Endoxa Asia – Levi’s dan sacai kembali mempertemukan warisan denim Amerika dengan pendekatan desain eksperimental Jepang. Memasuki kolaborasi ketiga, keduanya menghadirkan kapsul berisi 12 item untuk pria dan wanita yang kembali membongkar siluet klasik Levi’s melalui bahasa desain khas sacai.
Koleksi terbaru ini berpusat pada empat model utama, yaitu Sherpa Jacket, Blouson Jacket, Belted Wide Pants, dan Belted Flare Pants. Seluruh model hadir dalam pilihan rigid indigo dan washed indigo, dengan detail hybrid yang membuat bentuk dasarnya tetap dikenali sebagai denim Levi’s, tetapi tampil jauh dari konstruksi konvensional.
Koleksi ini akan debut secara eksklusif di pop-up Levi’s x sacai di Landmark Hong Kong pada 29 September 2026. Sehari setelahnya, 30 September, peluncuran global akan berlangsung di luar Jepang melalui kanal Levi’s dan sejumlah toko pilihan, sebelum masuk pasar Jepang pada 1 Oktober.
Empat Siluet Menjadi Fokus Kolaborasi
Kolaborasi ketiga Levi’s dan sacai tidak mencoba meninggalkan identitas denim Levi’s sepenuhnya. Sebaliknya, koleksi ini mempertahankan elemen-elemen yang familiar lalu mengubah konstruksi, proporsi, material, dan fungsi sejumlah bagiannya.
Sherpa Jacket menjadi salah satu contoh paling jelas. Jaket ini menggunakan denim indigo selvedge dengan fit yang relatif relaxed, kemudian dibalut faux sherpa. Detail kantong menggunakan kulit asli, sementara trim dan karakter washed pada koleksi tetap mempertahankan kesinambungan dengan pendekatan kolaborasi sebelumnya. Versi pria juga mendapatkan tambahan kantong pada bagian side seam.
Model kedua, Blouson Jacket, mengambil pendekatan
yang lebih streamlined. Siluetnya tetap relaxed, tetapi dilengkapi kantong lengan yang menjadi salah satu detail khas sacai. Manset dan bagian bawah jaket menggunakan konstruksi elastis untuk menghasilkan bentuk yang lebih sculptural. Pada versi wanita, terdapat tambahan bukaan pada side seam.
Untuk bagian bawahan, Belted Wide Pants hadir dengan potongan loose dan mid-rise menggunakan bahan selvedge indigo. Detail belt yang menjadi bagian dari konstruksi celana serta tombol khusus sacai pada belt loop membuat model ini berbeda dari jeans Levi’s konvensional.
Sementara itu, Belted Flare Pants menawarkan siluet flare dengan konstruksi yang lebih eksperimental. Bagian belakang celana memiliki tujuh saku karena welt pocket ditumpuk di atas pocket patch tradisional. Detail tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana sacai menggunakan elemen fungsional pakaian untuk menghasilkan bentuk visual baru.
Sacai Tidak Sekadar Menambahkan Detail
Yang membuat kolaborasi ini menarik adalah pendekatan sacai terhadap pakaian yang sudah familiar. Alih-alih hanya menempelkan logo atau mengubah warna denim, Chitose Abe menggunakan teknik hybrid untuk menggabungkan elemen dari pakaian dan material berbeda.
Pendekatan tersebut memang menjadi bagian penting dari identitas sacai. Dalam pengumuman resminya, brand asal Jepang tersebut menjelaskan bahwa koleksi ini bekerja dengan menggabungkan tekstur yang kontras dan menafsirkan kembali pola yang sudah dikenal untuk menghasilkan bentuk baru.
Levi’s sendiri menggambarkan kolaborasi dengan sacai sebagai upaya mengubah pakaian yang familiar menjadi bentuk yang tidak terduga. Pendekatan tersebut membuat heritage denim Levi’s berfungsi sebagai semacam fondasi, sementara sacai mengubah cara siluet tersebut dibaca.
Dengan kata lain, daya tarik koleksi ini tidak hanya terletak pada fakta bahwa dua nama besar kembali bekerja sama. Yang lebih penting adalah bagaimana keduanya mempertahankan elemen yang sudah dikenal sambil menggeser proporsi dan konstruksinya.
Bisa Dipakai sebagai Set atau Terpisah
Koleksi ini juga dirancang agar jaket dan celana dapat dipakai sebagai pasangan maupun secara terpisah. Kesamaan karakter wash pada sejumlah item memungkinkan pengguna membangun tampilan denim yang lebih seragam dari atas hingga bawah.
Pilihan tersebut membuat koleksi tidak sepenuhnya bergantung pada pendekatan statement piece. Beberapa item dapat digunakan sebagai bagian dari wardrobe sehari-hari, sementara konstruksi seperti tujuh saku pada Belted Flare Pants atau lapisan faux sherpa pada Sherpa Jacket memberikan identitas visual yang lebih kuat.
Dari sisi desain, ini memperlihatkan bagaimana kolaborasi tersebut mencoba mempertemukan dua karakter yang berbeda: Levi’s dengan sejarah panjang sebagai produsen denim ikonik dan sacai dengan pendekatan eksperimental terhadap pakaian sehari-hari.
Harga Mulai Rp66 Juta? Bukan, Ini Harga Jepang
Untuk pasar Jepang, harga resmi yang diumumkan Levi’s Japan menunjukkan bahwa koleksi ini berada di segmen premium.
Sherpa Jacket untuk pria dan wanita dibanderol ¥132.000, sedangkan Blouson Jacket masing-masing berharga ¥99.000. Untuk kategori unisex, Belted Wide Pants dan Belted Flare Pants masing-masing dibanderol ¥66.000, termasuk pajak Jepang.
Harga tersebut berlaku untuk pasar Jepang dan tidak otomatis menjadi harga jual di negara lain. Harga global dapat berbeda mengikuti pasar dan kanal distribusi.
Koleksi ini juga bukan pertama kalinya Levi’s dan sacai menggabungkan pendekatan masing-masing. Kolaborasi sebelumnya pada 2025 sudah mengeksplorasi penggabungan berbagai desain jaket Levi’s, material hybrid, hingga celana ultra-wide dengan konstruksi tujuh saku.
Jadwal Rilis Levi’s x sacai
Peluncuran koleksi ketiga ini berlangsung dalam tiga tahap utama.
29 September 2026 menjadi debut eksklusif di pop-up Levi’s x sacai di Landmark Hong Kong. Kemudian pada 30 September, koleksi dirilis secara global di luar Jepang melalui Levi.com, aplikasi Levi’s, sejumlah flagship Levi’s, serta toko dan retail pilihan sacai.
Untuk Jepang, peluncuran resmi berlangsung pada 1 Oktober 2026. sacai juga menerapkan sistem undian untuk akses toko dan pembelian online di Jepang.
Bagi kolektor, perbedaan jadwal tersebut membuat Hong Kong menjadi salah satu lokasi pertama untuk mendapatkan koleksi ini. Sementara bagi pasar global, perhatian akan tertuju pada ketersediaan empat siluet utama yang membawa kembali pendekatan dekonstruktif sacai ke salah satu kategori paling identik dengan Levi’s.
Kolaborasi ketiga ini pada akhirnya memperlihatkan satu pola yang konsisten: sacai tidak perlu menghapus identitas Levi’s untuk membuat denim tersebut terasa baru. Dengan mempertahankan bahan, referensi siluet, dan karakter dasar Levi’s, lalu mengubah konstruksi serta proporsinya, Chitose Abe kembali menjadikan denim klasik sebagai titik awal untuk eksperimen desain.




Komentar