DCIM100GOPROGOPR8204.JPG
Key Takeaways
- Innit Lombok dan Indonesia Biru Foundation memulai restorasi terumbu karang di Ekas Bay.
- Konservasi laut dipadukan dengan pengalaman hospitality yang eksklusif.
- Inisiatif menghadirkan dampak jangka panjang bagi ekosistem dan komunitas lokal.
Lebih dari sekadar destinasi eksklusif, Innit Lombok memandang lingkungan sekitarnya sebagai bagian tak terpisahkan dari pengalaman yang ditawarkan. Melalui kemitraan ini, resor tersebut berkontribusi pada upaya restorasi terumbu karang di Ekas Bay, kawasan perairan yang dikenal akan keindahan alaminya sekaligus peran pentingnya dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut.
Di bawah permukaan laut yang jernih, proses rehabilitasi dilakukan secara terukur dan berbasis sains. Tiga lokasi strategis dipilih berdasarkan kondisi ekologis, kualitas perairan, serta potensi keberlanjutan jangka panjang. Bersama Indonesia Biru Foundation, tim konservasi merakit struktur logam khusus yang menjadi rumah baru bagi fragmen-fragmen karang sebelum ditempatkan secara hati-hati di dasar laut. Sebanyak 20 fragmen karang ditanam di area seluas sekitar 20 meter persegi, dengan pemantauan ilmiah berkelanjutan untuk memastikan pertumbuhan dan adaptasi yang optimal.
“Konservasi yang bermakna dibangun melalui kolaborasi,” ujar Matthew Angga, Resort Manager sekaligus Executive Chef Innit Lombok. Menurutnya, kemitraan ini memadukan keahlian ilmiah Indonesia Biru Foundation dengan dukungan operasional dari Innit Lombok, menciptakan fondasi yang kuat bagi perlindungan ekosistem laut Ekas Bay dalam jangka panjang.
Nuansa eksklusivitas inisiatif ini tidak hanya hadir melalui pendekatan konservasinya yang terencana, tetapi juga dari cara para tamu diajak merasakan kedekatan yang lebih personal dengan laut. Dalam kesempatan tertentu, para tamu dapat menyaksikan secara langsung sebagian proses restorasi yang berlangsung. Pengalaman tersebut menghadirkan perspektif baru tentang kemewahan modern, di mana keterhubungan dengan alam menjadi bagian dari privilese yang semakin bernilai.
Dimensi sosial turut menjadi bagian penting dalam program ini. Indonesia Biru Foundation melibatkan masyarakat Kampong Berore, Desa Ekas Buana, melalui sesi edukasi dan partisipasi langsung dalam tahap awal perakitan struktur terumbu karang. Pendekatan ini memperkuat hubungan antara konservasi, pemberdayaan komunitas, dan keberlanjutan jangka panjang.
Soraya Al Rashid, Deputy Director Indonesia Biru Foundation, menegaskan pentingnya konsistensi dalam setiap langkah kebaikan. Pesan tersebut menjadi refleksi dari filosofi yang mendasari program ini: bahwa perubahan besar sering kali lahir dari tindakan kecil yang dilakukan secara berkelanjutan.
Bagi Innit Lombok, restorasi terumbu karang bukanlah sebuah proyek sesaat, melainkan bagian dari visi yang lebih luas tentang hospitality masa depan. Di sini, kemewahan tidak hanya diukur dari keindahan destinasi atau eksklusivitas pengalaman, tetapi juga dari kemampuan untuk meninggalkan warisan yang berarti. Di Ekas Bay, setiap fragmen karang yang ditanam hari ini menjadi simbol harapan bagi laut yang lebih lestari, sekaligus pengingat bahwa masa depan paling berharga adalah yang dibangun dengan kesadaran dan tanggung jawab.



