Law & Policy News

Survei IndocPolls: Teddy Indra Wijaya Raih Penilaian Tertinggi, Nusron Wahid Terendah

Survei IndocPolls: Teddy Indra Wijaya Raih Penilaian Tertinggi, Nusron Wahid Terendah
Survei IndocPolls: Teddy Indra Wijaya Raih Penilaian Tertinggi, Nusron Wahid Terendah

Endoxa Asia – Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi momen evaluasi terhadap kinerja jajaran Kabinet Merah Putih. Dalam survei terbaru Indonesia Center for Politics & Law Studies (IndocPolls), Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memperoleh persentase penilaian tertinggi, sementara Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mencatat angka terendah.

Hasil tersebut memperlihatkan bagaimana responden menilai para menteri dan pejabat pemerintah setelah dua tahun kabinet berjalan. Teddy memperoleh angka 15,8 persen, disusul Menteri Pertanian Amran Sulaiman dengan 13,6 persen. Sementara itu, Nusron berada di posisi paling bawah dengan 0,17 persen.

Isu Penyadapan Prabowo Seret Nama Listyo Sigit dan Sejumlah Jenderal Polri

Survei ini dilakukan pada 15–20 Oktober 2026, menjelang peringatan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Temuannya memberi gambaran mengenai persepsi publik terhadap sejumlah pejabat, sekaligus memperlihatkan isu yang ikut membentuk penilaian terhadap kinerja pemerintah.

Teddy Indra Wijaya dan Amran Sulaiman Masuk Posisi Teratas

Direktur Komunikasi IndocPolls, Taufik Ch, menjelaskan bahwa posisi Teddy berkaitan dengan perannya sebagai Sekretaris Kabinet. Jabatan tersebut menempatkannya dalam posisi strategis untuk menjembatani koordinasi antara Presiden dan jajaran kementerian, sekaligus menyampaikan kebijakan pemerintah kepada masyarakat.

IndocPolls juga menyoroti popularitas Teddy yang telah terbentuk sebelum dirinya menjabat sebagai Seskab. Faktor tersebut disebut ikut memengaruhi penilaian responden terhadap sosoknya.

Di posisi kedua, Amran Sulaiman memperoleh angka 13,6 persen. Menurut penjelasan IndocPolls, penilaian terhadap Menteri Pertanian itu berkaitan dengan agenda swasembada pangan serta peningkatan produksi beras nasional. Lembaga tersebut turut menyinggung capaian Cadangan Beras Pemerintah yang mencapai 5,4 juta ton pada pertengahan Juli 2026.

Sejumlah pejabat lain yang masuk dalam kelompok dengan persentase penilaian tertinggi adalah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti sebesar 6,5 persen, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sebesar 5,2 persen, serta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebesar 3,8 persen.

Berikutnya terdapat Menteri Agama Nasaruddin Umar dengan 3,5 persen, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono sebesar 3,3 persen, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebesar 2,7 persen, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir sebesar 2,1 persen, serta Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sebesar 2 persen.

Kekeringan Indonesia Ganggu Pasokan Nikel, Industri Baterai China Ikut Terancam

Nusron Wahid Catat Persentase Terendah

Pada kelompok dengan penilaian terendah, Nusron Wahid memperoleh angka 0,17 persen. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo berada tepat di atasnya dengan 0,25 persen.

IndocPolls mengaitkan rendahnya penilaian terhadap Nusron dengan sorotan terhadap persoalan hukum yang melibatkan sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian ATR/BPN. Lembaga tersebut juga menyinggung pemberitaan mengenai isu ketidakhadiran Nusron dalam pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sementara itu, penilaian terhadap Dody disebut berkaitan dengan kontroversi sikapnya terhadap jajaran internal serta polemik perjalanan dinas ke luar negeri bersama anggota keluarga.

Beberapa nama lain yang memperoleh angka rendah adalah Menteri Desa Yandri Susanto, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, serta Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana. Ketiganya masing-masing memperoleh 0,33 persen.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat, serta Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi masing-masing mencatat angka 0,42 persen.

Menurut IndocPolls, penilaian terhadap para pejabat tersebut dipengaruhi kombinasi berbagai hal, mulai dari pelaksanaan program dan kebijakan kementerian hingga pernyataan pejabat yang memunculkan kontroversi di ruang publik.

Bagaimana Survei IndocPolls Dilakukan?

IndocPolls melaksanakan survei pada 15–20 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.200 responden yang tersebar di 38 provinsi di Indonesia. Wawancara dilakukan secara tatap muka dengan metode penarikan sampel multistage random sampling.

Xi Jinping Tegaskan Timur Tengah Bukan Arena Rivalitas Kekuatan Besar

Lembaga tersebut menyebut survei memiliki margin of error sebesar ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sebanyak 4,8 persen responden tercatat menyatakan tidak tahu atau tidak memberikan jawaban.

Angka-angka dalam survei ini menunjukkan persentase penilaian yang diperoleh masing-masing pejabat menurut pengukuran IndocPolls. Karena itu, hasilnya perlu dipahami dalam konteks persepsi responden dan metode penelitian yang digunakan, bukan sebagai audit kinerja kementerian atau kesimpulan tunggal mengenai keberhasilan maupun kegagalan seorang pejabat.

Di tengah evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, temuan tersebut menjadi salah satu potret tentang bagaimana publik memandang para pembantu Presiden. Penilaian itu juga memperlihatkan bahwa popularitas, pelaksanaan program, kebijakan, dan kontroversi yang mendapat perhatian masyarakat dapat ikut membentuk persepsi terhadap pejabat pemerintah.

About The Author

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *