Nasional News

Prabowo Lantik Suahasil Nazara Jadi Menkeu Gantikan Purbaya

Suahasil Nazara

Endoxa Asia – Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan, menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Pergantian ini menempatkan kembali figur yang telah lama berada di lingkar kebijakan fiskal ke posisi tertinggi di Kementerian Keuangan.

Pelantikan tersebut menjadi perubahan penting dalam pengelolaan fiskal pemerintahan Prabowo, terutama karena Suahasil sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan dan telah bekerja bersama Purbaya selama sekitar satu tahun terakhir.

Suahasil Beralih dari Wamenkeu ke Kursi Menteri

Suahasil bukan figur baru di Kementerian Keuangan. Ia telah menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak 2019 dan kembali dipercaya menduduki posisi tersebut dalam Kabinet Merah Putih setelah Prabowo dilantik sebagai presiden pada Oktober 2024.

Sebelum menjadi wakil menteri, Suahasil memiliki pengalaman panjang di bidang kebijakan fiskal. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan pada 2016. Dalam posisi tersebut, ia berperan dalam perumusan kebijakan fiskal sebelum kemudian ditunjuk sebagai Wakil Menteri Keuangan pada 2019.

Latar belakang akademiknya juga kuat. Suahasil merupakan ekonom yang berkarier sebagai dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia. Ia meraih gelar doktor ekonomi dari University of Illinois at Urbana-Champaign pada 2003.

Pria Tendang Wanita di Senayan City Jadi Tersangka, Dijerat Pasal 466 KUHP

Pergantian Terjadi Setelah Setahun Purbaya Memimpin Kemenkeu

Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya ditunjuk Prabowo sebagai Menteri Keuangan pada September 2025, menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Ia dilantik pada 8 September 2025 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 86/P Tahun 2025.

Selama memimpin Kementerian Keuangan, Purbaya membawa pendekatan yang menekankan akselerasi pertumbuhan ekonomi sekaligus pemanfaatan instrumen fiskal untuk mendorong aktivitas sektor riil.

Salah satu kebijakan yang menonjol adalah penempatan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun pada bank-bank BUMN dengan tujuan mendorong penyaluran kredit ke perekonomian. Purbaya juga beberapa kali menekankan pentingnya meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran pemerintah.

Menjelang pergantian, Purbaya masih aktif membahas agenda fiskal pemerintah. Pada awal September 2026, ia menyampaikan target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada 2027 dalam pembahasan RAPBN 2027 bersama DPR. Pemerintah juga menargetkan percepatan investasi untuk mendukung sasaran tersebut.

Suahasil Sudah Berada di Tengah Agenda Fiskal 2026

Pergantian menteri terjadi ketika Suahasil sendiri masih aktif menangani sejumlah agenda strategis Kementerian Keuangan.

Influenza A Naik di Indonesia, Kemenkes Sebut Aktivitas Masih Terkendali

Pada awal September 2026, misalnya, Suahasil menyampaikan bahwa APBN tetap memiliki ketahanan menghadapi ketidakpastian ekonomi global. Ia menekankan pentingnya sinergi kebijakan antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, OJK, LPS, dan Danantara.

Dalam forum lain pada bulan yang sama, Suahasil juga menekankan pentingnya investasi berkualitas dan pembiayaan jangka panjang untuk menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dengan demikian, pergantian dari Purbaya ke Suahasil bukan terjadi ketika Suahasil berada di luar lingkar kebijakan fiskal. Ia justru merupakan bagian dari struktur pimpinan Kemenkeu yang selama ini menjalankan agenda fiskal pemerintahan Prabowo.

Tantangan Suahasil Ada pada Menjaga Arah Fiskal

Salah satu tantangan terbesar Suahasil setelah menjadi Menteri Keuangan adalah menjaga kesinambungan agenda fiskal yang sudah berjalan sekaligus menentukan prioritas berikutnya.

Pemerintah saat ini menghadapi kebutuhan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi tanpa mengabaikan disiplin anggaran. Dalam pembahasan kebijakan fiskal 2026, Suahasil sebelumnya menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga defisit anggaran tetap di bawah 3 persen dari PDB.

KPK Geledah 3 Ruang Dirjen ATR/BPN, Sita Dokumen dan Bukti Elektronik

Pada Mei 2026, ia juga menggambarkan ketidakpastian global sebagai kondisi yang semakin permanen bagi negara-negara ASEAN.

Ketidakpastian akan menjadi normal baru kita di masa depan. Jadi, stabilitas atau kepastian itu tidak diberikan begitu saja kepada kita. Itu harus dibangun oleh kita sendiri,” ujar Suahasil.

Pernyataan tersebut memberi gambaran mengenai tantangan kebijakan yang kini akan berada langsung di bawah tanggung jawabnya sebagai Menteri Keuangan.

Dari Pengelola Kebijakan Menjadi Pengambil Keputusan Utama

Kenaikan Suahasil juga menarik karena ia memiliki pengalaman langsung di dalam mesin kebijakan fiskal, bukan hanya sebagai pejabat politik pemerintahan.

Ia pernah berada di BKF, mendampingi beberapa menteri keuangan sebagai wakil menteri, dan selama pemerintahan Prabowo tetap menjadi bagian dari struktur Kemenkeu. Profil tersebut membuat transisi kepemimpinan kali ini berlangsung dari figur yang berada di dalam institusi yang sama.

Namun, posisi Menteri Keuangan membawa tanggung jawab yang jauh lebih besar. Suahasil kini harus mengambil keputusan akhir terkait kebijakan fiskal, penerimaan negara, belanja pemerintah, pembiayaan, serta koordinasi kebijakan ekonomi dengan kementerian dan lembaga lain.

Pergantian ini pada akhirnya bukan hanya soal siapa yang menggantikan siapa. Yang akan menjadi perhatian berikutnya adalah apakah Suahasil akan mempertahankan arah kebijakan fiskal yang telah berjalan di bawah Purbaya atau membawa penekanan baru dalam mengelola APBN dan mengejar target pertumbuhan pemerintah.

About The Author

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *