News Nasional

BUMA Latih 200 Siswa SMK, 170 Kantongi Sertifikat Kompetensi Mekanik

BUMA Latih 200 Siswa SMK, 170 Kantongi Sertifikat Kompetensi Mekanik
BUMA Latih 200 Siswa SMK, 170 Kantongi Sertifikat Kompetensi Mekanik

Endoxa Asia – Kesenjangan antara keterampilan lulusan sekolah vokasi dan kebutuhan industri menjadi salah satu tantangan dalam menyiapkan tenaga kerja. Untuk mendekatkan pembelajaran sekolah dengan praktik kerja, perusahaan pertambangan PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) menjalankan program BUMA School yang membekali siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) dengan keterampilan teknis dan nonteknis.

Pada tahun ajaran 2025/2026, program tersebut diikuti 200 siswa dari 10 SMK di enam provinsi. Seluruh peserta menyelesaikan program dan memperoleh sertifikasi Basic Mechanic Course. Dari jumlah tersebut, 170 siswa juga mendapatkan sertifikasi kompetensi mekanik dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), sementara 20 siswa menjalani praktik kerja industri di BUMA Rebuild Center, Balikpapan.

Pemerintah Siapkan Insentif Fiskal Rp1 Triliun, Dukungan MBG Jadi Penilaian Daerah pada 2027

Capaian ini menjadi bagian dari upaya perusahaan menghubungkan pendidikan vokasi dengan kebutuhan tenaga kerja di industri pertambangan dan alat berat.

BUMA School Bekali Siswa dengan Keterampilan Industri

BUMA School merupakan program pendidikan vokasi yang dijalankan PT Bukit Makmur Mandiri Utama, anak usaha utama PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID). Program ini dirancang agar siswa tidak hanya mempelajari teori di sekolah, tetapi juga mengenal kompetensi dan standar kerja yang digunakan di industri.

Rangkaian pelatihannya mencakup seleksi peserta, pembelajaran teknis, pengembangan soft skills, pembinaan mental dan fisik (Bintalsik), serta praktik kerja industri dan sertifikasi kompetensi. Program ini juga menggunakan Learning Management System (LMS) untuk mendukung proses pembelajaran.

Pada tahun ajaran 2025/2026, peserta berasal dari 10 SMK yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan.

Materi yang diberikan mencakup keterampilan teknis, kedisiplinan, kerja sama tim, keselamatan kerja, dan pemahaman terhadap prosedur profesional. Aspek-aspek tersebut dibutuhkan untuk membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan kerja setelah menyelesaikan pendidikan.

170 Siswa Mendapat Sertifikasi Kompetensi Mekanik

Dari 200 peserta BUMA School pada tahun ajaran 2025/2026, sebanyak 170 siswa berhasil memperoleh sertifikasi kompetensi mekanik dari BNSP. Seluruh peserta juga menyelesaikan rangkaian program dan memperoleh sertifikasi Basic Mechanic Course.

Demo 28 Oktober di Jakarta Ricuh, 19 Orang Diamankan Polisi

Selain pembelajaran dan sertifikasi, 20 siswa mendapat kesempatan mengikuti praktik kerja industri di BUMA Rebuild Center, Balikpapan. Pengalaman ini memberi peserta kesempatan untuk mengenal lingkungan kerja secara langsung.

Direktur Utama BUMA, Dian Sofia Andyasuri, menyatakan bahwa kesiapan kerja tidak hanya bergantung pada keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan beradaptasi, disiplin, dan bekerja sama.

Melalui program ini, perusahaan berupaya mendekatkan pengalaman praktis industri kepada siswa sejak masih berada di bangku SMK. Dengan demikian, kompetensi yang dipelajari di sekolah diharapkan semakin relevan dengan kebutuhan tempat kerja.

Lebih dari 400 Alumni Disebut Telah Terserap Kerja

BUMA School pertama kali dijalankan pada 2018. Berdasarkan data yang disampaikan perusahaan, hingga Oktober 2026 program ini telah menjangkau 2.236 siswa, melibatkan dan meningkatkan kapasitas 32 guru, serta bekerja sama dengan 16 SMK di tujuh provinsi.

Perusahaan juga menyebut lebih dari 400 alumni BUMA School telah bekerja di BUMA maupun perusahaan lain. Angka tersebut menjadi salah satu indikator yang disampaikan perusahaan mengenai kelanjutan program setelah peserta menyelesaikan pelatihan.

Salah satu alumninya, Oktavian Dwi S, kini bekerja sebagai mekanik di BUMA. Ia menyampaikan bahwa pembelajaran teknis, kedisiplinan, kerja sama tim, serta pemahaman mengenai standar keselamatan membantunya beradaptasi dengan lingkungan profesional.

Meski demikian, angka penyerapan alumni yang dipublikasikan perusahaan belum dengan sendirinya menggambarkan tingkat penempatan kerja seluruh peserta. Untuk menilai dampak program secara menyeluruh, informasi seperti jumlah total alumni, periode penelusuran, dan persentase lulusan yang bekerja juga relevan.

KPK Tunggu Keterangan Nusron Wahid, 4 Orang yang Diduga Dekat Dengannya Jadi Tersangka

BUMA Lanjutkan Kerja Sama dengan Empat SMK

Untuk tahun ajaran 2026/2027, BUMA kembali melanjutkan program melalui nota kesepahaman dengan empat sekolah, yaitu SMK Negeri 1 Balikpapan, SMK Negeri 1 Singosari, SMK Swasta Warga Solo, dan SMK Swasta Tabalong.

Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperluas kolaborasi antara perusahaan dan sekolah vokasi. BUMA bertindak sebagai pemilik program, sedangkan PT BISA Ruang Nuswantara (BIRU), anak usaha sekaligus bagian dari fungsi sosial BUMA International Group, berperan sebagai pelaksana program.

Kolaborasi antara sekolah dan industri dapat membuka akses terhadap pembelajaran berbasis kebutuhan kerja, pengalaman praktik, dan sertifikasi kompetensi. Namun, efektivitasnya juga bergantung pada kesesuaian kurikulum, kualitas pendampingan, serta peluang kerja yang tersedia setelah pelatihan.

Melalui kelanjutan BUMA School, perusahaan berupaya memperkuat hubungan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri. Bagi siswa SMK, keterampilan yang relevan, pengalaman praktik, dan sertifikasi dapat menjadi bekal tambahan untuk memasuki pasar kerja setelah lulus.

About The Author

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *