lebih banyak layanan yang mampu menjalankan tugas atas nama pengguna. Apple dapat memperoleh pendapatan dari transaksi digital atau langganan yang dilakukan melalui sistem pembayaran dalam aplikasinya, sesuai ketentuan yang berlaku.

Namun, belum ada konfirmasi bahwa Apple akan menerapkan skema komisi khusus untuk AI agent. Kemungkinan tersebut masih menjadi salah satu arah bisnis yang diperhatikan investor dan analis.

Apple Sudah Menghasilkan Ratusan Juta Dolar dari Aplikasi AI

Peluang tersebut bukan sepenuhnya hal baru bagi Apple. Perusahaan telah memperoleh pendapatan dari aplikasi AI generatif yang tersedia di App Store.

Analisis perusahaan riset AppMagic yang dikutip media memperkirakan Apple mengumpulkan hampir US$900 juta dari biaya dan komisi aplikasi AI generatif sepanjang 2025. ChatGPT disebut menyumbang sekitar 75 persen dari total tersebut, sementara Grok berada di posisi berikutnya dengan porsi sekitar 5 persen.

Pendapatan itu berasal dari aktivitas aplikasi AI pihak ketiga, termasuk transaksi dan langganan yang dilakukan pengguna melalui ekosistem App Store.

Angka tersebut memperlihatkan bahwa Apple bisa memperoleh manfaat dari popularitas layanan AI meskipun tidak menjadi pengembang utama teknologi di balik setiap aplikasi. Posisi iPhone sebagai perangkat yang digunakan untuk mengakses layanan digital memberi perusahaan peluang untuk memperoleh bagian dari transaksi tersebut.

Dengan meningkatnya penggunaan layanan berbasis langganan, aplikasi AI juga dapat menjadi salah satu sumber pertumbuhan bisnis layanan Apple.

CEO Y Combinator Habiskan Rp3,3 Miliar Setahun untuk AI Agent, Ini yang Dilakukannya

App Store Sedang Menghadapi Tekanan terhadap Pendapatan Komisi

Peluang dari AI muncul ketika bisnis App Store menghadapi tantangan di sejumlah pasar. Selama bertahun-tahun, Apple mengandalkan komisi transaksi digital sebagai salah satu sumber pendapatan dari ekosistem aplikasinya.

Namun, berbagai perubahan regulasi dan proses hukum membuat perusahaan harus menyesuaikan aturan pembayaran serta distribusi aplikasi. Di beberapa negara, pengembang memperoleh ruang lebih besar untuk menggunakan metode pembayaran alternatif atau mengarahkan pengguna ke sistem pembayaran di luar App Store.

Laporan TechCrunch yang mengutip estimasi pihak ketiga pada Agustus 2026 menyebut pendapatan komisi Apple di Amerika Serikat turun sekitar 18 persen. Penurunan juga dilaporkan terjadi di Brasil dan Jepang setelah perubahan regulasi di negara-negara tersebut.

Salah satu perkembangan penting berasal dari sengketa hukum Apple dengan Epic Games. Proses tersebut mendorong perubahan aturan yang memungkinkan aplikasi mengarahkan pengguna ke metode pembayaran eksternal dalam kondisi tertentu.

Di Uni Eropa, Apple juga mengumumkan perubahan ketentuan bisnis App Store pada Agustus 2026. Perusahaan menyesuaikan struktur komisi untuk transaksi digital dan distribusi aplikasi alternatif setelah berdiskusi dengan Komisi Eropa.

Kondisi ini membuat pertumbuhan aplikasi AI menjadi peluang yang menarik bagi Apple. Perusahaan dapat memanfaatkan meningkatnya kebutuhan pengguna terhadap layanan AI untuk memperkuat bisnis Services, meskipun struktur komisi App Store terus mengalami perubahan.

Pertumbuhan Services Apple Masih Bergantung pada Banyak Faktor

Dalam pembahasan kinerja keuangan yang sama, Parekh menyebut App Store mencatat jumlah pelanggan berbayar tertinggi, dengan pertumbuhan dua digit pada langganan aplikasi pihak ketiga.

Namun, ia juga menyinggung tekanan dari bisnis mobile gaming yang diperkirakan masih berlanjut pada kuartal berikutnya. Apple memperkirakan pertumbuhan pendapatan Services berada di kisaran 8 hingga 9 persen pada kuartal Desember 2026.

Perkiraan tersebut menunjukkan bahwa bisnis layanan Apple tetap menghadapi sejumlah tantangan. Karena itu, aplikasi AI dapat menjadi salah satu peluang untuk memperluas sumber pendapatan, tetapi belum tentu menjadi satu-satunya penentu pertumbuhan.

Selain komisi App Store, Apple juga melihat AI sebagai alasan bagi pengguna untuk membeli perangkat baru. Kemampuan AI yang lebih canggih dapat mendorong konsumen mempertimbangkan upgrade iPhone atau perangkat Apple lainnya.

Apple Bisa Menjadi Penghubung antara Pengguna dan Industri AI

Strategi Apple berbeda dari perusahaan yang berlomba mengembangkan model AI berukuran besar dan membangun infrastruktur komputasi sendiri. Dengan mengandalkan kekuatan perangkat serta App Store, Apple memiliki posisi sebagai penghubung antara penyedia layanan AI dan pengguna.

Pendekatan ini memiliki keuntungan sekaligus tantangan. Apple dapat memperoleh pendapatan dari pertumbuhan layanan pihak ketiga tanpa harus menanggung seluruh biaya pengembangan model AI. Namun, perusahaan tetap perlu menjaga daya tarik ekosistemnya agar pengembang dan pengguna terus memilih App Store.

Selain itu, perubahan aturan pembayaran di berbagai negara dapat memengaruhi besaran komisi yang bisa dikumpulkan Apple. Persaingan dengan platform distribusi lain juga akan menentukan seberapa besar peluang tersebut dapat diwujudkan.

Untuk saat ini, Apple belum mengungkapkan rincian strategi monetisasi baru bagi aplikasi AI pihak ketiga. Namun, pernyataan CFO dan pendapatan yang telah diperoleh dari aplikasi AI menunjukkan bahwa perusahaan melihat industri ini sebagai peluang bisnis yang semakin penting.

Di tengah perlombaan membangun AI, Apple bisa mengambil peran berbeda: bukan hanya membuat teknologi, tetapi juga menyediakan pintu masuk bagi layanan AI untuk menjangkau jutaan pengguna perangkatnya.

About The Author

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *