Key Insights
• QRIS Cross Border resmi diperluas ke Korea Selatan, memperkuat konektivitas pembayaran regional
• Transaksi lintas negara melalui BCA tumbuh 185% YoY dengan nilai mencapai Rp632 miliar
• Ekspansi QRIS berpotensi mendorong pariwisata, perdagangan, dan ekonomi digital kawasan
Ekspansi QRIS Cross Border ke Korea Selatan memperkuat langkah Indonesia dalam membangun konektivitas pembayaran digital regional. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyatakan dukungan terhadap implementasi tersebut sebagai bagian dari strategi memperluas layanan transaksi digital bagi nasabah yang beraktivitas di luar negeri.
Peluncuran resmi yang dilakukan pada 1 April 2026 merupakan hasil kerja sama antara Bank Indonesia dan Bank of Korea. Langkah ini menandai perluasan ekosistem pembayaran digital Indonesia ke tingkat global, sekaligus memperkuat integrasi ekonomi digital kawasan Asia.
Presiden Direktur BCA Hendra Lembong mengatakan dukungan terhadap QRIS Cross Border merupakan bagian dari komitmen bank dalam menghadirkan solusi transaksi yang mudah, cepat, dan efisien bagi masyarakat Indonesia di luar negeri.
Ekspansi ke Lima Negara Perkuat Ekonomi Digital
Dengan masuknya Korea Selatan, QRIS Cross Border kini telah tersedia di lima negara, yaitu Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, dan Korea Selatan.
Ekspansi ini mencerminkan strategi Indonesia dalam memperkuat interoperabilitas pembayaran lintas negara, terutama di kawasan dengan mobilitas wisatawan dan aktivitas bisnis yang tinggi. Negara-negara tersebut juga merupakan destinasi utama wisatawan dan pekerja Indonesia, sehingga adopsi QRIS berpotensi meningkatkan penggunaan transaksi digital berbasis rupiah.
Menurut Bank Indonesia, hingga awal 2026 total transaksi QRIS lintas negara telah mencapai lebih dari 7,6 juta transaksi. Angka tersebut terdiri dari sekitar 5,9 juta transaksi inbound dan 1,7 juta transaksi outbound oleh masyarakat Indonesia di luar negeri.
Pertumbuhan Transaksi BCA Melonjak
BCA mencatat pertumbuhan signifikan dalam penggunaan QRIS Cross Border. Berdasarkan implementasi di Thailand, Malaysia, Singapura, dan Jepang, volume transaksi yang diproses melalui sistem BCA meningkat 185% secara tahunan hingga akhir 2025.
Nilai transaksi yang diproses mencapai Rp632 miliar, atau tumbuh 148% dibandingkan periode sebelumnya. Pertumbuhan ini menunjukkan meningkatnya adopsi pembayaran digital lintas negara oleh masyarakat Indonesia.
Penggunaan QRIS Cross Border juga mencakup berbagai kebutuhan transaksi, mulai dari belanja ritel harian, konsumsi, hingga pembayaran sektor pariwisata dan gaya hidup. Tren ini mencerminkan perubahan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan pembayaran digital dalam perjalanan internasional.
Momentum Integrasi Sistem Pembayaran Regional
Ekspansi QRIS Cross Border juga sejalan dengan upaya regional dalam mengintegrasikan sistem pembayaran digital. Inisiatif ini tidak hanya mempermudah wisatawan, tetapi juga memperkuat perdagangan lintas negara dan ekonomi digital kawasan Asia.
Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat Indonesia ke luar negeri serta pertumbuhan sektor pariwisata regional, QRIS Cross Border berpotensi menjadi infrastruktur penting dalam mendukung transaksi lintas negara yang lebih efisien dan inklusif.
Ke depan, perluasan ke negara lain serta peningkatan volume transaksi akan menjadi indikator penting keberhasilan strategi Indonesia dalam membangun ekosistem pembayaran digital global. Peran perbankan seperti BCA juga menjadi kunci dalam mempercepat adopsi dan memperluas jangkauan layanan.

