Endoxa Asia – Rolex akan melelang empat Cosmograph Daytonat Cosmograph Daytona yang masing-masing hanya dibuat satu unit melalui Phillips di London pada 28 September 2026. Dikenal sebagai The Four Seasons, keempat jam tersebut dirancang dengan inspirasi musim semi, panas, gugur, dan dingin, lalu dipasangkan dengan material logam mulia, batu alam, serta batu permata berwarna. Seluruh hasil lelang akan disalurkan kepada Federer Foundation dan Re:wild.
Rolex Mengubah Rencana Setelah Minat Pembeli Membesar
Kisah di balik lelang ini bermula sebelum Rolex mengumumkannya secara terbuka. Menurut laporan Hodinkee pada awal September, Rolex awalnya mempertimbangkan penjualan keempat jam sebagai satu set dengan harga sekitar CHF 4 juta.
Jaringan ritel Rolex kemudian diminta mengajukan nama calon pembeli. Lebih dari 1.000 nama disebut masuk dalam proses tersebut, menurut laporan yang dikutip sejumlah publikasi horologi. Angka itu bukan data resmi yang dipublikasikan Rolex, sehingga konteksnya perlu dipahami sebagai laporan industri, bukan jumlah pendaftar lelang.
Situasi tersebut membuat skema penjualan privat menjadi kurang sederhana. Alih-alih memilih satu pemilik untuk seluruh koleksi, Rolex mengubah pendekatannya menjadi lelang amal.
Phillips akan menawarkan keempat jam tersebut secara individual pada 28 September. Rumah lelang tersebut menyebut acara ini sebagai lelang amal pertama Rolex, sementara Rolex sendiri dalam pengumuman resminya menyebutnya sebagai sebuah inisiatif istimewa tanpa menggunakan klaim tersebut.
Empat Daytona, Empat Interpretasi Musim
Secara teknis, keempat jam masih menggunakan basis Cosmograph Daytona dan kaliber Rolex 4131 dengan cadangan daya sekitar 72 jam. Namun, eksekusi material dan gem-setting membuat masing-masing memiliki identitas yang berbeda.
Spring menggunakan casing emas putih 18 karat dengan dial chrysoprase dan penghitung berbahan lepidolite. Bezel-nya dihiasi 36 safir ungu potongan trapeze dengan total sekitar 5,57 karat.
Summer hadir dalam emas Everose 18 karat. Dial-nya menggunakan turquoise dengan penghitung berbahan heart of ruby, sementara bezel dan penanda jam menggunakan safir merah muda.
Autumn menggunakan emas kuning 18 karat, dial mookaite, penghitung chrysoprase, serta tourmaline hijau pada bezel dan penanda jam.
Sementara itu, Winter menjadi satu-satunya model berbahan platinum 950. Dial-nya dibuat dari opal biru dengan penghitung lapis lazuli. Bezel dihiasi safir dengan gradasi biru hingga fuchsia, sedangkan penanda jam menggunakan berlian.
Keempat jam juga mendapatkan 54 berlian potongan brilian pada bagian lug dan pelindung kenop. Rolex secara resmi menyebut semuanya sebagai jam tangan yang unik dan eksklusif, bukan sekadar edisi terbatas.
Nilainya Belum Bisa Dipastikan
Angka CHF 4 juta yang banyak disebut dalam pemberitaan bukanlah estimasi resmi Phillips untuk lelang September.
Hodinkee melaporkan angka tersebut sebagai perkiraan harga ketika empat jam itu awalnya direncanakan untuk dijual sebagai satu set. JCK kemudian mengutip laporan yang sama mengenai rencana penjualan privat tersebut. Sementara itu, halaman resmi Rolex untuk Four Seasons tidak mencantumkan estimasi harga lelang.
Karena itu, angka CHF 4 juta lebih tepat diperlakukan sebagai harga rencana penjualan privat, bukan batas bawah atau perkiraan resmi hasil lelang.
Ada pula laporan mengenai calon pembeli yang disebut bersedia membayar hingga US$10 juta. Namun, informasi tersebut berasal dari laporan Hodinkee mengenai pendekatan yang diterima penulisnya dan bukan tawaran resmi yang diumumkan Rolex atau Phillips.
Artinya, harga akhir empat Daytona tersebut masih terbuka. Apalagi keempatnya akan dijual sebagai lot terpisah, sehingga tidak ada dasar untuk menganggap harga awal CHF 4 juta akan terbagi secara merata di antara empat jam.
Dari Barang Koleksi Menjadi Penggalangan Dana
Keputusan menggelar lelang juga mengubah fungsi utama koleksi tersebut. Empat Daytona ini tidak lagi sekadar menjadi objek koleksi ultra-langka, tetapi menjadi instrumen penggalangan dana.
Rolex menyatakan seluruh hasil penjualan akan diberikan kepada Federer Foundation, yayasan yang didirikan Roger Federer dan berfokus pada pendidikan usia dini serta pendidikan dasar di Afrika bagian selatan dan Swiss, serta Re:wild, organisasi yang didirikan bersama sejumlah ilmuwan konservasi dan Leonardo DiCaprio untuk melindungi serta memulihkan ekosistem alam.
Menurut data yang dipublikasikan Rolex, hingga akhir 2025 Federer Foundation telah menjangkau 3,82 juta anak, memperkuat 18.445 institusi pendidikan, dan mendukung pelatihan lebih dari 72.000 guru.
Re:wild, di sisi lain, menyatakan cakupan kerjanya telah melibatkan lebih dari 600 mitra untuk membantu konservasi lebih dari 590 juta acre lahan dan perlindungan lebih dari 36.000 spesies.
Rolex menempatkan dua tujuan tersebut sebagai bagian dari narasi Perpetual Planet Initiative, yang mencakup dukungan terhadap eksplorasi, konservasi lingkungan, perlindungan laut, dan pelestarian alam.
CEO Rolex SA Jean-Frédéric Dufour mengatakan, “Keunggulan sejati tidak hanya diukur dari kualitas produk kami, tetapi juga dari dampak positif yang dapat kami berikan kepada dunia.”
Lelang Ini Lebih Besar dari Sekadar Empat Jam Langka
Dari perspektif kolektor, Four Seasons mempertemukan beberapa faktor yang biasanya menentukan daya tarik sebuah jam di pasar lelang: kelangkaan, desain yang tidak diproduksi ulang dalam konfigurasi sama, keterlibatan merek besar, serta konteks penjualan yang terdokumentasi secara publik.
Namun, hasil lelang amal juga perlu dibaca dengan hati-hati ketika digunakan sebagai pembanding harga pasar. Harga yang terbentuk dalam lelang untuk tujuan amal dapat dipengaruhi oleh motivasi filantropi selain nilai objek yang dibeli. Karena itu, hasil 28 September nanti belum tentu menjadi tolok ukur langsung untuk menilai harga Daytona lain.
Yang sudah dapat dipastikan adalah perubahan cara Rolex menempatkan empat jam tersebut. Dari rencana penjualan privat kepada satu kolektor, Four Seasons kini menjadi empat kesempatan kepemilikan yang terbuka melalui rumah lelang, sekaligus menjadi sumber dana bagi pendidikan anak dan konservasi alam.
Pada 28 September, perhatian akhirnya akan beralih dari cerita mengenai kelangkaan ke angka yang benar-benar menentukan: berapa harga yang bersedia dibayar kolektor untuk masing-masing Daytona, dan berapa besar dana yang akhirnya dapat disalurkan kepada dua organisasi tersebut.




Komentar