Ekonomi Bisnis

ALLPack Indonesia 2026 Hadirkan 1.600 Peserta dari 42 Negara, Bahas Teknologi dan Masa Depan Industri

mentri perindustrian, bapak muhammad sarmuji
mentri perindustrian, bapak muhammad sarmuji

Endoxa Asia – ALLPack Indonesia 2026 resmi dibuka di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran pada Selasa, 20 Oktober 2026. Memasuki penyelenggaraan ke-25, pameran industri pengemasan dan pengolahan ini menghadirkan lebih dari 1.600 peserta pameran dari 42 negara, sekaligus mempertemukan pelaku usaha, penyedia teknologi, distributor, dan calon pembeli dari berbagai sektor industri.

Diselenggarakan oleh Krista Exhibitions Group pada 20–23 Oktober 2026, ALLPack Indonesia 2026 mencakup sektor pengemasan, pengolahan, plastik, percetakan, daur ulang, otomasi industri, hingga farmasi. Pameran ini juga melibatkan 10 pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM), dengan tujuan membuka akses terhadap inovasi dan peluang kerja sama bisnis.

Indro Warkop Kenang Dono dan Kasino di Synchronize Fest 2026, Warisan Tawa yang Abadi

Selama empat hari penyelenggaraan, acara ini menargetkan lebih dari 90.000 pengunjung bisnis dari lebih dari 30 negara. Selain menampilkan teknologi terbaru, rangkaian kegiatan dirancang untuk membantu pelaku industri meningkatkan efisiensi produksi, memperluas jaringan, dan menjajaki peluang investasi.

ALLPack Indonesia 2026 Perluas Akses Teknologi Industri

CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim, mengatakan ALLPack Indonesia menjadi wadah bagi pelaku industri untuk mengenal teknologi, mengembangkan inovasi, dan membangun kemitraan bisnis lintas negara.

Menurutnya, pertemuan antara produsen, pelaku usaha, dan penyedia teknologi dapat membuka peluang investasi, memperkuat rantai pasok, serta mendukung daya saing industri nasional di pasar global.

Pameran ini juga mendapat dukungan dari Kementerian Perindustrian, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Keterlibatan berbagai pemangku kepentingan tersebut menempatkan ALLPack Indonesia sebagai salah satu forum untuk membahas kebutuhan industri, mulai dari peningkatan produktivitas hingga pengembangan pasar.

Sembilan Pameran Pendukung Hadir dalam Satu Ekosistem

ALLPack Indonesia 2026 tidak berdiri sendiri. Acara ini terintegrasi dengan sejumlah pameran pendukung yang mencakup beragam mata rantai industri, mulai dari bahan baku dan proses produksi hingga penyimpanan serta distribusi.

Industri Kemasan Indonesia Diproyeksikan Tumbuh 6% pada 2026, E-Commerce dan Program Pangan Jadi Pendorong

Lima pameran yang turut diselenggarakan adalah ALLPlas, ALLProcess, ALL Beverage Technology, IPEX, dan FoodTech Indonesia. Cakupannya meliputi industri plastik, teknologi proses produksi, teknologi minuman, percetakan, serta industri pangan.

Rangkaian ini dilengkapi ALL Cold Chain yang menampilkan teknologi penyimpanan berpendingin dan distribusi produk yang memerlukan pengendalian suhu. Indonesia Maritime & Logistics Expo turut menghadirkan solusi maritim, transportasi, pergudangan, dan logistik.

Sementara itu, ALL Agri Expo berfokus pada mesin, peralatan, dan teknologi agribisnis yang mendukung proses produksi hingga pengolahan hasil pertanian.

Integrasi berbagai sektor ini memberi kesempatan bagi pelaku usaha untuk mencari pemasok, mengenal solusi produksi, dan menjajaki kolaborasi yang menghubungkan proses manufaktur dengan penyimpanan maupun distribusi.

Lebih dari 65 Agenda Edukasi dan Bisnis

Selama pameran berlangsung, pengunjung dapat mengikuti lebih dari 65 agenda edukatif dan bisnis. Programnya mencakup seminar, konferensi, talk show, workshop, konsultasi industri, hingga business matching.

Topik yang diangkat meliputi teknologi pengemasan, kualitas produk, farmasi, industri makanan dan minuman, plastik, otomasi manufaktur, serta ekonomi sirkular.

Salah satu agenda yang relevan bagi industri kemasan adalah pembahasan mengenai tren masa depan pengemasan oleh Indonesia Packaging Federation (IPF). Ada pula seminar mengenai standar SNI 9401:2025 untuk kemasan pangan yang aman dan unggul, yang diselenggarakan Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Selulosa (BBSPJIS).

ALLPrint Indonesia 2026 Dibuka, Hadirkan 400 Peserta dari 10 Negara

Di bidang keberlanjutan, Indonesian Plastic Recyclers (IPR) mengangkat topik industrialisasi pengelolaan sampah serta regulasi, sertifikasi, potensi ekspor, dan Extended Producer Responsibility (EPR). Universitas Negeri Jakarta juga membawa tema penggunaan kembali dan manufaktur ulang untuk mendukung ekonomi sirkular.

Sementara itu, INAPLAS membahas tantangan dan tren industri plastik, termasuk persoalan teknis dalam pemrosesan produk PP, PE, dan PET serta tantangan ekonomi sirkular.

Pengembangan Industri Farmasi, Pangan, dan Teknologi Produksi

Program ALLPack Indonesia 2026 juga mencakup kebutuhan industri dengan standar produksi yang spesifik, termasuk farmasi dan bioteknologi.

Rieckermann menghadirkan pembahasan mengenai manufaktur farmasi dan biofarmasi serta masa depan kemasan fleksibel. Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GP Farmasi) bersama PMMC turut menggelar seminar industri biofarmasi.

Di sektor pangan dan minuman, LPPOM MUI membahas sertifikasi halal dan pengujian laboratorium sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas produk. Ada pula talk show mengenai desain kemasan oleh IPF serta diskusi rantai pendingin untuk pengiriman produk segar antarpulau bersama Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia (ARPI).

Program-program ini memberikan ruang bagi pelaku industri untuk membahas kebutuhan teknis, standar produk, dan penerapan teknologi dalam proses produksi maupun distribusi.

Business Matching Buka Peluang Kerja Sama Baru

Selain forum edukasi, pameran ini menyediakan agenda business matching untuk mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra potensial.

Program tersebut meliputi business matching bersama China Machinery Engineering Corporation (CMEC), pertemuan bisnis sektor katering bersama sejumlah asosiasi jasa boga, serta penjajakan kerja sama dengan perusahaan Italia.

Bagi industri kecil dan menengah, terdapat workshop desain merek dan kemasan yang diselenggarakan Kementerian Perindustrian dengan menghadirkan FOOMA, Masdac Co., Ltd., dan Shikoku Kakoki Co., Ltd.

Pengunjung juga dapat memanfaatkan layanan konsultasi BPOM dan APSKI, serta kegiatan uji stabilitas produk obat bahan alam bersama GP Jamu.

Rangkaian ini memperluas fungsi pameran dari sekadar tempat melihat produk dan teknologi menjadi forum untuk berdiskusi, mendapatkan konsultasi, dan mencari peluang kerja sama.

Cara Mengunjungi ALLPack Indonesia 2026

ALLPack Indonesia 2026 berlangsung pada 20–23 Oktober 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta.

Pelaku industri dan pengunjung bisnis yang ingin menghadiri pameran dapat melakukan registrasi melalui tautan resmi berikut:

Registrasi pengunjung ALLPack Indonesia 2026

Dengan cakupan sektor yang luas, agenda edukasi, dan program business matching, ALLPack Indonesia 2026 menjadi kesempatan bagi pelaku usaha untuk mengenal perkembangan teknologi industri, membangun koneksi bisnis, serta menjajaki solusi bagi kebutuhan produksi dan distribusi.

About The Author

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *