Fashion Lifestyle

Art Jakarta 2026 Rangkul Art Fair Lokal, Ekosistem Seni Indonesia Makin Terhubung

Art Jakarta 2026 Rangkul Art Fair Lokal, Ekosistem Seni Indonesia Makin Terhubung

Endoxa AsiaArt Jakarta 2026 membawa perubahan pada cara sebuah bursa seni internasional membangun hubungan dengan ekosistem seni Indonesia. Selain menghadirkan 75 galeri dari berbagai kota di Asia, edisi tahun ini memperluas ruang bagi art fair dan inisiatif seni dari sejumlah daerah melalui program AJ Scope dalam MTN Market.

Art Jakarta 2026 akan berlangsung pada 2 hingga 4 Oktober 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Sebanyak 75 galeri dijadwalkan berpartisipasi, termasuk 15 galeri yang baru bergabung.

Program baru tersebut mempertemukan inisiatif seni dari Malang, Pekanbaru, Banyumas, Gorontalo, Bekasi, hingga Yogyakarta dengan pengunjung dan pelaku seni yang datang ke Art Jakarta.

Art Fair Daerah Masuk ke Art Jakarta

Melalui AJ Scope, Art Jakarta menghadirkan Mini Art Malang, Artist Art Fair dari Pekanbaru, ART HEY dari Banyumas, Maa Ledungga dari Gorontalo, Hello Goodbye Photo Market dari Bekasi, serta Watercolor Art Fair dari Yogyakarta.

Menurut Artistic Director Art Jakarta Enin Supriyanto, keberadaan mereka dimaksudkan untuk memperlihatkan karakter serta cara masing-masing daerah membangun apresiasi terhadap seni.

ARTSUBS 2026 Bawa 500 Karya dan 113 Perupa ke Surabaya

“Ada dari Malang, Pekanbaru, Banyumas, Gorontalo, dan Bekasi punya art fair versi mereka. Program ini semacam apresiasi seni dengan cara mereka sendiri di daerahnya masing-masing,” ujar Enin dalam jumpa pers pada 17 September 2026.

Bagi Art Jakarta, pendekatan tersebut berkaitan dengan upaya memperluas ekosistem, bukan hanya memperbesar skala penyelenggaraan. Enin mengatakan pertumbuhan seni rupa membutuhkan perkembangan berbagai elemen pendukung secara bersamaan.

“Kami ingin ekosistemnya biar tumbuh bareng,” katanya.

Kehadiran art fair lokal di satu ruang dengan galeri internasional membuat Art Jakarta 2026 tidak hanya menjadi tempat transaksi atau presentasi karya, tetapi juga memperlihatkan bagaimana praktik seni berkembang dengan karakter berbeda di berbagai kota Indonesia.

75 Galeri Hadir dari Asia

Di bagian utama Art Jakarta, 75 galeri dari berbagai kota di Asia akan menampilkan karya seni kontemporer. Daftar peserta mencakup galeri dari Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Singapura, Malaysia, Taiwan, Hong Kong, Thailand, China, hingga sejumlah pusat seni Asia lainnya.

NMIXX Comeback Oktober 2026 dengan Strange Muse

Dari Indonesia, peserta berasal antara lain dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Bali, Surabaya, Semarang, dan kota lainnya. Sementara galeri internasional yang berpartisipasi mencakup institusi berbasis di Tokyo, Seoul, Taipei, Hong Kong, Bangkok, Singapura, Kuala Lumpur, hingga kota-kota lain di kawasan Asia.

Komposisi tersebut memperkuat fokus Art Jakarta sebagai art fair yang berorientasi pada ekosistem seni Asia Tenggara. Situs resminya menyebut edisi 2026 sebagai forum yang mempertemukan galeri, seniman, kolektor, dan publik seni sekaligus memperkuat hubungan antara komunitas seni lokal dan internasional.

Seni Indonesia Tidak Hanya Hadir Lewat Galeri

Selain AJ Scope, Art Jakarta memiliki program Scene yang secara khusus memberikan ruang bagi kolektif seniman, studio kerajinan, merchandise seni, dan proyek independen. Pada 2026, Scene menghadirkan 39 presentasi.

Format ini memperlihatkan bahwa ekosistem seni yang dibawa Art Jakarta tidak terbatas pada model galeri konvensional. Kolektif dan proyek independen juga menjadi bagian dari struktur acara.

Art Jakarta sendiri menjelaskan Scene sebagai platform untuk mempertemukan komunitas kreatif dengan publik seni secara langsung. Program tersebut juga secara khusus diarahkan untuk mendukung kolektif dan organisasi nirlaba, termasuk yang berada di luar kawasan Jakarta.

10 Anime Musim Gugur 2026 yang Paling Dinantikan

Jejak pendekatan tersebut sebenarnya bukan sesuatu yang sepenuhnya baru. Dalam penyelenggaraan Art Jakarta sebelumnya, program serupa juga telah digunakan untuk memberi ruang kepada kolektif, organisasi independen, dan inisiatif dari luar Jakarta. Namun, pada 2026 pendekatan tersebut diperluas melalui keterlibatan art fair lokal dalam AJ Scope.

Dari Tubuh hingga Teknologi

Di luar agenda utama galeri, Art Jakarta 2026 juga menghadirkan presentasi khusus yang mengeksplorasi tema tubuh, memori, pengalaman personal, teknologi, hingga hubungan seni dengan perkembangan ekonomi dan investasi.

Salah satunya adalah instalasi Henryette Louis yang dipresentasikan ArtSociates. Seniman asal Bandung tersebut mengembangkan praktik yang berangkat dari teknik etsa dengan gypsum sebagai salah satu permukaan karya. Menurut Enin, karya tersebut berkaitan dengan tubuh, kerentanan, serta persoalan perempuan.

Ada pula karya baru Angki Purbandono yang dipresentasikan Soul Project. Karya berukuran sekitar 2,5 meter dengan tinggi hampir empat meter tersebut melanjutkan eksplorasi sang seniman terhadap bentuk bunga, yang berangkat dari pengalaman personal dan kemudian berkembang menjadi metafora yang lebih luas.

Teknologi juga masuk dalam sejumlah presentasi. Etsa Maysara, misalnya, mengembangkan karya yang membahas gagasan tentang emas melalui pengalaman multisensori yang melibatkan aroma, suara, cahaya, dan elemen yang dapat disentuh pengunjung. Sementara Agnes Hansela memanfaatkan kabel bekas dari infrastruktur jaringan internet sebagai bagian dari karyanya.

Art Jakarta 2026 dan Arah Ekosistem Seni

Rangkaian program tersebut memperlihatkan dua lapisan yang berjalan bersamaan di Art Jakarta 2026. Di satu sisi, acara tetap berfungsi sebagai bursa seni dengan kehadiran galeri dan jaringan kolektor dari kawasan Asia. Di sisi lain, penyelenggara membuka ruang lebih besar untuk kolektif, art fair daerah, proyek independen, serta bentuk presentasi seni yang tidak selalu berada dalam format galeri.

Pendekatan tersebut menjadi relevan karena perkembangan ekosistem seni tidak hanya berlangsung di Jakarta. Art fair lokal yang dibawa melalui AJ Scope menunjukkan adanya inisiatif seni dengan karakter masing-masing di sejumlah kota, sementara Scene memberi ruang bagi komunitas dan proyek independen untuk bertemu langsung dengan publik.

Bagi pengunjung, Art Jakarta 2026 akhirnya menawarkan lebih dari sekadar deretan booth galeri. Ada kesempatan melihat bagaimana seni kontemporer Indonesia dipresentasikan dalam jaringan regional sekaligus bagaimana ekosistem seni dari berbagai daerah membawa format dan pendekatan mereka sendiri ke ruang yang sama.

Art Jakarta 2026 akan dibuka untuk VIP Preview dan Vernissage pada 2 Oktober, sementara hari publik berlangsung pada 3 dan 4 Oktober di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

About The Author

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *