Entertainment Lifestyle

Kangen Band Batal Bubar Setelah Dua Hari, Ini yang Terjadi

Kangen Band Batal Bubar Setelah Dua Hari, Ini yang Terjadi

Endoxa Asia – Kabar Kangen Band bubar ternyata hanya bertahan dua hari. Setelah gitaris sekaligus pendiri Dodhy Hardiyanto mengumumkan pembubaran grup pada Sabtu, 12 September 2026, Kangen Band pada Senin, 14 September memastikan mereka tetap melanjutkan perjalanan bersama.

Keputusan tersebut muncul setelah Dodhy, para personel, dan manajemen kembali duduk bersama untuk membicarakan persoalan yang sebelumnya belum terselesaikan. Bagi Kangen Band, persoalan yang sempat meledak di ruang publik akhirnya kembali dibawa ke meja diskusi internal.

Kangen Band Sempat Dinyatakan Bubar oleh Dodhy

Polemik bermula dari unggahan Dodhy di Instagram pada Sabtu, 12 September 2026. Dalam unggahan tersebut, ia menyatakan Kangen Band bubar dan menyebut adanya “kezaliman” di dalam grup.

Dodhy juga mengatakan dirinya telah lama menyimpan persoalan tersebut. Ia bahkan meminta mantan personel dan pihak event organizer tidak membawakan lagu-lagu ciptaannya.

Pengumuman itu menjadi perhatian karena Kangen Band masih aktif menjalankan kegiatan musik. Beberapa hari sebelumnya, grup asal Lampung tersebut tampil dalam Pujaan Hati Music Fest di Queen Elizabeth Stadium, Wan Chai, Hong Kong, pada 6 September 2026.

SU MA dan CURE Bali Hadirkan Dialog Kuliner di Jakarta

Situasi tersebut juga membuat Andika Mahesa terkejut. Vokalis Kangen Band itu mengaku mengetahui kabar pembubaran justru dari unggahan Dodhy di media sosial.

“Ya kalau gua sih belum tahu maksudnya. Nunggu aja nanti apa dari pihak manajemen, pihak-pihak terkait, kan harus memang harus ketemu personil yang lain,” ujar Andika kepada media pada 12 September.

Andika juga mengatakan bahwa dirinya baru bertemu dengan personel Kangen Band lainnya di Hong Kong beberapa hari sebelumnya dan masih memiliki jadwal pertunjukan hingga akhir 2026.

Dua Hari Kemudian, Kangen Band Memilih Bertahan

Situasi berubah pada Senin, 14 September. Dodhy kembali menyampaikan pernyataan melalui akun Instagram pribadinya, kali ini mewakili Kangen Band untuk meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi.

Ia menjelaskan bahwa seluruh pihak telah kembali duduk bersama melalui diskusi yang panjang dan emosional. Mereka membicarakan kembali perjalanan Kangen Band selama lebih dari dua dekade dan mempertimbangkan hubungan grup tersebut dengan para penggemarnya.

2.238 Mitra Pengemudi Grab Ikuti Edukasi Pertolongan Pertama di 10 Kota dengan “First Aid On The Go”

“Kami akhirnya menyadari satu hal: Kangen Band bukan hanya tentang kami yang berada di atas panggung. Kangen Band adalah tentang kalian semua yang tumbuh bersama lagu-lagu kami,” tulis Dodhy.

Pada bagian berikutnya, Dodhy menegaskan keputusan terbaru mereka.

“Karena itu, kami memilih untuk tidak menyerah. Dengan segala perbedaan dan kekurangan yang ada, kami sepakat untuk kembali bersama dan melanjutkan perjalanan Kangen Band,” tulisnya.

Pernyataan tersebut sekaligus membatalkan pengumuman pembubaran yang disampaikan dua hari sebelumnya.

Ada Perbedaan Pandangan, tetapi Detail Konfliknya Belum Terbuka

Perubahan sikap Kangen Band tidak berarti seluruh persoalan internal mereka telah dijelaskan kepada publik.

Rosé BLACKPINK Rilis New Trick, MV Direkam Full Pakai iPhone 18 Pro

Pada saat mengumumkan pembubaran, Dodhy menggunakan istilah “kezaliman” dan menyebut rasa sakit yang telah lama ia pendam. Namun, tidak ada penjelasan rinci mengenai persoalan yang dimaksud dalam pengumuman awal tersebut.

Di sisi lain, Andika pada awal polemik mengatakan dirinya tidak mengetahui adanya persoalan besar di dalam band. Ia memilih menunggu pertemuan dengan seluruh personel sebelum mengambil kesimpulan.

Sikap tersebut penting karena menunjukkan bahwa pengumuman pembubaran pada 12 September belum merupakan hasil keputusan bersama seluruh personel. Setelah pertemuan dan pembicaraan internal dilakukan, keputusan yang muncul justru berbeda.

Sejumlah laporan media kemudian menggambarkan keputusan awal Dodhy sebagai luapan emosi dan miskomunikasi. Namun, detail persoalan internal yang melatarbelakangi konflik tersebut tetap belum dijelaskan secara terbuka oleh seluruh pihak. Karena itu, istilah seperti “konflik besar” atau persoalan hak yang belum terbukti sebaiknya tidak dianggap sebagai fakta final.

Kangen Band Masih Aktif Berkarya

Di tengah polemik pembubaran, aktivitas musik Kangen Band ternyata tetap berjalan.

Grup ini merilis sejumlah materi pada 2026. Lagu “Kamu”, misalnya, tercatat sebagai single Kangen Band di platform musik dan dirilis pada 3 Agustus 2026. Data Spotify mencatat lagu tersebut berada di bawah Kangen Media Entertainment.

Tirto juga melaporkan bahwa video musik “Kamu” tayang perdana di kanal YouTube Kangen Media Entertainment pada 14 September 2026, bertepatan dengan hari ketika Kangen Band mengumumkan keputusan untuk melanjutkan perjalanan mereka.

Sebelumnya, Kangen Band juga merilis “Rodecia” pada Juli 2026. RRI melaporkan lagu tersebut dirilis di berbagai platform musik digital pada 14 Juli dan tetap membawa karakter pop Melayu yang selama ini melekat pada grup tersebut.

Artinya, pembatalan pembubaran bukan terjadi ketika aktivitas musik Kangen Band sedang berhenti. Sebaliknya, keputusan tersebut datang ketika grup masih memiliki materi musik dan aktivitas panggung yang berjalan.

Penggemar Menjadi Bagian dari Pertimbangan

Dalam pernyataan terbaru, Dodhy secara eksplisit menempatkan penggemar sebagai salah satu pertimbangan keputusan untuk bertahan.

Menurutnya, Kangen Band bukan hanya hubungan antara personel yang berada di atas panggung. Ada pula pendengar yang telah tumbuh bersama lagu-lagu mereka selama bertahun-tahun.

Konteks tersebut membuat kasus Kangen Band menarik dilihat bukan hanya sebagai drama internal sebuah grup musik. Bagi band yang telah dibentuk sejak 2005, keputusan bubar juga berkaitan dengan identitas yang sudah terbentuk antara musik, personel, dan pendengarnya.

Namun, keputusan untuk kembali bersama tetap berbeda dari penyelesaian seluruh persoalan internal. Sampai saat ini, publik baru mengetahui bahwa para personel telah kembali berdiskusi dan sepakat melanjutkan Kangen Band. Rincian mengenai masalah yang sempat memicu pengumuman pembubaran belum disampaikan secara lengkap.

Dari Pengumuman Sepihak ke Keputusan Bersama

Kronologi dua hari Kangen Band memperlihatkan perbedaan penting antara pengumuman awal dan keputusan terbaru.

Pada 12 September, Dodhy mengumumkan pembubaran melalui akun pribadinya dan membuat publik serta sejumlah personel lain terkejut. Dua hari kemudian, setelah pertemuan dengan personel dan manajemen, muncul keputusan yang mewakili Kangen Band secara bersama-sama untuk tetap bertahan.

Dengan demikian, kabar terbaru yang paling terverifikasi bukan bahwa konflik Kangen Band telah sepenuhnya hilang, melainkan bahwa para personelnya memilih menyelesaikan perbedaan tersebut dengan tetap mempertahankan grup.

Untuk sementara, Kangen Band masih berlanjut. Setelah lebih dari dua dekade melewati pergantian personel, persoalan internal, dan perubahan industri musik, grup asal Lampung tersebut kembali memilih satu hal yang sudah mereka nyatakan secara terbuka: tidak menyerah.

About The Author

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *