Endoxa Asia – Warga negara Malaysia dapat menikmati perjalanan feri gratis di Penang pada Minggu, 8 November 2026, bertepatan dengan perayaan Deepavali. Program yang diselenggarakan Penang Port Commission (PPC) bersama Penang Port Sdn Bhd (PPSB) ini berlaku untuk perjalanan dari Butterworth menuju George Town maupun sebaliknya.
Kebijakan tersebut ditujukan untuk memudahkan mobilitas masyarakat selama periode perayaan sekaligus mendorong penggunaan transportasi umum. Namun, fasilitas ini tidak berlaku untuk semua penumpang karena hanya diperuntukkan bagi warga negara Malaysia.
Dua Terminal Penyeberangan Mendapat Fasilitas Gratis
Layanan feri gratis tersedia dari dua terminal utama yang menghubungkan daratan utama Semenanjung Malaysia dengan Pulau Penang.
Penumpang dapat berangkat dari Pangkalan Sultan Abdul Halim (PSAH) di Butterworth atau Pangkalan Raja Tun Uda (PRTU) di George Town. Kedua terminal melayani perjalanan penyeberangan melintasi Selat Penang.
Ketua PPC, Datuk Yeoh Soon Hin, mengatakan layanan tersebut akan mengikuti jadwal operasional feri terbaru. Masyarakat diminta merencanakan perjalanan lebih awal dan memeriksa informasi keberangkatan melalui situs resmi maupun kanal media sosial PPC dan PPSB.
Dengan demikian, calon penumpang sebaiknya tidak hanya mengandalkan jadwal perjalanan yang pernah digunakan sebelumnya. Informasi operasional dapat diperbarui mengikuti kebutuhan layanan selama periode liburan.
Hanya Warga Malaysia yang Bisa Menikmati Tarif Gratis
Program ini secara khusus diberikan kepada warga negara Malaysia. Laporan mengenai ketentuan layanan menyebutkan bahwa penumpang perlu menunjukkan MyKad atau MyKid untuk memperoleh fasilitas tersebut.
Selain penumpang pejalan kaki, layanan gratis juga mencakup pengguna kendaraan roda dua, termasuk sepeda motor dan sepeda, berdasarkan informasi yang dilaporkan media otomotif lokal. Ketentuan identitas tetap menjadi bagian penting untuk memastikan penerima manfaat memenuhi persyaratan.
Sementara itu, wisatawan asing tidak termasuk dalam kelompok penerima fasilitas gratis. Mereka perlu mengikuti ketentuan tarif normal yang berlaku pada layanan feri Penang.
Pembatasan berdasarkan kewarganegaraan ini perlu diperhatikan wisatawan yang berencana mengunjungi Penang selama periode Deepavali. Status hari libur atau ramainya aktivitas di kawasan tersebut tidak otomatis membuat seluruh penumpang memperoleh pembebasan tarif.
Ribuan Penumpang Menggunakan Feri Saat Deepavali Tahun Lalu
Program ini juga berkaitan dengan tingginya mobilitas masyarakat selama perayaan Deepavali. Yeoh menyebutkan, layanan feri Penang mengangkut 7.780 penumpang pejalan kaki dan 1.518 kendaraan roda dua selama periode Deepavali tahun lalu.
Angka tersebut mencakup penggunaan layanan dalam dua arah perjalanan. Data itu memperlihatkan bahwa feri menjadi salah satu pilihan transportasi bagi masyarakat yang bergerak antara Butterworth dan George Town saat musim perayaan.
PPC juga mencatat peningkatan jumlah penumpang sebesar 5,61 persen pada periode Januari hingga September 2026 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan tersebut menjadi salah satu konteks penting di tengah upaya pengelola pelabuhan menjaga kelancaran layanan. Penawaran perjalanan gratis pada hari perayaan diharapkan dapat membantu masyarakat memilih transportasi umum dan mengurangi tekanan lalu lintas di Penang.
Penumpang Diminta Memeriksa Jadwal Sebelum Berangkat
Meski tarif dibebaskan untuk kelompok yang memenuhi persyaratan, layanan feri tetap mengikuti jadwal operasional yang berlaku. Karena itu, penumpang disarankan memeriksa informasi terbaru sebelum menuju terminal.
Informasi resmi dapat dipantau melalui situs Penang Port Commission dan Penang Port Sdn Bhd. Penumpang juga perlu menyiapkan dokumen identitas yang sesuai agar proses verifikasi tidak menghambat perjalanan.
Bagi warga Malaysia, kebijakan ini memberikan kesempatan untuk menyeberang antara Butterworth dan George Town tanpa membayar tarif feri pada 8 November. Bagi wisatawan dari luar negeri, layanan tetap dapat digunakan dengan mengikuti ketentuan pembayaran normal.
Program tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana fasilitas transportasi publik dimanfaatkan untuk mendukung mobilitas masyarakat selama perayaan keagamaan dan hari libur besar.




Komentar