News Internasional

Anutin Antisipasi Kerusuhan Prancis, Instruksikan Polisi dan Badan Keamanan Thailand

Anutin

Endoxa Asia – Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul telah mengeluarkan instruksi langsung kepada Kepala Polisi Nasional untuk memantau perkembangan kerusuhan di Prancis dan menyiapkan langkah pencegahan agar situasi serupa tidak terulang di Thailand. Arahan ini disampaikan di Rumah Pemerintah (Government House) pada Kamis, 22 Oktober 2026, seusai demonstrasi di Prancis yang dikabarkan meluas dengan tindakan kekerasan, pembakaran, dan perampokan besar-besaran.

Arahan PM dan Rapat Koordinasi Keamanan

Anutin menyatakan bahwa ia telah menghubungi Pol. Gen. Samran Nualma setelah kerusuhan di Prancis pecah, meminta polisi untuk memantau perkembangan dan mencegah situasi meluas atau insiden serupa terjadi di Thailand. Menurutnya, aparat keamanan bertanggung jawab memelihara keamanan nasional dan ketertiban umum, sehingga harus mempelajari kondisi di Prancis dan menyiapkan siasat dengan matang.

Virus Shamonda Tewaskan Pasien di Prancis, Ini Gejala dan Risiko Penularannya

Pada hari yang sama, Sekretaris Jenderal Badan Keamanan Nasional Jenderal Chaiyapruek Duangprapat memimpin rapat koordinasi involving panglima militer, lembaga keamanan dan intelijen, serta pejabat administrasi. Tujuannya adalah menyelaraskan pemahaman dan merumuskan strategi bersama dalam menghadapi risiko kerusuhan.

Kondisi di Prancis yang Jadi Peringatan

Prancis tengah menghadapi kerusuhan keras yang disertai pembakaran dan perampokan luas. Sekurang-kurangnya 3.000 toko dilaporkan dirusak atau dirampok, sementara pasukan Prancis telah menerapkan jam malam dan menuntaskan pasukan di lapangan. Demonstrasi baru diprojeksikan berlanjut pada hari Sabtu.

Pemerintah Tegaskan: Thailand Aman dan Berbeda dengan Prancis

Walaupun mengeluarkan perintah waspada, Anutin berpendapat Thailand tidak memiliki konflik internal yang serupa dengan Prancis. Ia menggambarkan masyarakat Thailand sebagai masyarakat yang tinggal damai dan bersatu, serta menegaskan perbedaan komposisi sosial dan budaya antara kedua negara. Namun demikian, ia menegaskan bahwa polisi tetap harus memantau dan mengantisipasi setiap kemungkinan.

Peringatan Perjalanan bagi Warga Thailand di Eropa

Kementerian Luar Negeri Thailand, melalui Menteri Luar Negeri Sihasak Phuangketkeow, juga telah mengeluarkan peringatan bagi warga Thailand di Eropa. Warga dianjurkan menghindari lokasi demonstrasi dan menunda perjalanan non-esensial ke daerah yang terpengaruh kerusuhan, khususnya di Prancis, Italia, dan Spanyol. Pemerintah meminta masyarakat untuk memantau perkembangan terbaru dan memeriksa pengumuman dari Kementerian Luar Negeri serta Kedutaan Besar Thailand.

Langkah antisipasi yang diambil Pemerintah Thailand menunjukkan kesadaran akan resiko transmisi citra dan ancaman keamanan dari luar negeri, meskipun pemimpin negeri ini terus menegaskan bahwa kondisi domestik masih aman dan tenturnya berbeda dengan situasi di Prancis. Dengan adanya rapat koordinasi lintas sektornya, aparat keamanan Thailand berupaya mencegah adanya penyalahgunaan momentum kerusuhan di luar negeri untuk merusak ketertiban domestik.

Thailand tidak melaporkan ancaman kerusuhan serupa di dalam negeri, namun aparat keamanan sudah diberikan arahan untuk tetap waspada. Masyarakat dan perencana perjalanan ke Eropa diminta untuk tetap mengikuti informasi resmi dari pihak berwajib.

Ignasius Jonan Usul Indonesia, Malaysia, dan Singapura Tangani Karhutla Bersama

About The Author

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *