
Key Insights:
• Lebih dari 50.000 pengguna Shopee berpartisipasi dalam program digital yang menghasilkan 100.000 pohon virtual untuk dikonversi menjadi 2.000 bibit mangrove.
• Penanaman mangrove menjadi bagian dari kolaborasi Shopee, Pemprov DKI Jakarta, dan BenihBaik.com dalam memperkuat pelestarian pesisir Jakarta.
• Program ini menunjukkan bagaimana aktivitas digital dapat diarahkan menjadi partisipasi nyata dalam isu lingkungan.
Sebanyak 2.000 bibit mangrove ditanam di kawasan pesisir utara Jakarta dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia 2026. Yang membedakan aksi ini, sebagian kontribusinya bermula dari aktivitas digital lebih dari 50.000 pengguna Shopee melalui permainan interaktif Shopee Tanam.
Program yang berlangsung sejak 5 Juni hingga 20 Juli 2026 itu mengajak pengguna mengumpulkan “Pohon Shopee Peduli” secara virtual. Dalam permainan tersebut, pengguna dapat menanam benih, menyiram, dan merawat pohon hingga siap dipanen. Sebanyak 100.000 pohon virtual yang terkumpul kemudian dikonversikan menjadi 2.000 bibit mangrove untuk ditanam secara nyata.
Penanaman dilakukan pada Minggu, 26 Juli 2026, melalui kolaborasi Shopee Indonesia, BenihBaik.com, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP). Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Ecomarine Muara Angke, Taman Wisata Alam Angke, Jakarta Utara.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno turut mencoba langsung permainan Shopee Tanam di sela kegiatan. Ia menilai keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam upaya menjaga lingkungan, mengingat persoalan ekosistem perkotaan dan pesisir tidak dapat ditangani pemerintah seorang diri.
Pada peringatan Hari Mangrove Sedunia tahun ini, Pemprov DKI Jakarta juga menyebut penanaman 24.310 bibit mangrove dilakukan secara serentak di lima lokasi utama di Jakarta dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari instansi pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, komunitas, hingga masyarakat.
Di tengah meningkatnya kebutuhan untuk menjaga kawasan pesisir dari abrasi dan dampak perubahan lingkungan, mangrove memiliki peran yang jauh lebih besar daripada sekadar tanaman penghijauan. Ekosistem ini berfungsi sebagai salah satu benteng alami yang membantu meredam gelombang dan menahan laju air laut ke daratan.
Karena itu, keberhasilan program semacam ini tidak hanya diukur dari jumlah bibit yang ditanam. Hal yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat dapat dilibatkan dalam prosesnya. Dalam konteks tersebut, penggunaan permainan digital menjadi pendekatan yang menarik karena mengubah aktivitas yang biasanya bersifat hiburan menjadi pintu masuk menuju partisipasi sosial.
Keterlibatan pengguna juga tidak terbatas pada warga Jakarta. Pengguna Shopee dari sejumlah daerah, termasuk Surabaya, Medan, Denpasar, Balikpapan, Makassar, dan Samarinda, ikut berpartisipasi dalam program tersebut. Jangkauan ini memperlihatkan bahwa aksi lingkungan berbasis digital dapat melampaui batas geografis.
Kolaborasi dengan BenihBaik.com kemudian menjadi penghubung antara kontribusi virtual dan aksi di lapangan. Platform tersebut mendukung proses konversi pohon virtual menjadi bibit mangrove yang selanjutnya ditanam di kawasan pesisir Muara Angke.
Bagi Jakarta, penanaman mangrove juga memiliki arti strategis karena kawasan pesisir menghadapi berbagai tekanan ekologis. Keterlibatan pemerintah, sektor swasta, organisasi sosial, dan masyarakat menjadi semakin penting untuk memastikan upaya pelestarian tidak berhenti pada kegiatan seremonial.
Pada akhirnya, program ini menunjukkan bahwa teknologi tidak selalu harus hadir dalam bentuk solusi yang kompleks. Dalam kasus Shopee Tanam, mekanisme yang sederhana—bermain, merawat, dan mengumpulkan pohon virtual—digunakan untuk membangun partisipasi yang kemudian berujung pada penanaman mangrove secara nyata. Tantangan berikutnya adalah memastikan aksi semacam ini dapat berlanjut menjadi kepedulian lingkungan yang konsisten, bukan hanya aktivitas sesaat.



